Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 57


__ADS_3

"perubahan mu sudah terlalu lambat dan tak akan mengubah apa pun yang terjadi sekarang " jawab Defran tegas dan membuat hati Jelika hancur


"bagaimana dengan Ervan "


"Dia sudah besar, bercerai saja karena kalau tidak, maka kita akan saling menyakiti satu sama lain nya " jawab Defran


" jika harta yang memberat kan mu tidak mau bercerai tenang saja ,aku akan memberi apa yang kamu mau" sambung defran


"aku tidak lagi ingin semua harta ini , aku hanya ingin keluarga ku kembali seperti semula"


"seperti semula seperti apa Jelika? seperti semula saat kau belum mengetahui jika aku hanya lah anak angkat dari keluarga ini, lebih tepat nya anak tiri? hmmm?" tanya Defran yang membuat Jelika terdiam diri dan tak menyahut sedangkan Defran berlalu pergi dari sana.


memang aku yang bersalah, aku berubah saat mengetahui suami ku bukan lah anak kandung keluarga ini . Di saat itu baru ku tahu kenapa suami ku tidak sama seperti mas Haris yang memimpin pusat perusahaan keluarga ini , sedan kan suami ku mas Defran dia hanya mengurusi cabang cabang perusahaan. Mula aku tak masalah mengenai itu , aku berfikir mereka berbagi tugas namun setelah mengetahui hal terbesar dalam keluarga ini jika mas defran anak dari istri kedua ayah maka sifat egois, ketakutan kehilangan harta, rakus , iri dengki ada dalam diri ku . Bahkan hubungan ku dengan mbak Anggita rusak hanya karena aku iri dengannya , karena dia berasal dari orang biasa saja, dari kampung dia menikah dengan anak kandung keluarga ini . Sedangkan aku anak dari sahabat ayah, yang kehidupan ku di atas mbak Shinta malah dinikahkan dengan anak angkat ayah . Aku merasa dunia saat tidak adil dari saat itu . Sekarang aku baru menyadari kesalahan dan kebodohan ku , bahkan aku mengajari anak ku sendiri untuk berbuat curang , aku mengorbankan kepribadian anak ku demi egois di dalam hati. Tapi sekarang aku sadar dengan kesalahan ku di saat mas Defran tidak lagi bisa memaafkan ku dan menerima diri ini kembali. Menyesal di saat semua telah berubah ternyata menyakitkan Jelika menuangkan isi hati nya saat bersujud kepada Sang pencipta bumi dan langit.


.


.


.


"Fandi dan ibu akan mengetahui ini semuanya mas, aku haru apa?" tanya Wulan kepada suami nya


" tidak akan terjadi apa apa , jangan banyak pikiran nanti kamu jatuh sakit "


"kembali lah ke rumah mu mas, mungkin dengan kejadian ini mbak Wanda akan sadar atas apa yang pernah dia lakukan "


"Sayang, mengerti lah jika sebenarnya dia itu egois, dia tidak menginginkan aku , tapi dia hanya ingin status nya sebagai seorang istri bukan sebagai janda, aku tahu bagaimana dia, dia ingin terlihat tidak terjadi apa apa di antara kami di depan semua orang meskipun dia sangat tidak memperdulikan keluarga nya " jawab Roy


"tapi mas "


"sayang please ...." ucap Roy sambil mencium dan memeluk istri nya , tak berapa detik kemudian


uweekk weekk uwekk Wulan mual dan ingin muntah , berlari ke toilet .


melihat itu Roy juga ikut berlari karena kwatir


"sayang sayang kamu oke?" Roy masih mendengar kan viona memuntahkan isi perutnya .


"iya mas, aku ngak apa cuma mual dan muntah karena kamu bau" teriak Wulan dari dalam toilet


"bau?" Roy menciumi badan nya, "ngak bau malahan wangi banget, kayak nya hidung istri ku lagi bermasalah


kreetttt


"kamu kenapa? ayok periksa ke dokter "

__ADS_1


"ngak mas, seperti nya maggh Wulan kambuh , lagian kamu bau mas, sana mandi " usir Wulan


"aku wangi sayang, udah mandi kok"


"iya ya, berarti parfum kamu yang bau"


"bukan, aku pake yang biasanya "


"kadaluarsa mungkin"


"ha' kadaluarsanya? " Roy berbicara sendiri dan melihat Wulan berjalan menutupi hidung melewatinya


.


.


.


Di dalam mobil


"sayang maaf ya malam malam mama ajak kamu keluar " ucap Anggita kepada viona


"ngak apa ma, kan membeli kebutuhan kita hehe lagi pula vio senang jalan jalan sama mama" jawab vio senyum


"nongkrong?"


"iya mau ngak?"


"mau kok mah, biar kita gaul kayak sosialita sosialita gitu kan mah hahahha " jawaban Viona membuat Anggita tertawa


"kamu ada ada aja Vi " jawab Anggita


"pak berhenti di depan"


"baik buk " jawab pak sopir


Sekarang viona dan Anggita duduk di sebuah cafe yang cukup mewah di kota ini.


"ayok minum sayang"


"makasih mama" mendengar itu Anggita hanya tersenyum


"jadi kapan kalian ke yayasan nengok adik adik vi?"


"mama tahu mengenai Riko Reno?" tany viona shock

__ADS_1


"mama tahu semua nya sayang"


"maaf ya mah, vio sama mas bukan bermaksud membohongi mama , karena belum ada waktu menceritakan nya yang pas saja ma" ucap viona merasa bersalah


"ngak masalah sayang, mama ngerti kalian pasti punya alasan tersendiri untuk belum memberi tahu mama, lagi pula Frans pasti berfikir percuma memberi tahu mama, karena mama pasti sudah tahu dari orang orang mama " ucap mama Anggita sambil tersenyum


"nak " ucap Anggita sambil memegang tangan viona


"iya ma"


"boleh mama menanyakan sesuatu?"


"boleh dong ma, mama gratis mau nanya apa aja ke viona hehe" jawab viona


"apa kamu sudah mencintai anak mama Frans?" pertanyaan Anggita membuat viona membulat kan mata nya


sudah mencintai? itu artinya mama mengetahui semuanya gumam viona


"kenapa mama menanyakan itu?"


" karena mama ingin memastikan kalau menantu mama ini sudah mencintai anak mama seperti frans juga mencintai kamu nak " Jawab Anggita lembut


"mas Frans mencintai vio mah?" Anggit mengangguk mengiyakan


"tapi mas Frans tidak pernah mengatakan apa apa kepada viona mah, bahkan sifatnya ke vio tidak menggambarkan jika dia mencintai vio, karena itu vio takut untuk lebih jauh mencintainya " ucap vio menunduk


"ma boleh vio menanyakan sesuatu?"


"tanya apa nak?"


"apa mama mengetahui semuanya tentang kami ma?" Anggita mengangguk


"mama mengetahui semuanya nak, mama bahkan tahu alasan kamu mau menikah dengan Frans" jawab mama membenarkan semua kecurigaan viona


"maafin viona ma, viona ngak bermaksud membohongi semua orang dengan pernikahan ini, sungguh mah , viona ngak ada niat untuk berbohong kepada kakek, papa dan mama mah " ucap Viona menangis dan merasa bersalah


"sayang, mama ngak marah sama kamu nak, mama tahu keadaan mu saat itu sangat berat nak, cuma mama sedikit kecewa dengan anak mama , Dia bahkan mengambil kesempatan di saat kesempitan yang kamu rasakan " ucap Anggita mengalihkan pandangannya ke tempat yang lain, karena sedih dan kecewa dengan frans


"ngak ma, mas Frans ngak salah , viona tahu mas Frans orang yang baik, dia bahkan dengan sangat tulus menyayangi adik adik vio, hanya saja pada saat itu mas Frans juga sedikit terdesak oleh keadaan , mama jangan marah sama mas Frans ya " ucap vio memastikan mama mertua nya tidak marah kepada suami nya


"apa kamu benar benar sudah mencintai nya " tanya Anggita


dengan menundukkan kepala viona menjawab " viona sangat mencintai mas Frans mah, semenjak menikah hati vio sudah untuk suami vio " jawab nya dengan jujur "meskipun masih ragu dan takut , tapi hati vio tak mengenal itu untuk mencintai mas Frans ma" ucap vio melihat Anggita yang tersenyum pada nya..


mintak like dan vote nya ya semua...🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2