
Viona terbangun karena badan sebelah kanan nya terasa berat dan sesak , belum lagi sesuatu yang lumayan berat menimpa bagian dada nya.
Viona terbangun ,dengan mata membulat sempurna hampir berteriak kencang tapi ia menutup mulut nya secepat mungkin sebelum suara cempreng itu memenuhi seisi rumah di shubuh hari.
ya Allah, kenapa aku sekarang di atas ranjang bukan kah tadi malam vio lagi di balkon menghubungi mbak Wulan dan seperti nya tertidur disana? viona mengingat kejadian tadi malam dan bergumam dalam hati
jadi kenapa sekarang aku disini? apa aku berjalan sambil tidur oh nooo aku tidak pernah ngigau dalam tidur ku, tapi kenapa sekarang disini ya? kalau aku ngak berjalan sendiri ? Dan ngak mungkin orang kaku ini yang mengangkat ku ,mana Sudi ia satu ranjang dengan ku sambung vio bergumam sambil melihat lelaki yang sedang memeluknya erat,
kenapa dia sangat tampan ketika tidur ,hidung nya sangat mancung seperti orang bule ya , ahh bibir nya **** hihihi ihh ya Allah apa yang aku bicarakan , jangan sampai kau mengagumi nya vio apa lagi mencintai nya karena ini hanya sementara , ayo bangkit dan sholat ucap vio di dalam hati sambil melihat tuan Frans yang berjarak berapa inci, hembusan nafas nya pun sampai ke wajah viona
Viona dengan pelan tapi pasti mencoba melepaskan diri dari pelukan tuan Frans. Vio mengambil tangan si tuan untuk melepaskan pelukan nya namun baru akan mengangkat ,tangan tersebut semakin mempererat pelukannya
"jangan coba coba Bergerak sedikit pun dari posisi mu " ucap tuan Frans dengan suara serak khas bangun tidur, viona sedikit kaget ia tak mengira orang yang se dari tadi ia pandangi bersuara
mati aku, apa ia tahu aku memandangi nya sedari tadi, emang benar ya kata orang-orang , kalau orang kaya itu tidur nya ngak nyenyak , hahah apa ia takut kali ya aku lari dari sini dan membawa sebagian hartanya vio dalam hati
"ngomong apa kamu " sambung tuan Frans , membuat viona melihat ke arah sumber suara tersebut
Mak Jang apa orang kaya juga tahu apa yang ada di hati dan pikiran ku , lagi pula kenapa ia berbicara ya sedangkan mata nya terpejam
"ngak ada tuan, vio mau wudhu dan melaksanakan sholat, apa boleh kaki dan tangan tuan di turunkan dari badan saya " jawab viona dengan hati hati karena ngak mau berdebat pagi pagi
"10 menit lagi, posisi ku lagi pas dan nyaman " jawab Frans semakin memeluk erat
pas nyaman? pas apa nya sih orang kaku, hik hik hik viona melirik ke bawah dengan mencibir seperti tak terima
secepat ini kalian ternoda dengan tangan tangan nakal sambung nya sembari menggeleng kan kepala
"tuan sekarang apa boleh vio turun?" tanya viona , mendengar itu tuan Frans langsung membalik badan dan membelakanginya viona
__ADS_1
hmm aneh , apa kah ia marah hihihih tuan yang aneh ucap viona berlalu
di meja makan
"bagaimana tidur kalian " tanya fran kepada Riko dan Reno
"menyenangkan mas bro, dan nyaman tanpa ketakutan dan kegelisahan" jawab Riko
"syukur lah , ayo makan " jawab Frans
Setelah makan ,sang asisten tuan Frans datang dengan beberapa orang yang membawa tentengan masing masing.
"tuan , ini semua yang tuan inginkan " ucap sang asisten
"tidak ada yang tertinggal " tanya Frans kepada vayo sang asisten
"tidak tuan" jawab vayo, mendengar itu sang tuan hanya mengangguk
"terimakasih mas bro, mas bro sangat baik tapi kami kan masih punya baju mas bro dan itu masih bisa di pakai kok " jawab Riko ucap terimakasih
bagaimana cara menjelaskan nya ya, bahwa mereka akan kelihatan aneh nanti nya jika tetap memakai baju baju yang merek punya, lihat lah baju mereka hmmmm bukan kah pakaian itu di sesuaikan menurut tempat nya Frans bergumam dalam hati
"ia baju baju yang kalian bawa dari kampung ngak usah di bawa ke sekolah, karena jika kalian bawa kalau sewaktu waktu kak viona rindu maka ia akan terobati dengan ada nya baju baju kalian disini" jawab bijak tuan Frans
kau emang raja nya drama tuan, tapi aku tahu Niat mu baik gumam viona
"yang di ucapkan tuan Frans benar sayang, bukan kah lebih keren jika sekolah baru dan baju baru heheheh " ucap viona sambil tertawa kepada Riko dan Reno
cantik sekali , ada bidadari yang hilang di surga sana, karena tersesat di rumah saya hmmm gumam Frans melihat viona tertawa
__ADS_1
"kak, Kaka kan sudah menikah dengan mas bro, kenapa masih manggil tuan ? kenapa ngak seperti Kaka teman nya Reno manggil manggil sayang gitu kak" ucap Reno polos, yang berhasil mendiamkan suasana , mendengar hal itu Frans melihat vio dengan menaiki alis mata nya sebelah
"hmmm padahal mas bro, udah sering bilang lo untuk manggil sayang aja tapi Kaka viona nya ngak mau tuh " jawab Frans berbohong tentu nya.
hmmmm begini cara main mu tuan muda, sangat hebat bersandiwara demi untuk selalu kelihatan baik di depan mereka , awas kau gumam viona
"hmmm sebenarnya semua orang punya panggilan sayang bukan?.dan tuan adalah panggilan sayang Kaka ke pada mas bro nya kalian " jawab viona tersenyum kepada tuan muda
ternyata kau tak sepolosnya yang ku bayangkan
"hei kalian bantu Riko dan Reno bersiap " ucap Frans memerintah
"baik tuan " jawab mereka sambari membawa Riko Reno ke kamar, meskipun mereka sedikit bingung karena sudah terbiasa mandiri menyiapkan semua sendiri tapi Riko Reno hanya menuruti perintah mas bro nya Frans
"dan kau bantu nyonya viona untuk bersiap " ucap Frans kepada seorang wanita
"aku bisa bersiap sendiri tuan, lagi pula aku ngak terbiasa di bantu dan satu lagi kita hanya mengantar Riko dan Reno ke sekolah nya, maka..." sebelum viona menyelesaikan bicara nya ,jari telunjuk Frans menempel di bibir viona
"jangan terbiasa membantah apa lagi menjawab perintah ku, aku tak suka beradu argument hal yang tak penting " ucap Frans kepada viona
"baik tuan " jawab viona mengikuti semua yang di perintahkan Frans
di kamar ..
"kenapa harus pakai gaun seperti ini ya mbak? kami cuma mau ke sekolah bukan ke pesta " tanya viona kepada seorang wanita membantunya tadi
"maaf nyonya saya hanya menuruti perintah tuan, kalau soal mengapa dan kenapa nya saya tidak tahu nyonya ," jawab wanita tersebut dengan sopan
"hei mbak ngak usah manggil saya dengan nyonya, cukup dengan viona aja, lagi pula seperti nya saya sedikit lebih muda dari mbak, jadi kurang sopan jika saya di panggil nyonya " ucap viona senyum
__ADS_1
"maaf nyonya saya tidak bisa, dan itu tidak lah pantas bagi saya jika hanya menyebut nama nyonya " jawab wanita tersebut sambil merapikan gaun yang sudah terpakai di tubuh viona yang indah.