
Di dalam kamar mandi
"o.m.g dia telah melihat mu wahai adik, dia ketakutan dan kita ? " Frans sambil berkaca di dalam kamar mandi " dan kita malu no no no kenapa harus malu, toh ini adalah rumah ku, dan kamu milik ku , kenapa harus malu ya kan " sambung Frans berbicara sendiri
"aaaaaaa kenapa harus ada kejadian seperti tadi, ini kesalahan nya kenapa harus menarik handuk ku " ucap nya kemudian lalu tersenyum geli
"sudah lah lebih baik saya mandi huuuu" ucap nya memulai aksi mandi
.
.
.
"oke tante sekarang kita mau masak apa?" tanya viona sebelum memulai memasak
"teserah kamu aja, aku ngikut" jawab Jelika melihat ke peralatan dapur
gitu amat lihat nya, apa tante jelika tak pernah melihat dan memasuki dapur gumam viona dalam hati
"oke kita akan masak kesukaan om Defran aja, om suka apa? " tanya viona
"mmm tanya pelayan aja , bentar ya , bikkkkkkkk biikk " teriak Jelika
"tante pelan pelan Napa? lagian ngapain nanyain ke pelayan, istri nya om Defran tu Tante bukan pelayan" ucap viona mengheningkan Jelika
" kenapa tante diam? apa ada yang salah dengan ucapan vio?" tanya viona
"saya istrinya tapi saya ngak tahu bahkan lupa apa makanan kesukaan nya " ucap Jelika sendu
"tidak apa Tante , kita coba dari awal lagi ya , tante mulai lagi dengan bismillah ya InshaAllah semua usaha akan ada hasil nya " ucap viona
"makasih ya, kamu baik "
" tante muji saya? udah mau temanan sama saya dong"
"hemm lagi asyik masak ya " ucap Anggita datang tiba tiba ke dapur
"mama, ikutan yok " ajak viona
"emang boleh ?" tanya anggita melirik Jelika , karena ia tahu hubungan nya dengan adik ipar nya Jelika tidak pernah baik
"boleh dong, iya kan tan , boleh kan " tanya viona menyenggol lengan Jelika
"ya boleh boleh aja, ini kan bukan dapur saya " jawab Jelika
"siapa bilang ini bukan dapur kamu, ini dapur kita kok para menantu Prayoga "
"berarti ini juga dapur dia , wanita yang di nikahi mas Defran " ucap Jelika pilu, Viona dan Anggita hanya saling lirik
"Hmm jadi kita masak apa tan, kesukaan nya om " ucap Viona sambil memecah kan suasana
" entahlah , saya rasa akan percuma, toh dia akan tetap menceraikan saya " jawab Jelika tak melihat viona maupun Anggita
"Jelika " Anggita memegang pundak iparnya. "mungkin kita memang tak pernah berhubungan baik, bahkan kita tak pernah tanpa cekcok tapi meskipun begitu bukan kah kita tetap keluarga?" tanya Anggita
" Saya , viona mendukung kamu untuk mempertahankan rumah tangga mu, asal kan kamu mau berjuang " ucap Anggita yang hanya di anggukan oleh Jelika
"terimakasih mbak " ucap nya kemudian dan tersenyum
.
.
.
" apa kau telah menulis berapa yang kau mau?"
"jika mbak menginginkan mas Roy meninggalkan ku , aku tak butuh apa apa dari mbak " jawab Wulan kepada Wanda yang barusan sampai dari kediaman Wulan
"sombong sekali kau " ucap nya sinis
"saya tidak sombong, silakan berbicaralah dengan mas Roy dan pinta dia meninggal kan saya , jangan hanya menghina saya " jawab Wulan melihat Wanda
"Aku tahu sifat lelaki , apa lagi suami ku Roy ,jika dia tidak meninggalkan mu maka kau yang harus meninggalkan nya, kalau tidak kau akan menanggung akibat nya "
__ADS_1
"Apa kau tidak takut sesuatu akan terjadi dengan ibu mu? " ucap Wanda melihat Wulan, tentu saja wajah Wulan berubah kwatir tapi ia berusaha tenang
"begini ternyata kepribadian mu mbak, membawa bawa orang lain dalam permasalahan mu, seperti nya kau juga suka mengancam , hanya karena keinginan mu tidak terwujud "
"aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak menikah dengan mas Roy, tapi takdir tetap membawa saya untuk menjadi istri nya, aku juga tidak mau menjadi istri keduanya apa lagi hanya sirih, jika mbak memberi ku sedikit waktu izinkan aku menceritakan kepada mbak, kenapa akhirnya aku menerima menjadi istri keduanya mas Roy " sambung viona dengan nada pelan dan berusaha tenang
"aku tidak peduli dengan masalah mu, aku juga tidak mau dengar cerita mu, yang aku inginkan tinggal kan suami ku , dan pergi lah sejauh mungkin "
" Apa hak mu menyuruh istri ku pergi bahkan meninggalkan ku?" tanya Roy yang barusan tiba di apartemennya
"tinggal kan perempuan ini, dan pulang lah ke tempat mu yang seharusnya kau pulang"
" pulang? kau mengenal kata kata itu dan makna dari kata itu? "
"apa maksud mu" tanya Wanda tak mengerti
"sekian lama kau tak pernah pulang ke rumah mu , tak pernah tahu dengan keadaan rumah, anak anak mu bahkan suami mu, sekarang kau meminta ku untuk pulang? bukan kah itu aneh Wanda " tanya Roy
" jangan lagi berprilaku an seperti anak anak bahkan ABG Roy , karena hanya aku sibuk dan tak pulang bukan berarti kau bisa menikahi perempuan ini "
"hmmm apa lagi yang kita harapkan dari hubungan ini Wanda, tidak ada lagi keharmonisan ,tidak ada lagi cinta lebih tepat nya, kau mungkin bahkan lupa kapan terakhir menanyakan kabar ku, sebagai basa basi mu "
"Sekarang pergi lah dari sini, aku akan mengurus perceraian kita " sambung Roy
"aku tidak akan bercerai dengan mu hanya karena perempuan ini " ucap Wanda pergi meninggalkan mereka berdua
.
.
.
Kediaman utama , setelah akhir nya viona dan Anggita membantu Jelika untuk masak , mereka menghabiskan waktu di taman belakang .
"Perkarangan rumah ini sangat besar dan luas ya mah , sangat cantik "
" karena nenek mu, ibu mertua ku sangat menyukai taman yang luas, ayah mewujudkan impian ibu" jawab Anggita
" apa Frans memperlakukan mu dengan baik nak?" tanya Anggita
" Frans sebenarnya dia adalah orang penyayang, sangat peduli kepada orang lain, tak akan tega melihat orang lain kesusahan , dia suka anak anak hmmm dia bahkan membuat panti asuhan khusus untuk anak anak terlantar" Anggita menceritakan tentang Frans
"kalian membicarakan aku?" tanya Frans tiba tiba
"tidak, siapa yang berani membicarakan mu terutama di belakang orang nya "
"siapa lagi yang berani jika tidak ibu dan istri saya " jawab Frans membuat Anggita tertawa
" OOO iya apa terong nya udah kalian buang?" tanya Anggita mengingat terong yang di bicarakan viona
"terong?" Frans melihat kepada mama dan istri nya tak mengerti sedangkan viona hanya bergumam tanpa ekspresi
mati aku, kenapa mama tiba tiba menanyakan terong lagi sih mah
"iya tadi viona bilang dia melihat terong hidup di kamar kalian, makanya mama suruh buang, lagian kenapa terong bisa di dalam kamar sih, bikin gatel takut nya " ucap Anggita ngak habis pikir
"buang?" tanya Frans kaget mendengar ucapan dari ibu nya
jadi kau bilang ke mama ku, mengenai terong? dan kau akan membuang terong ku? apa kau tak salah ha' adik ku yang berharga ini kau bilang terong hidup, awas kau nanti viona gumam Frans
"iya buang aja, minta pelayan sekali an membersihkan kamar kalian" ucap Anggita
"sudah viona singkirkan kok ma terong nya,hehhe ngak ada terong lagi mah , mah vio ke kamar bentar ya "
"ngapaen " tanya Anggita
"itu mah, mau bersih bersih takut ada ulat ulat terong nya mah, takut juga bikin gatal " jawab viona alasan karena semakin lama disini pembahasan terong akan lama
"oke deh sayang " jawab Anggita , di ikuti dengan viona berlalu ke kamar nya
"mah "
"hmmm"
"Frans bantu viona bentar ya mah "
__ADS_1
"juga mau pergi?"
"hmm iya tadi terong nya besar, takutnya nanti ulat nya juga besar besar kasihan viona sendiri an mah "jawab Frans
"oke "
awas kau istri remaja, habis kau sekarang gumam Frans sambil berjalan menuju kamar
Dorrr pintu kamar terbuka , viona terkaget melihat siapa yang masuk
"ya ampun tuan, apa ngak bisa pelan pelan apa?" tanya Viona
"ngak bisa, karena terong nya udah membuat ku gatal " jawab frans kejam melihat viona
"ada apa dengan anda tuan?"
"kau berani menyebut adik ku dengan terong hidup ha' , kau mengataiku manusia terong?"
"bukan bukan itu tuan, aku hanya asal Jawab aja tadi ketika mama bertanya saat aku kelihatan gugup dan ngomong sendiri " jawab viona menjawab dengan cepat karena Frans semakin mendekati nya
" jadi kau gugup ?"
"mundur lah tuan, aku mohon "
"hmm mundur? bukankah tadi kau bilang ingin membersihkan nya ? kau takut ada ulat ulat terong dan kau takut membuat dirimu gatal kan?"
" hmmm baiklah aku akan membiarkan mu membersihkan nya " sambung Frans
"bukan itu maksud ku tuan, aku mohon mundur lah sebelum ..."
"sebelum??" tanya Frans
"Sebelum kecoa itu memanjat terong mu " ucap viona melihat ke arah belakang kaki Frans
"kecoa? di mana?"
"itu di belakang kaki mu tuan "
" aaaaaaaa" pekik keduanya dan berhamburan di ke atas ranjang
"hus hus hus " usir kedua nya
"kau laki ,Maco kenapa malah takut dengan kecoa " ujar viona
"diam kau, lagi pula selama bertahun-tahun saya tinggal di sini tidak pernah ada kecoa, kenapa malah sekarang ada di hadapan ku " cerca Frans
"mana aku tahu, mungkin dia ingat melihat terong mu" jawab viona kecoplosan
"maaf ngak sengaja " ucap nya menutup mulut melihat frans kesal kepada nya
"usir kecoa ini, kau gadis kampung seharusnya kau tidak takut dengan kecoa "
"aku memang tidak takut dengan kecoa tuan, tadi aja aku pegang kecoa dan memasukkan nya ke dalam kamar Tante Jelika "
"jadi sekarang kenapa kau ketakutan?"
"karena itu bukan kecoa , apa kau tidak tahu membedakan antara kecoa dan laba laba ha' " mendengar itu frans Melihat kembali dengan jelas makhluk di depan ranjang nya , sebenarnya tadi dia hanya terfokus dengan apa yang di ucapkan viona tanpa melihat dengan jelas binatang apa itu
"kenapa kau malah menyebut nya kecoa gadis kecil ?" ucap Frans emosi
"karena aku salah bicara tuan, sekarang usir kah karena aku sangat geli melihat kaki nya " ucap viona terlihat geli dan takut
Frans melempar laba laba tersebut dengan sandal nya hingga ia kabur dan meninggalkan satu kaki nya . tentu dengan sigap Frans mengambil kaki laba laba yang patah tersebut .
" kau takut dengan ini bukan? ini kaki nya " Frans mengarah kan kaki laba laba ke arah viona
"jangan jangan tuan" vioan berlari ke semua arah di kamar tersebut , Frans mengejar viona yang ketakutan
prakk bugh viona tertabrak sofa saat berlari , Frans menabrak viona hingga jatuh bersamaan dengan posisi viona yang terhimpit Frans
"kau sangat berat tuan " ucap viona tanpa di dengar oleh Frans , dia terpana melihat kecantikan yang ada di bawah pandangan nya , Frans mendekat dan
cup , satu kecupan mendarat di bibir viona , mendapatkan hal itu viona membulatkan mata nya tanpa ekspresi apa pun . Tiba tiba viona mendorong tubuh frans dan melepaskan diri dari darinya .
"maaf " ucap frans kaku
__ADS_1
"aku gerah, aku akan mandi " jawab viona meninggal kan Frans