Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 40 jangan merayu


__ADS_3

"ayo Wulan kita kesana, saya akan memperkenalkan kamu dengan ayah mertua saya " ucap Anggita membawa Wulan pergi meninggalkan Kania yang lagi di bakar emosi


"kau menghina dan merendahkan ku nyonya , liat apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan kehidupan anak mu itu " gumam Kania dengan sinis


"sudah ku bilang ,kau membutuhkan bantuan ku nona " ucap Jelika dari belakang Kania


" aku belum mengatakan meminta bantuan mu nyonya" jawab Kania Melihat jelika


"sudah di hina kau masih saja belagu dan sombong " timpal Ervan yang berada di samping mama nya


" hmmm aku punya sendiri untuk membalikan ke adaan ku , bukan seperti mu yang slalu ngumpet di ketiak ibu mu " jawab Kania sinis


"kau , berani meng..."


"Ervan diam lah , jangan membuat keributan , orang orang mulai melirik kita " jelika memotong pembicaraan anak nya ketika melihat Ervan mulai menunjuk Kania dengan jari nya


"kau butuh bantuan kami, jadi mari kita bergabung " sambung Jelika ke pada Kania


"bergabung dengan kalian? hmmm kalian saja tega mengkhianati keluarga kalian sendiri? apa lagi dengan orang lain " ucap Kania sambil berlalu keluar dari gedung


kurang ajar gumam jelika marah dalam hatinya


"kita mau kemana tuan ? " tanya viona gugup


"sudah ku bilang jangan menggoda lelaki mana pun, kenapa kau malah dengan senang hati merayu mereka?" ucap Frans berbisik kepada vio sambil tersenyum Sehingga orang orang yang melihat mengumpulkan Frans sangat berlaku manis kepada viona


"tuan muda Frans , selamat atas perayaan pernikahan mu " ucap Roy memanggil Frans


"terimakasih pak Roy, berapa hari kita tak bertemu, seperti nya bapak jauh lebih mudah dan lebih bergairah tentunya " jawab Frans sambil tertawa


"hahah anda bisa saja, ya saya menemukan hidup yang baru lagi, kebahagiaan yang saya cari semenjak menikahi nya " melihat Wulan yang sedang di berbicara dengan pak Handoko dan Anggita


"saya senang mendengar nya "


"mari kita kesana, karena saya penasaran apa yang sedang mereka bicarakan dan sedikit curiga mereka menertawakan kita " ucap Roy membuat frans dan viona tersenyum


aku bahagia jika mbak Wulan bersama lelaki yang sangat menyayangi nya gumam viona sambil berjalan


"ingat jangan merayu orang dengan senyum mu itu "


"jadi aku harus bagaimana tuan? jika ada orang tersenyum pada ku? apa kah aku harus memonyongkan bibir ku? " timpal viona pelan


"kau berani menjawab ku "


"mana aku tahu senyum ku bisa merayu orang atau tidak yang aku tahu aku selalu tersenyum kepada semua tamu itu yang di suruh ibu mertua ku mama mu tuan " ucap viona sambil menggandeng tangan dan mengusap lengan suami nya

__ADS_1


"menantu mu sangat cantik pak Handi" ucap seorang kepada pak Handi


"tidak di ragu kan lagi pak pilihan anak saya tidak pernah meleset " jawab pak Handi sambil tertawa


"saya setuju itu om " timpal Alex tiba tiba di tengah tengah mereka


dia lagi , sebesar ini gedung kenapa malah kesini sih ini orang gumam Frans tidak Suka Melihat Alex


"Alex kau disini?"


"tentu om, mana mungkin aku melewati perayaan pernikahan saudara saya yang ganteng ini" ucap Alex menepuk pundak Frans


"kaka ipar apa kah kau mau minum?" tawar Alex kepada viona


"Kaka ipar? dari kapan aku menjadi Kaka mu? "


"semenjak kau di lahir kan , kau sudah menjadi Kaka ku" jawab nya cuek


"ini minum untuk mu Kaka ipar " ucap Alex mengambil kan viona minum


"dia tidak haus, lagi pula kalau dia haus dia bisa ambil sendiri dan masih ada suami nya disini , jadi kau tak perlu repot-repot " ucap frans sambil mengambil gelas di tangan Alex


"terimakasih tuan Alex, tapi benar kata suami ku ,saya sedang tidak haus , lagi pula jika saya haus ,ada suami yang akan mengambil kan minum untuk saya " jawab viona kepada Alex


"hmmm jangan Panggil aku tuan Kaka ipar, aku mohon panggil aku Alex saja "


"tidak ada tapi tapi an Kaka ipar, lagi pula saya lebih muda dari suami mu "


"baik lah Alex "


"kedengaran nya bagus, bukan begitu Kaka Frans hahahah " ucap Alex meledek Frans


"ayah ada yang ingin ku bicara sekarang " ucap Jelika


"apa sepenting itu? Sehingga harus di bicara kan disini?" tanya Handoko


"iya ini lebih dari penting , apa lagi menyangkut nama baik Prayoga " ucapnya melirik Anggita


jika jelika membicarakan itu sekarang , maka semuanya akan berantakan lagi pula itu tidak bagus untuk viona , harga diri dan kehormatan nya akan di pertanyakan orang banyak gumam Anggita


"jelika bagus nya kita bicarakan nanti saja , lagi pula dimana mas Defran bukan kah tadi dia bersama dengan mu?" tanya Anggita untuk menggagalkan rencana Jelika


"dimana defran , dimana suami mu?" tanya Handoko kepada Jelika


"tadi dia ada disini ayah?"

__ADS_1


"terus sekarang dimana dia?"


"saya juga kurang tahu ayah, sekarang aku akan memberi tahu ayah suatu hal yang penting "


"bagaimana aku bisa percaya dengan hal penting kata mu yang akan kau katakan, sedangkan suami mu saja, kau tak tau keberadaan nya "


"tapi ayah ..."


"sudah cukup jelika, sekarang cari lah dimana anak ku berada, dimana suami mu? apa yang kau kerjakan sehingga dimana suami mu saja kau tak tahu " ucap Handoko kepada jelika


mendengar hal itu Jelika pergi dengan kesal dan dengan amarah.


kali ini saya berhasil, tatapi untuk selanjutnya saya tidak yakin. Saya harus memberi tahu Frans tentang semua ini , dan setelah itu saya akan memberi tahu ayah mengenai ini, dan Mas Handi juga harus mengetahui ini gumam anggita melihat Handi


"kenapa ma, aku tahu kau lagi menyembunyikan sesuatu, kau tahu aku tidak pernah suka jika kau melakukan itu pada ku " bisik Handi melihat istri nya seperti orang sedang berpikir


"iya pah, ada sesuatu yang besar sudah ku ketahui , nanti di rumah akan aku ceritakan " ucap Anggita melihat suami nya , mendengar itu Handi mengangguk dan merangkul istri nya


"Alex dimana kau tinggal selama di kota ini?"


"apartemen kek " jawab Alex


"seperti biasa , tinggal lah bersama kami sampai proyek itu jadi " ucap kakek, ya Alex ke kota Sumatra tidak hanya untuk menghadiri acara perayaan pernikahan Frans tapi juga perjalanan bisnis


"no no no kali ini aku tak setuju " ucap Frans spontan


"Frans " kakek menegur


"heheh maksud Frans kek, kami akan mengerjakan Proyek yang lumayan besar , jika Alex di apartemen maka dia akan lebih konsentrasi kek "


"apa hubungannya konsentrasi dengan rumah dan apartemen nak " jawab Handi mendengar kan jawaban anak nya


"hahah sudah lah om kakek, saya tinggal di apartemen saja , seperti nya si tuan muda ini enggan menerima saya karena ia takut terganggu bersama Kaka ipar , hahahah lagi pula saya akan datang kapan saya mau " ucap Alex menggoda Frans


"kauuu awas ya .." jawab Frans


"ya sudah teserah kalian saja " ucap kakek Handoko


Terimakasih telah mampir semua nya...


mintak like vote nya dong all..


biar author semangatttt...


terimakasih...

__ADS_1


coment nya juga ya. heheh 😍😍


__ADS_2