
" kamu tidak perlu kwatir saya tidak tertarik dengan wanita wanita seperti kalian , dan saya adalah Frans Prayoga Aditya " ucapnya mematikan telfon dari Wulan dan melempar benda pipih tersebut ke sembarang arah.
"kalau wanita ini sudah bangun, kabari saya Bu" ucap Frans berlalu pergi
"Frans? sok beken kali nama nya, seperti tuan muda Frans yang hampir tiap menit itu masuk TV karena kesuksesan di usia muda, ahh masak iya viona ketemu dia, hihihi " ucap Wulan membayangkan hal yang tak mungkin ,tapi kenyataannya takdir membawa viona ke pada orang yang ditidak mungkinkan oleh Wulan
" apa saya harus ke tempat mbak Shinta? paling tidak mbak Shinta tidak perlu kwatir lagi " sambung Wulan berbicara sendiri
lain cerita yang terjadi di kampung halaman viona terhadap adik adik vio, malam ini mereka tidak bisa tidur karena kepikiran atas Kaka dan ibu nya.
"apa benar kata mereka bang? Kaka juga mengikuti pekerjaan ibu?" tanya si bungsu ke pada Riko
" hussss jangan percaya atas omongan orang dik, Kaka kita berbeda ,dia wanita yang pintar dan Kaka tidak akan melakukan hal yang buruk yang akan merugikan dirinya " jawab Riko kepada adik nya walaupun sebenarnya di hati Riko juga sedang berkecamuk kecemasan dan pertanyaan yang sama dengan reno
"tapi bang, dulu ibu kita juga tidak percaya tapi pada akhir nya omongan omongan orang itu benar bang " ucap Reno kembali , membuat riko terdiam
"Abang diam , benar bang Kaka mengganti kan pekerjaan ibu , sekarang ibu lagi sakit keras dan sebentar lagi Kaka juga akan mengalami hal yang sama begitu kata orang orang di kedai tadi bang " ucap Reno sambil menangis , mendengar hal tersebut Riko memeluk adik nya , meskipun Riko berusaha menyembunyikan air mata dan kesedihan di Depan adik nya , nyatanya air mata tersebut jatuh juga
Ya sekarang di kampung tersebut, sudah tersebar berita yang mengatakan ibu Shinta mengidap penyakit menular mematikan , penyakit HIV , dan sekarang viona di kota sebagai pengganti ibu nya untuk memuaskan nafsu lelaki hidung belang. Riko dan Reno pun semakin tidak punya teman bahkan mereka semakin sering menerima hinaan dari orang kampung.
Kembali lagi ke kota, Sekarang Wulan sudah sampai di depan rumah sakit dimana Shinta di rawat. Saat akan memasuki ruangan Shinta , kaki langkah Shinta terhenti karena mendengar suara mami Tina
"Dengar ya Shinta jika hingga besok viona tidak datang kepada saya ,maka pengobatan kamu tidak saya tanggung lagi, dan kamu akan saya buang di jalanan " ancam mami Tina kepada Shinta
"selama ini saya bekerja dengan mami, saya tahu mami tidak akan rugi dengan hanya membayar pengobatannya saya " jawab Shinta
"diam kau lon** , kau pikir biaya rumah sakit ini murah ha' , ingat pesan saya hingga esok sore " mami Tina dan anak buah nya pergi meninggalkan ruangan tersebut
"hmmm bahkan saya sudah tidak peduli akan nasib saya mi, setelah saya mendengar kan viona bisa lepas dari sekapan kalian , saya bahagia " ucap Shinta setelah mami Tina pergi
__ADS_1
kreeetttt pintu terbuka
" Wulan , mereka ada di sini" ucap Shinta kwatir jika mami Tina dan orang orang nya masih ada di sini
"tenang mbak, mereka sudah pergi" ucap Wulan
"dimana vio lan " tanya Shinta kwatir, Wulan menceritakan semua kejadian kepada Shinta mulai dari ia di sekap hingga vio terjatuh tertabrak mobil .
"apa viona tidak apa apa lan? gimana keadaan nya?" tanya Shinta
"kata orang yang menyelamatkan nya tidak apa mbak" Jawab Wulan
"Frans Prayoga adytia , seperti nama pengusaha muda yang sering muncul dimana mana, hmmm masih ada ya nama yang persis sama " ucap Shinta telah mendengar cerita Wulan tadi
"bisa jadi mbak, hehehe" ucap Wulan bingung mau kemana , karena jika ia pulang ke penginapan tempat biasanya pasti anak buah mami sudah menunggu nya disana
"Wulan, terimakasih sudah menyelamatkan viona dan maaf karena membantu kami, kamu kesusahan bahkan juga di sekap " ucap Shinta tidak enak hati
"sekarang kamu mau kemana lan, kalau kamu pulang pasti mereka akan menangkap kamu kembali" tanya Shinta
"mbak ngak usah kwatir, sebentar lagi juga pagi, Wulan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 1.30 WIB, malam ini saya tidur di luar saja mbak heheheh kita tidur di gedung yang sama malam ini" ucap Wulan tersenyum tanpa menunjukkan kesedihan sedikit pun.
bisa saja aku menghubungi om Aryo malam ini, tapi aku ngak mau lagi menambah dosa yang sudah terlalu banyak , bathin Wulan sambil tidur di kursi tunggu di depan ruangan Shinta
matahari dengan malu malu menampakkan wujud nya, hari baru telah datang begitu pun dengan takdir viona , hari ini takdir baru akan tertuliskan dan penentuan di masa akan datang.
"Ya Allah dimana aku" ucap viona terkejut melihat keadaan yang sudah berganti pakaian dan berada di kamar begitu mewah
"ya Allah apa aku sudah , sudah " viona memeriksa semua lekuk badan nya terutama harta berharga dalam diri seorang wanita ,tak ada yang aneh kecuali kepala dan bahu nya nya yang masih sakit karena benturan kemarin
__ADS_1
"tapi belum, dari yang aku tahu setelah melakukan hubungan intim, maka "bunga" ku akan sakit dan ngilu , tapi ini biasa aja toh " ucap viona bahagia saking bahagianya viona berdiri lompat lompat gembira di atas kasur
"ye ye ye ye ye Alhamdulillah semuanya masih utuh " ucap viona sambil melompat bahagia seperti anak anak ,bahkan ia tak tahu sang pemilik rumah mengintipnya dari tadi dengan ekspresi yang tak bisa di jelaskan
ini anak kecil aneh banget sih, tapi dari perkataan nya dia masih utuh , aaaa bodo amat deh...ucap sang tuan Frans
"Hem Hem " viona terkejut mendengar deheman seseorang
" apa kau akan menghancurkan tempat tidur ku" ucap sang empunya rumah
"mmm maaaf pak saya " ucap viona terpotong
" aku bukan bapak mu, sekarang turun lah dari katil ku dan segara siap siap untuk mengangkat kaki dari rumah ku" ucap nya berpaling pergi
" ya Allah apakah di kota ini, semua di isi orang seperti itu ya, kejam sekali " viona masih bengong di atas katil yang berantakan akibat lompatan tadi
" hihihi nona nona, tuan muda Frans sangat la baik, dia emang judes tapi hati nya baik bener non" ucap bik Odah masuk kamar
"maaf Bu " ucap viona
"panggil saya bik Odah ya neng, saya pembantu di rumah ini " ucap bik Odah menjelaskan
" ngak usah panggil nona bik, panggil viona aja" ucap viona sopan sambil menyalami bik Odah
"nona kan tamu tuan Frans, jadi sepantas nya saya memanggil dengan sebutan itu non" ucap bi Odah senyum
"saya bukan tamu nya bik, tapi saya pungutan yang di bantu oleh nya karena kebetulan saya tertabrak oleh mobil tuan nya bibi" ucap viona sedih mengingat apa saja yang telah terjadi malam tadi, tanpa sepengetahuannya tuan Frans mendengar kan semua yang di ucapkan viona .
" ehh masih lama ngak ni curhatnya, saya sudah lapar dan waktu saya sudah banyak terbuang buang menunggu kamu, saya tunggu kamu 10 menit lagi di meja makan " ucap Frans langsung pergi..
__ADS_1
terimakasih telah mampir
mintak like, vote dan hadiah nya dong 🙏