Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 28 surat perjanjian


__ADS_3

Sekarang Frans dan viona duduk berhadapan di ruang tamu ,


"silakan kau baca terlebih dahulu dengan cermat dan teliti "


Viona membuka berkas tersebut dan membacanya dengan seksama


...Perjanjian serta peraturan dalam pernikahan kontrak...


Berdasarkan dengan ada nya pernikahan yang terjadi dengan pihak pertama (selaku suami) dan Pihak kedua (selaku istri) , ada beberapa hal yang harus di sepakati oleh kedua pihak terutama oleh pihak kedua .




Pernikahan ini hanyalah nikah kontrak selama tiga bulan , setelah waktu nya habis maka pihak pertama dan kedua harus bercerai dengan baik baik di pengadilan




pihak kedua di larang jatuh cinta ke pada pihak pertama karena itu hanya membawa masalah




pihak kedua tidak boleh ikut campur dalam kehidupan pihak pertama , tentang apa pun itu




setelah bercerai, pihak pertama akan memberi kompensasi ke pada pihak kedua untuk melanjutkan hidup di masa depan




pihak kedua mempunyai kewajiban untuk menyiapkan keperluan pihak pertama baik itu sarapan, baju maupun kebutuhan lainnya.




Di depan keluarga besar pihak pertama, kolega kolega maupun sahabat dan teman teman pihak pertama dan kedua harus menunjukkan keharmonisan dan bahagia Terutama di depan kakek pihak pertama




selama belum bercerai, pihak kedua tidak di perbolehkan mendekati laki laki lain atau berselisih jika hal itu terjadi pihak kedua harus membayar denda sebesar 100 juta




pihak kedua tidak boleh membantah atau melanggar apa pun yang di perintahkan pihak pertama



__ADS_1


9.jika pihak pertama melanggar perjanjian ini, maka ia berkewajiban untuk di denda 100 juta



peraturan lain nya yang di perlukan bisa menyusul di kemudian hari



yang bertanda di bawah ini


pihak pertama pihak kedua


Frans Prayoga aditya Viona


kenapa semua isi perjanjian ini lebih menguntungkan dia ? ini tidak bisa di biarkan ucap viona dalam hati


"kau boleh menambahkan ,jika ada yang penting dan Tentu itu seizin saya " ucap Frans sambil melipat tangannya di dada


"baiklah " ucap viona akan menulis


"eehh saya bilang kan se izin saya, kenapa langsung di tulis" ucap Frans sambil merebut kertas dulu


"baik lah, saya ingin menambahkan, tuan dilarang menyentuh tubuh saya selama pernikahan ini terjadi "


"prettt jangan kan menyentuh mu, melihat mu saja aku ogah "


"sekarang , belum tau nanti kan? saya hanya waspada "


"oke silakan di tulis "


"terimakasih, dan jika peraturan itu tuan langgar ?"


" tenang saja , saya tidak akan melanggar, type saya bukan seperti mu datar, kurus dan tak berisi " ucap Frans melihat tubuh viona


"silakan tulis apa yang ingin kau tulis , karena saya mau istirahat dan besok kamu akan menerima copy an nya" ucap Frans


"oo ya satu lagi, jangan terlambat untuk besok karena besok kita harus pergi ke kediaman utama " sambung Frans berlalu


Apartemen Om Roy


"terimakasih telah mau menjadi istri saya " ucap om Roy sambil merangkul wulan


" sama sama om, walaupun sebenarnya saya sangat merasa bersalah" jawab Wulan


"bisa tidak panggilan om di ubah? memang kelihatan kali saya om om man " ucap Roy , membuat Wulan tertawa


"terus wulan manggil apa?"


"mas mungkin atau sayang " jawab Roy


"mas aja deh hehehe" jawab Wulan


"kamu tidak perlu merasa bersalah sayang, Karena sebelum saya mengenal kamu, rumah tangga saya sudah hancur"


" hanya tinggal status, karena sebenarnya hidup kami sudah masing masing " sambung Roy


"entah lah mas, saya tidak tahu hal itu, yang Wulan tahu sekarang Wulan adalah orang ke tiga di rumah tangga mas " jawab Wulan


"kalau ibu dan Fandi tahu semua ini , mereka pasti akan kecewa , hmmm apa kabar mereka Wulan sangat rindu " sambung Wulan karena sudah lama tidak berkunjung ke kampung halaman nya walaupun sering berhubungan dengan ponsel tentu tidak akan mengobati seluruh rindu


Di bagian dunia lain seorang wanita **** nan cantik sedang menikmati hidup nya dengan seorang lelaki yang ketampanan nya juga tidak kalah dengan tuan muda Frans dia adalah Roby musuh buyutan Frans dari masa sekolah, ia juga anak orang terpandang , pengusaha yang selalu bersaing dengan perusahaan keluarga Frans

__ADS_1


"sayang ,kau sangat dahsyat " Kania memeluk lelaki yang di samping nya


" kau pun mampu membuat ku puas " ucap Roby mencium kepala Kania


"satu Minggu lagi kau akan terbang ke tempat nya " sambung Roby seperti kesal


"sayang , kau pun tahu pasti tujuan saya untuk menemui dan mendatangi nya " jawab Kania


"tenang sayang, aku tetap akan kembali kepada mu , aku tetap milik mu " jawab Kania merayu Roby


Hari baru telah tiba, Viona sibuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya.


"wawww wangi nya, kau bangun jam berapa? " tanya Frans nongol dari kamar


"kalau pun aku jawab atau pun tidak , tentu tidak akan ada rugi maupun untung nya untuk mu " jawab viona masih kesal entah kenapa


"kenapa kau ? kelihatannya kau kesal pada ku " tanya Frans


"apa semalam kau kesurupan ? sambung nya


entahlah mengapa aku kesal? memang nya kenapa jika ia mengobrol dengan asisten mengenai perempuan yang bernama Kania tersebut? ya Allah viona sadar dong ini hanya pernikahan bohongan , kau tak berhak memarahi nya , apa lagi cemburu sadar Vi sadar vio bergumam sambil menampar pipi kanan dan kiri nya dan semua itu di lihat oleh frans


"ya Allah , apa kau benar benar kesurupan? atau kau demam" tangan Frans menempel di dahi viona, membuat jantung vio berdetak kencang


jantung jangan lompat sekarang dong, aduh malu ihh kalau tuan Frans mendengar ucap viona


"aku tidak apa apa tuan, tadi malam aku mimpi di cekik kuntilanak maka nya aku badmood pagi ini " jawab viona berusaha tenang


" ha ' kuntilanak? kau pikir apartemen ku kandang kuntilanak apa?


"bukan kandang, mungkin calon kandang "


"ahh banyak bacot, aku mau siap siap dulu mau ke kantor, nanti siang akan ku jemput , tapi ingat ya aku tidak suka menunggu jadi sebelum saya sampai kamu harus siap " ucap Frans berlalu


"satu lagi pakai salah baju yang baru datang semalam, pilih pakaian terbaik ingat itu " sambung frans menegaskan


Flashback tadi malam


" Riko Reno lagi apa ya sekarang? aku lupa lagi mintak no ponsel pengurus yayasan tersebut " ucap vio di dalam kamar sendiri


"apa aku mintak aja ke tuan Frans ya" jawab nya sendiri


Viona melangkah kan kaki ke kamar tuan Frans, viona mengetuk tapi tak ada jawaban , vio memberanikan diri untuk membuka pintu karena Frans tidak menguncinya ,


saat vio masuk dalam kamar ia melihat Frans berdiri di balkon vio menghampiri


"apa kau yakin vayo" ucap Frans , ternyata Frans lagi mengobrol dengan asisten nya vayo melalui telfon , vio menunggu Frans hingga selesai menelfon


"seperti nya Kania ingin bermain main dengan ku sekali lagi "


"......"


"hahahahha Kania Kania wanita cantik yang aku cintai "


"......"


mendengar hal itu vio langsung pergi dari kamar Frans , entah mengapa hati nya merasa sakit meskipun ia menyadari itu salah tapi bukan kah hati tidak bisa berbohong


"ehhh brensek, aku belum selesai berbicara aku memang mencintai nya dulu, tapi sekarang jangankan menyentuh nya melihat nya saja aku jijik, Roby lelaki yang selalu menganggap aku musuh nya " ucap Frans di dalam ponsel nya....


Tapi sayang kalimat terakhir yang di ucapkan Frans, tidak sempat vio dengar karena ia keburu pergi

__ADS_1


flashback end


__ADS_2