Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 21 ibu Shinta meninggal


__ADS_3

"ibu " panggil Riko dan Reno serentak langsung memeluk ibu nya. Shinta hanya tersenyum melihat mereka.


HIV menyebabkan AIDS dan mengganggu kemampuan tubuh melawan infeksi.


Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, atau cairan ******. Jadi kalau hanya berpelukan tidak akan terjadi penularan.


"iii bu su su dah bahagia melihat kalian telah bersama kembali, jika sekarang saat nya ibu pergi ibu sudah tenang " ucap Bu Shinta terbata bata


"jangan bicara yang macam macam bu, vio dan adik adik masih butuh ibu disini " ucap viona menangis


" jangan menangis nak, ikhlaskan apa yang terjadi, kita tidak bisa melawan takdir , ibu mintak maaf nak semenjak ayah mu pergi, kamu telah menerima beban hidup yang tak sesuai dengan umur mu, sekarang sekali lagi ibu akan menyusahkan mu nak kali ini untuk selama lama nya tolong jaga adik adik mu" ucap shinta lemah dan pelan , mendengar semua itu viona cuma bisa menangis dan menggeleng kan kepala nya bertanda ia belum siap .


"jangan menangis, kali ini kamu tak sendiri nak, ada suami mu yang akan menjaga mu sayang " ucap Shinta melihat kepada tuan Frans


"nak Frans, hari ini kamu telah resmi menjadi suami nya anak ibu viona, sekarang viona adalah tanggung jawab mu, mungkin kamu sedikit kerepotan nak karena viona mempunyai dua adik yang akan dia jaga" sambung Shinta dengan sesekali menarik nafas panjang


"saya akan menjaga viona dan adik adik nya buk, ibu tidak usaha kwatir sekarang mereka adalah tanggung jawab saya " jawab Frans meyakinkan ibu nya viona


jawaban ku seperti menjadi suami sungguhan saja bathin Frans


"ibu tidak tahu bagaimana dan kenapa kalian sampai menikah dan ibu juga tidak mau tahu mengenai itu, tapi ingat la satu hal suami istri itu adalah satu , ibu berharap ini adalah pernikahan terakhir untuk kalian berdua, semoga kalian selalu di bawah lindungan Allah " ucap buk Shinta semakin lemah


"iya buk" jawab viona

__ADS_1


"hidup lah rukun Riko reno" Shinta melihat anak anak nya satu satu


"Wulan terimakasih banyak sudah menjadi adik nya mbak " ucap Shinta lemah , mendengar itu Wulan hanya mengangguk dan menangis


Pemakaman ...


"Bu sekarang ibu sudah tenang dan tidak sakit lagi di alam sana kan Bu, semoga Allah mengampuni semua dosa dosa ibu , banyak hal yang ingin vio ceritakan sama ibu, banyak yang ingin vio tanyakan sama ibu tapi Allah berkehendak lain Bu" ucap vio menangisi batu nisan ibu nya


Setelah ia berbicara banyak hal kepada orang orang tersayang nya Shinta drop dan kritis hingga pukul 03.00 pagi tadi ia menghembuskan nafas terakhir nya


"kak kita benar benar tidak punya siapa siapa lagi, kita tak punya ayah dan tak punya ibu " ucap si bungsu menangis di samping Kaka nya


"sayang kamu masih punya kak viona , bang Riko ,mbak Wulan yang akan selalu menyayangi kamu " jawab Wulan


"jangan menangis ada saya yang akan menjaga kalian, dan kalian anak laki jangan cengeng" ucap Frans yang sedang berdiri di belakang mereka. Sebenarnya Frans tersentuh dan hati nya sakit melihat kejadian seperti ini di depan mata tapi entah mengapa ia tak bisa memperlihatkan apa yang ia rasa.


mengapa aku sakit melihat gadis itu menderita ya, aku sakit melihat ia menangis, apa aku sudah mulai jatuh cinta kepada nya , ah tidak mungkin masak aku jatuh cinta kepada gadis ingusan , mungkin cuma rasa kasihan saja karena gimanapun ia sudah menjadi istri ku , iya kasihan bukan cinta ucap Frans dalam hati


"sebentar lagi hujan ,ayok kita pulang" ajak Frans kepada viona dan adik adik nya , karena tak mau buat masalah karena menolak ajakan dari sang suami viona mengikuti apa yang ia bilang, mereka berdiri dan berjalan hingga ke mobil.


"vio Riko Reno , mbak pamit ya mungkin kita akan jarang berjumpa tapi jika butuh sesuatu hubungi mbak ya, ini kartu mbak disitu ada no ponsel mbak , baik baik ya kalian mbak sayang kalian " ucap Wulan pamit karena ia sudah di tunggu oleh Om Roy


"mbak makasih banyak ya mbak, sudah membantu dan berkorban demi vio sejauh ini, mbak hati hati ya jaga diri mbak " ucap viona kepada Wulan

__ADS_1


"Riko Reno ayok masuk ,mbak mau bicara dulu sama Kaka viona" suruh Wulan kepada Riko dan Reno


"tuan Frans , apa pun yang terjadi nanti esok dan seterusnya tolong jaga mereka jika sudah waktu nya tuan bisa menghubungi saya , kembali kan mereka kepada saya karena setelah mbak Shinta pergi, mereka adalah tanggung jawab saya " ucap Wulan setelah Riko dan Reno masuk dalam mobil , mendengar itu Frans tidak menyahut ,Wulan melangkah pergi


"Semoga mbak selalu bahagia dengan keputusan yang akan mbak ambil nanti" ucap viona sebelum Wulan menjauh, mendengar itu Wulan hanya tersenyum dan mengangguk


Di kediaman rahasia ...


viona terduduk di atas sofa di dalam kamar , ia melamuni semua yang terjadi padanya , hingga ia tak sadar suami nya tuan Frans berdiri di depan nya


"besok pagi kita akan mengirim adik adik mu ke sekolah terbaik di kota ini, mereka akan tinggal di asrama sekolah tersebut, kamu tidak perlu kwatir dengan biaya nya , saya akan menanggung semua nya " ucap Frans lantang mengagetkan viona


"tapi tuan apa ini tidak terburu-buru , sedangkan ibu kami baru saja di kubur kan tadi siang ,bisa kah di tunda hingga beberapa hari lagi " ucap viona mengiba


"tidak bisa, karena kalau mereka tidak datang esok, maka mereka tidak akan sekolah selama lama nya " jawab Frans berbohong dan tanpa melihat viona


mendengar itu viona kaget " baik lah tuan ,Riko dan Reno esok akan pergi ke sekolah baru mereka " ucap viona sedih , tapi ia lebih sedih jika Riko dan Reno tidak akan sekolah selama nya.


maafkan aku viona, maafkan aku , sebenarnya aku tidak tega melakukan ini kepada kalian,.tapi ini harus aku lakukan karena kedua orang tua ku beserta kakek akan datang lusa ,aku tidak mau mereka berpikir macam macam dan mencurigai hubungan kita bathin Frans ,lalu pergi meninggalkan viona


"Bu esok Riko dan Reno akan sekolah tapi kali ini mereka akan jauh dari vio Bu, jaga mereka ya Bu " ucap viona sambil melihat ke atas langit


Di ruang tengah , terlihat Riko dan Reno lagi duduk termenung ,mereka sangat terpukul dan tak mengerti sama sekali dengan apa yang telah terjadi sekarang.

__ADS_1


"hai mau kah kalian berteman dengan saya?" ucap Frans kepada Riko dan Reno sembari mengangkat tangan untuk berjabatan ..


__ADS_2