Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 41 adu mulut 2


__ADS_3

" mbak , gimana kabar mbak?" tanya viona kepada Wulan


"mbak baik Vi, kamu gimana?" tanya balik Wulan


"ya beginilah mbak, seperti yang mbak lihat "


"hmm dia sudah mulai mencintai mu, mbak tahu itu , tinggal selangkah lagi vi, lakukan sebaik mungkin , rebut hati nya buat dia jatuh cinta seperti kau mencintai nya " ucap Wulan kepada viona


"akan vio coba mbak, tapi vio tidak bisa memaksa kan perasaan seseorang untuk jatuh hati kepada vio"jawab viona


vio vio apa kau tak pernah sadar dengan perlakuan nya kepada mu gumam Wulan


.


.


.


Jelika keluar dari gedung dengan emosi dan di ikuti oleh Ervan


"mama mau kemana?"


"entah lah Ervan, kemana papa mu itu, kenapa dia menghilang "


"sudah Ervan bilang ma, ada yang aneh dengan papa tapi mama tidak mendengar kan kata kata ku " ucap Ervan


"jangan banyak bicara sekarang cari papa mu " jawab Jelika


hubungan kami memang tidak pernah baik, bahkan saya lupa kapan terakhir melayani nya , tapi apa pun itu Defran tidak mungkin melakukan hal hal yang aneh apa lagi mendua kan saya , ia tak akan mampu melakukan itu , karena jika ia melakukan itu nama baik keluarga nya akan tercoreng , apa lagi jika ayah nya sampai tahu , aku tahu defran sangat menghormati ayah nya, dia tak akan berani untuk menyeleweng dari aturan ayah nya gumam jelika pada diri nya sendiri


.


.


.


Alex Ferguson memilih untuk menetap di apartemen nya. Ia melihat malam yang indah dari balkon kamar nya


"ada sesuatu dalam dirinya , tapi apa ya? seperti saya sudah pernah melihat nya, bahkan rasanya saya sangat tidak asing lagi dengan mata nya , tapi dimana? sedangkan kali tadi pertama kami bertemu "


"siapakah kau sebenarnya Viona ?" sambung Alex berbicara sendiri


sambil berbicara sendiri , ponsen Alex berdering


"mama "


"hallo mah "


"......"


"baik ma, akan saya usahakan " Alex menutup ponsel nya

__ADS_1


"mama mama ada ada aja, bagaimana cara nya mencari orang yang telah lama menghilang " Alex memejamkan matanya sambil bersantai sejenak


.


.


.


"dimana suami mu jelika " tanya Handoko setelah sampai di kediamam utama dan melihat Jelika sibuk dengan ponselnya


"Entah lah yah, entah kemana dia , tidak ada kabar sama sekali dari tadi "


"ubah lah sifat mu sebelum terlambat , karena kalau sudah terlambat kau akan sangat menyesal " ucap Handoko berlalu


"Ayah tunggu , aku ingin mengatakan sesuatu mengenai viona " panggil nya menghentikan langkah Handoko . Tentu ucapan nya mengejutkan semua orang yang ada disana terutama Anggita.


kalau ayah tahu sekarang bagaimana ya gumam Anggita kwatir


"apa yang ingin kau katakan ? " jawab Handoko


"pergilah beristirahat ayah, ini sudah terlalu larut malam , jangan sampai menggangu kesehatan ayah " tiba tiba Defran datang dari arah pintu


"dari mana saja kau mas, aku dari tadi mencari mu " jawab Jelika melihat ke arah suami nya itu


" mencari ku karena ayah yang menyuruh mu bukan?"


"apa pun itu alasan nya , yang penting aku mencari mu "


" hmmm kau tidak akan pernah berubah " ucap Defran berlalu ke kamar nya


"tapi ayah .."


"sudah lah jelika, pergi lah ke kamar mu dan temui suami mu , selesai kan masalah di antara kalian , jangan mengurusi menantu ku, karena viona adalah tanggung jawab ku " ucap Anggita memotong pembicaraan Jelika


"aku tidak tahu apa yang akan Tante bicara kan tentang istri ku, tapi satu hal yang harus Tante tahu aku tidak menyukai siapa pun yang mengurusi bahkan mengusik ketenangan istri ku , cam kan itu " ancam Frans kepada Tante nya jelika


" apa kau takut jika kakek mu mengetahui asal usul wanita ini , atau aku jadi curiga jangan-jangan wanita yang kau nikahi ini juga sama seperti ibu nya , Wanita malam " ucap Anggita mendengar semua itu tentu saja viona terkejut,


"kenapa apa kau terkejut, aku mengetahui tentang dirimu " ucap Anggita ke arah viona yang sedang menenangkan hati dan air mata nya supaya tidak jatuh


"Anda tidak ada urusan nya dengan istri ku beserta keluarga nya jadi jangan pernah ikut campur mengenai kami " ucap Frans


"kau pun sama dengan nya , kau takut bukan? jika kakek mu tahu jika dia anak seorang pelacu* dan mungkin saja dia juga tidak wanita baik baik, apa benar begitu ?"


" cukup cukup Anggita, kau terlalu banyak bicara dari tadi, sekarang pergilah temui suami mu, tanyakan kemana dia , jangan sampai kau terlambat mengetahui nya , jangan lagi kau hina menantu ku, pergilah " ucap Anggita marah


" aku tahu siapa suami ku, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku dan dirinya , sekarang yang perlu kau kwatir kan bagaimana nasib anak mu jika ayah mengetahui yang sebenarnya "


" wanita yang di nikahi cucu kesayangan nya ternyata wanita ma...." omongan Jelika di potong viona


" cukup Tante cukup, sudah cukup kau menghina ku dari tadi , sekarang tidak lagi , tahu apa anda mengenai ibu ku? tahu apa anda dengan pengorbanan nya? "

__ADS_1


"kau hanya tahu profesi hina yang di jalan kan nya bukan? tapi kau tidak tahu mengapa dia melakukan itu? untuk siapa ? dan seperti apa dia , kau tidak tahu "


"ya pekerjaan ibu ku memang hina, dosa besar bahkan sangat di benci Tuhan , tetapi paling tidak hidup ibu ku berguna untuk membantu orang lain, paling tidak ibu ku tidak pernah menghina dan merendahkan orang lain , bagaimana pun dia , dia tetap surga ku , dia tetap pahlawan ku "


"aku tahu apa pun yang barusan aku sampai barusan, tidak akan masuk ke hati dan kepikiran mu , karena yang ada di otak dan di hati Tante hanya lah merendahkan orang lain, iri , dengki bahkan ingin selalu menjatuhkan orang lain, kerakusan , ketamakan itu lah yang ada pada diri tante , ibu ku memang wanita malam tapi dia mempunyai kepribadian yang baik , dan saya rasa ibu saya jauh lebih baik dari anda "


"Tadi anda berbicara mengenai saya bukan? Tante mempertanyakan diri saya? suami saya tuan Frans lebih mengetahui tentang saya , satu yang harus anda tahu, saya di nikahi oleh tuan Frans dalam keadaan baik , dalam keadaan suci , apa sekarang Tante puas ? jika belum yakin silakan tanyakan langsung ke suami saya " ucap viona panjang lebar kepada Jelika , dan membuat Jelika terdiam karena ia tak menyangka jika viona berani berbicara seperti itu kepada nya


"sekarang apa lagi yang Tante tunggu, sekarang pergi lah, apa harus aku berikan dulu bukti nya ke pada Tante jika istri saya ini , saya nikahi dalam keadaan suci? jangan pernah menghina istri saya lagi jika Tante masih ingin tinggal disini , pergilah " ucap Frans menghardik nya


.


.


.


Di dalam kamar Frans dan viona


"sudah jangan menangis, hapus air mata mu ,bukan kah sudah ku bilang dari awal , kau harus tahan dengan dia, bahkan kau harus menjauhi nya " ucap Frans melihat viona menangis


" saya menangis bukan karena saya di hina tuan, tapi ibu saya yang sudah tiada pun di hina, dan kau tuan? kau bahkan di tuduh nya menikahi wanita yang tidak baik , dia bahkan menuduh ku juga seorang wanita malam " ucap viona semakin terisak


" sudah jangan menangis, bukankah tadi kau bilang, bahwa aku tahu bagaimana dirimu, apa kau mementingkan omongan orang dari pada suami mu sendiri " ucap Frans sambil membenamkan kepala viona ke dada bidang nya


"tapi bagaimana dengan papa dan mama , pasti mereka sekarang shock dan bingung "


"mama sudah tahu mengenai itu ?"


"ha' sejak kapan ?" viona melepas kan diri dari pelukan Frans


"beberapa hari yang lalu"


"dari mana tuan tahu, apa mama memberi tahu?


"tentu tidak, apa kau lupa siapa suami mu? aku tahu apa pun yang di lakukan oleh anggota keluarga rumah ini, bahkan aku juga tahu Jelika juga menyelidiki tentang kau, hanya saja aku tak menyangka jika secepat ini dia akan memberi tahu kakek, "


"syukur kakek tadi tidak mendengarkan pembicaraan kita "


"apa kau yakin kakek tidak mendengar ?"


"iya karena tadi kan kakek udah ke kamar nya "


"hmmm ini rumah nya, aku tak yakin jika kakek tidak mendengar semua tadi , sekarang tidur lah sudah larut, banyak hal yang harus kau lakukan mulai esok " ucap Frans kepada viona , tentu viona menurut apa yang di katakan Frans , meskipun di dalam hati ia bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Frans barusan.


Terimakasih semuanya sudah mampir ke novel kedua author , maaf ya banyak kata yang salah salah ,,, author mintak like vote dan coment nya dong biar tambah semangat...


OOO iya jangan lupa juga mampir ke novel pertama author ya, novel nya udah tamat, menceritakan seorang istri yang di duakan istri nya ketika hamil anak ke tiga.


mampir ya all


terimakasih

__ADS_1


a



__ADS_2