Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 55


__ADS_3

Tok tok tok


"masuk "


"maaf tuan muda, semua anggota keluarga yang lain nya telah menunggu untuk makan malam bersama " ucap pelayan tersebut


"baiklah , saya akan menyusul " jawab Frans


"apa kau tak mau ikut ?" tanya Frans kepada viona yang sedang sibuk dengan ponselnya


"memang boleh?" tanya viona melihat Frans, setelah semua drama tadi Frans dan viona seperti kaku dalam bahasa dan irit berbicara


"tentu tidak, cepat lah jika kau tak ingin aku hukum " ucap Frans berlalu yang di susul Viona


.


.


.


Meja makan


Semua keluarga telah duduk di kursi masing-masing termasuk Frans dan Viona .


"malam semuanya " semua mata tertuju pada sumber suara , dan memperlihatkan senyum kepada orang yang baru datang kecuali Frans


dia tahu saja waktu yang tepat untuk datang , awas saja jika kau melirik istri ku Alex gumam frans melihat sahabat sekalian rekan kerjanya


"Alex kau datang di waktu yang tepat nak, ayok makan sekalian " ajak mama Anggita


"tentu Tante karena nama ku Alex , yang datang di waktu yang tepat hihihi" ucap nya sembari duduk di sebelah Viona


"hai viona apa kabar mu?"


"baik mas , mas sendiri gimana?"


"aku oke dong, apa lagi sekarang heheh"


"ini meja makan bukan meja ngobrol " timpal Frans jutek


"Dari pada beruang kutub menggigit , lebih baik kita mulai untuk makan" ucap Alex kepada Frans


"kakek kemana tante"? tanya Alex kepada Anggita


"kakek lagi keluar Lex, bentar lagi juga sampai , lebih baik kita makan sekarang sebelum hidangannya dingin " jawab Anggita

__ADS_1


dengan susah payah aku memasak, tapi percuma karena Defran tidak akan pulang gumam Jelika dalam hati


"sayang nasi nya sedikit aja ya " ucap Frans ke pada viona , mendengar hal itu viona tampak kaget


ada apa dengan nya, kenapa dia berlaku aneh dan tiba tiba memanggil ku sayang begini di tambah lagi ingin di layani gumam viona keheranan


"sayang kenapa melamun, ini " Frans menyodorkan piring nya yang kosong dengan maksud supaya viona melayani nya


" OOO iya baiklah " ucap viona sambil mengambil nasi ke piring suami nya


" Vi kamu coba ini deh, ini resep khusus masakan turun temurun dari nenek kalian , enak menggugah selera " ucap Anggita menawarkan hidangan


"apa itu mah " ucap viona sambil menyuap nasi


" semur terong " jawab Anggita


"huk huk huk huk" viona tersedak mendengar hal itu


Trengg bunyi gelas beradu "ayo minum " ucap Frans dan Alex berbarengan , tentu Viona bingung dengan kedua gelas yang ada di depan nya .


"terimakasih Alex " ucap viona melihat Alex, mendengar itu Frans sangat marah namun berbeda dengan tindakan Viona mengambil gelas dari tangan suami nya. Melihat itu tentu Frans sangat kebingungan dan juga bahagia .


"makanya makan hati hati jangan sambil melamun " ucap Frans sambil mengambil hidangan yang di tawarkan oleh mama nya tadi


"kamu mau, sini aku ambil kan " sambung Frans sambil meletakkan terong di atas piring viona


"kamu mikir apa? hmmm ini terong mati bukan hidup " bisik Frans kepada viona , mendengar itu viona melihat kembali terong yang kusut di atas piring nya .


"OOO jadi kisut ya kalau mati hihihi mengenaskan lo rupanya " bisik viona membalas ucapan Frans


"jangan macam macam nanti kabur lagi lo , mau lihat lagi ha' " ucap Frans pelan


"ngakkk mauuuuu" teriakan viona mengagetkan semua orang meja makan


"apa nya yang ngak mau sayang, kenapa, ada apa?" tanya Anggita kwatir


"ha' itu mah ...."


"viona ngak suka terong kisut ma" ucap Frans


"suka kok mah, serius ini mau viona makan " jawab viona jujur , memang viona tak pernah memilih milih makanan


"hmmm mungkin viona sukanya terong segar mbak " jawab Jelika tersenyum


"yaaa segar gimana pun terong kalau di masak ya kisut" jawab Alex menambahkan

__ADS_1


"viona suka terong kok ma, di kampung malah viona sering metik terong di kebun belakang rumah, tapi viona masak nya di potong potong ma" jawab vio


"OOO mama ngak potong biar ngak hancur aja, ayok coba in " tawar mama Anggita


"enak mah, gurih ,rasanya beda "puji Viona


"hmmm pecinta terong ya neng " bisik frans lagi, mendengar itu semuanya Viona membesarkan matanya .


"seperti nya itu mobil ayah " tutur Handi mendengar suara mobil . Benar saja karena tak lama kemudian kakek Handoko datang dengan Ervan dan Defran dan bergabung makan bersama dengan mereka.


"hmmm capcay ini benar benar enak, sudah lama saya tidak menikmati capcay seenak ini " ucap Defran hampir selesai makan. Mendengar itu tentu Jelika bahagia


"om sangat menyukai capcay buatan tante ya, vio juga om, capcay nya enak" timpal viona kepada defran


" buatan Tante?"


"iya om , tante Jelika " ucap viona melihat ke Jelika yang hanya menunduk saja


"hmmm tumben, apa dia sakit? "


"ngak kok om, tante sehat buktinya dia masak in om capcay dan sambal terasi kesukaan om"


"apa yang merasuki nya, biasanya jangan kan masak masuk dapur saja ogah " ucap Defran mendengar itu Jelika hanya diam dan menaku tak membalas semua ucapan suami nya karena ia merasa jika semua yang di ucapkan Defran sangat la benar .


Tadinya Viona akan menjawab ucapan Defran namun di larang oleh Frans yang mencubit tangan nya .


Setelah semuanya selesai makan, keluarga Prayoga berkumpul di ruangan keluarga tanpa kecuali Alex.


"hmm kek Alex pamit ya, soalnya mau jumpa teman lama " bohong Alex karena ia tahu keluarga ini akan membicarakan hal penting. Bukanya ia tak tahu masalah yang terjadi karena Frans memberi tahu nya.


"baiklah nak " hati hati di jalan jawab kakek Handoko tak mau menghalangi karena memang mereka akan membicarakan banyak hal yang tentu nya tidak enak jika orang luar tahu meskipun sudah di anggap keluarga sendiri.


" Sekarang ayah beri kalian berdua kesempatan untuk menyelesaikan masalah kalian, selesai kan dengan kepala dingin " ucap Handoko kepada Jelika dan Defran


"keputusan saya tetap sama ayah, saya tidak ingin meninggalkan Lani " ucap derfran


mendengar itu Jelika meneteskan air mata, dan viona dan mama Anggita menenangkan nya.


"dan sekarang terserah padanya, mau bercerai silakan, tapi saya sarankan untuk kita berpisah saja supaya tidak ada yang tersakiti " sambung Defran kembali


"sudah cukup cukup, cerai cerai ,pisah , bertengkar hanya itu yang kalian lakukan setelah hampir 20 tahun ini, apa kalian tidak pernah memikirkan saya? apa kalian tidak pernah bertanya akan hati saya ? apa mau saya? saya selalu berada di dalam kebingungan , tapi kalian tidak mengerti itu " ucap Ervan teriak setalah itu pergi dari sana


"Ervan " panggil mama Anggita


"Anggita biarkan dia menenangkan dirinya " ucap Handoko " sudah saya bilang bicara lah terlebih dahulu, Defran jangan kau salah kan istri mu atas apa yang terjadi, istri adalah cerminan suami "

__ADS_1


"sekarang bicara lah baik baik, saya tidak mau mendengar pertengkaran lagi di rumah ini , akan saya tunggu keputusan kalian berdua dua hari lagi " ucap Handoko pergi dari sana


__ADS_2