Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 27 kuntilanak


__ADS_3

Sekarang hanya tinggal viona beserta kedua adik nya di dalam ruangan tersebut, Frans permisi lebih awal karena ke toilet terlebih dahulu sebelum berangkat.


"Riko Reno jangan pernah meninggalkan kewajiban kalian kepada Tuhan, bersungguh sungguh lah dalam melakukan sesuatu, apa lagi di sekolah yang baru ini, salah satu sekolah terbagus di kota ini, dengan kebaikan tuan Frans kalian bisa bersekolah disini, jangan kecewakan beliau , jadilah yang terbaik sayang , Kaka pamit dulu, kalau ada waktu Kaka pasti akan sering kesini ,jika ada apa apa mintak lah pengurus menghubungi Kaka " ucap viona sambil memeluk adik adik nya


Viona keluar , ada rasa haru sedih, bahagia karena adik adik nya bisa melanjutkan pendidikan dengan nyaman dan aman. Tapi sekarang ia sedih untuk kedua kali nya ia berpisah dengan kedua adik nya.


Karena melamun ,viona tak sadar hampir sampai ke tempat mobil mereka ter parkir, karena kurang memperhatikan jalan ,viona menginjak batu kerikil kecil hingga ia kehilangan keseimbangan dan oleng , sebelum badan viona terjatuh dengan sigap tangan seseorang menarik viona hingga bersembunyi di Dada bidang orang tersebut .


Viona masih memejamkan mata nya setelah berteriak , ia seperti tenang dan nyaman dalam dekapan seseorang yang membantu nya tersebut.


wangi nya sebelum dia melanjutkan gumaman nya dalam hati, ia langsung terperanjat melihat wajah seseorang yang menolong nya, mata nya membulat sempurna melihat siapa yang menolong nya.


"apa kau terlalu nyaman berada di dekapan ku ha' " Frans dengan ekspresi mengejek viona


" maaf tuan, terimakasih telah menolong saya "


"terimakasih di terima tapi ini tidak gratis" ucap nya berlalu menuju mobil


mendengar ucapan tersebut, viona diam tak bergeming


"apa maksudnya tidak gratis? apa seperti ini hidup orang di kota, semua dengan imbalan" gumam viona sendiri


"eh kau, apa kau begitu tertarik dengan pelukan ku tadi ? hingga kau tak mau beranjak dari sana " Frans dari dalam mobil


Mendengar itu, viona dengan cepat masuk ke mobil .


" vayo kita ke butik tempat biasanya"


"baik tuan "


"besok mami Daddy beserta kakek akan tiba di kota ini, dengan begitu aku dan dia akan pindah ke kediaman utama, dan aku tidak mau kuntilanak dan anak nya itu mengacau atau pun curiga dengan semua ini " ucap Frans kepada asisten nya vayo


"baik Tuan, akan saya pastikan semua nya berjalan lancar "


"oo iya tuan, ada yang ingin saya sampaikan mengenai nona Kania " sambung vayo

__ADS_1


"tidak usah di bahas sekarang " ucap Frans seperti marah


kuntilanak dan anak nya , satu lagi Kania siapa mereka ? apa Kania sepupu kuntilanak hihihh gumam viona dalam hati sambil tersenyum


" apa kau sudah gila? tidak ada yang lucu bahkan tidak ada yang membawa mu ngobrol tapi kau senyum senyum sendiri , apa aku aman satu mobil dengan nya tuhan?"


"aku tidak gila dan masih waras tapi kau tuan yang gila hahahhaha oups " viona menutup mulut nya, viona tanpa sadar mengucapkan kalimat seperti itu


"maaf tuan, tadi aku kecoplosan karena kaget dan omongan ku tadi sudah ku ralat kembali, maaf " ucap viona ketakutan


"kenapa aku gila? dengan alasan apa kau sebut aku gila "


"kalau kau tak menjawab, akan ku turunkan kau disini dan tentu kau akan menjadi gembel bahkan kau akan di pungut kembali oleh wanita yang bernama ti..."


"jangan kau teruskan nama nya tuan, aku mohon " ucap viona menangis karena sesungguhnya dia masih trauma dengan semua kejadian yang menimpanya yang berkaitan dengan mami Tina tersebut


"aku tidak sengaja mengucapkan kalimat itu, Karena aku kaget dari lamunan ku, aku beranggapan tuan yang gila karena tuan berteman dengan kuntilanak dan anak nya beserta sepupu nya " ucap viona sambil ketakutan hingga ia jujur dengan apa yang ia pikirkan saat mendengar kuntilanak tersebut


"sepupu nya ? " tanya Frans bingung


"hahahhahahha hahahhahaha " tertawa vayo tak terbendung, karena mendengar hal tersebut


"maaf tuan " ucap nya kemudian, Karena ia melihat mata sangar bos nya dari kaca.


"meskipun aku kecewa dengan nya bukan berarti aku rela orang gila ini menyebut nya sepupu kuntilanak " jawab viona


"kau ,sebaiknya kau diam sekarang tidak usah berbicara apa pun, karena setiap kata yang keluar dari mulut mu itu membuat saya jengkel saja " Frans menunjuk viona


Frans Frans sampai kapan kau bisa melihat dan membuka mata mu lebar lebar, bahkan Kania tak pantas disebut sepupu kuntilanak Tapi dia adalah nenek nya kuntilanak vayo berbicara dalam hati


siapa Kania? kenapa tuan Frans Begitu marah, apa dia kekasih tuan frans, tapi kalau dia punya kekasih kenapa menikahi ku, kenapa tidak kekasih nya itu ucap viona dalam hati


mereka telah sampai di sebuah butik , mereka di sambut oleh para karyawan butik tersebut


"selamat datang tuan muda Frans dan nyonya" ucap salah seorang karyawan nya , tentu mereka sudah mengenal siapa Frans, apa lagi keluarga Prayoga Aditya adalah tamu VIP mereka

__ADS_1


"Carikan nyonya viona baju yang cocok untuk dia segera " ucap Frans


"baik tuan" jawab perempuan tersebut


"mari nyonya" ajak nya kepada viona, perempuan tersebut menanyakan pendapat viona hampir semua pakaian yang menurut dia bagus. Namun viona tidak mengiyakan dan juga tidak mengatakan tidak menyukai. Ia bingung untuk apa baju sebanyak ini , lagi pula ia masih punya baju .Di Tambah lagi viona terkejut saat melihat harga harga baju tersebut


"sudah tuan " ucap karyawan toko tersebut yang telah memilih kan baju untuk viona tak kurang dari 25 paper bag .


"oke , antar langsung ke apartemen saya" jawab frans lalu melangkah pergi yang di ikuti oleh viona


"antar saya ke apartemen "


"baik tuan" jawab viona


"tuan masalah baju tadi, saya tidak mau karena saya tidak ada uang untuk membayar nya " ucap viona yang sudah tertahan dari tadi , karena ia takut harus membayar baju baju tersebut.


mendengarkan semua itu, tidak hanya vayo , Frans pun tak dapat menahan tawa nya.


"kenapa kau bilang seperti itu? haahha kau sangat lucu , aku bahkan tahu jangan kan membayar baju baju tadi, beli minuman yang di pinggir jalan ini aja kau tak punya duit hahah" jawab Frans seperti menghina viona


"jika kau sudah tau kenapa kau tambah menyusahkan aku dengan baju baju tadi " jawab viona sendu


"hahahha semua baju baju tadi aku belikan untuk mu, aku tidak mau lagi Melihat kau memakai baju bekas orang lain , lagi pula gaun gaun seperti itu sangat kau perlukan untuk menemani saya untuk menghadiri acara acara tertentu dengan kolega kolega bisnis saya " jawab Frans menenangkan hati viona karena ia terlihat risau


"Alhamdulillah berarti baju nya gratis, jadi ketika kau membantuku hampir terjatuh tadi, aku harus bayar berapa" tanya viona polos


"ha' kau meminta bayaran mu bos hahaha " oups vayo menutup mulut nya karena melihat mata bos seperti mau mencekam..


Turun dari mobil,


"saya langsung balik, dan ya ini yang kau pinta" ucap vayo memberikan sebuah berkas


"oke, surat perjanjian pernikahan kontrak antara aku dan wanita polos ini hahhaha "


kenapa kata kata nya selalu menyakitkan

__ADS_1


__ADS_2