
" pilihan ada di tangan kamu vio, stay atau out" perias tersebut langsung melangkah kan kaki nya pergi dari hadapan viona
"aku ingin keluar dari tempat ini mbak, aku ingin menjalankan hidup normal bersama adik adik saya di kampung, saya juga ingin merasakan kehangatan keluarga, saya ingin bahagia seperti yang lainnya" gumam viona dengan air mata berlinang setelah perias itu pergi .
" apa aku bisa memilih? apa aku bisa meminta? apa aku boleh mengungkapkan apa yang aku rasa? apa aku boleh memilih jalan ku sendiri? Tidak !! itulah jawaban " viona tersenyum getir setelah mengucapkan apa yang ada di dalam hati nya
"waaaeawww viona , kamu amazing, kamu cantik cantik sekali sayang, kamu mengalahkan 10 kali lipat kecantikan ibu kamu Shinta, kita akan dapan bayar mahal hahahhHa " ucap mami Tina setelah nyelonong masuk ke kamar Viona, Viona yang mendengar itu semua hanya diam membisu
"ohh ya viona , jika kamu berbuat macam macam, jangan salah kan saya jika ibu kamu yang ber penyakitan itu di lempar oleh pihak RS , karena saya menghentikan biaya pengobatan nya" ucap mami Tina tegas, viona hanya menunduk mendengar kan semua nya itu
"kamu tuli? apa lagi sakit telinga ha' " mami Tina geram karena viona tak menyahut
" iya buk" jawab viona
"mami Tina , panggil saya dengan sebutan itu" protes mami Tina , lalu mami Tina pergi dari ruangan dan memanggil anak buah nya
" loe jaga dia, jangan sampai kabur" perintah mami Tina
"oh iya gimana tugas kalian? gimana dengan wanita Sok baik itu, beres kan?" tanya mami Tina
"Wulan udah kami sekap mami" jawab salah seorang anggota nya
__ADS_1
"bagus " mami Tina tersenyum puas , viona yang mendengar semuanya itu kaget dan seperti kehilangan harapan karena orang yang ingin membantu nya pun, sekarang sudah di sekap
" hilang sudah harapan saya, sirna sudah cahaya hidup saya, apa ini takdir untuk saya? mengikuti jejak ibu ? saya sangat membenci perkerjaan yang ibu lakukan, sekarang saya berada di tempat ini, sekarang saya akan melanjutkan pekerjaan salah yang Pernah di keluti ibu saya " ucap viona menangis
" Kasihan kalian Riko Reno, setelah menerima ejekan atas apa yang di lakukan ibu, sekarang kalian juga akan mendapat hinaan dari apa yang Kaka kalian lakukan ini " sambung viona bergeming sendiri mengingat nasib adik adik nya
Begitu pun di kampung halaman , Reno dan Riko tak henti henti nya menangisi kepergian Kaka nya yang di bawa paksa oleh orang yang ngak di kenal.
" bang, kok Kaka masih belum hubungi kita?" tanya Reno kepada Riko
"sabar ya dik, mungkin Kaka belum punya kesempatan untuk menelfon kita " jawab Riko menenangkan adik nya, meskipun di dalam hati Riko sangat la kwatir
entahlah, bagaimana keadaan Kaka sekarang? apa sudah makan? sedang apa Kaka sekarang, apa Kaka baik baik saja, kami risau kan Kaka bathin Riko adik viona
"iya buk, terimakasih ya buk sudah baik sama kami " jawab Riko, mendengar hal tersebut buk asih hanya tersenyum tanpa membalas
sungguh kasihan nasib kalian, kecil kecil sudah mengalami hal yang sangat menyakitkan , buk asih berdoa semoga suatu saat nanti kepedihan yang kalian rasakan ini akan berbuah manis dan indah bathin buk asih melihat Riko dan Reno
Sudut lain sebuah kota, tampak seseorang wanita yang berusaha melepaskan diri nya di sebuah ruangan tertutup.
Kaki yang terikat, mulut tertutup, tang di ikat kebelakang. Di ruangan yang tertutup membuat wanita tersebut Sulit melepaskan diri.
__ADS_1
" Ya Allah bagaimana caranya aku bisa lepas" bathin wanita Tersebut , sambil menghentakkan kursi di tempat ia di ikat
" bagaimana pun caranya aku harus bisa lepas dan keluarga dari sini, kalau tidak semuanya akan terlambat, Viona akan hancur mbak Shinta akan kecewa dan sedih " ucap wanita tersebut berbicara dalam hati, ia wanita tersebut adalah Wulan orang yang akan membantu viona bebas, ia teman baiknya Shinta
Wulan memandangi sekitarnya, tak ada benda yang bisa menolong nya untuk melepaskan ikatan kecuali ia nampak sebuah cermin, ia berusaha melompat dengan kursi tersebut, susah tapi ia tak berputus asa
"ayo Wulan, kamu pasti bisa kehidupan viona tergantung kamu sekarang Wulan, meskipun kamu tak bisa menyelamatkan hidup mu paling tidak kau bisa menyelamatkan hidup seseorang dari dunia kelam ini " Wulan berbicara dalam hati di iringi Isak tangis nya jika mengingat pertama kali ia di lelang oleh mami Tina, ia tidak mau hal tersebut terjadi pada viona anak orang yang telah ia anggap seperti seorang Kaka.
Wulan sampai di kaca tersebut , dengan sekuat tenaga ia berdiri dan mengangkat kursi tersebut untuk di arahkan ke kaca hingga pecah, percobaan pertama kedua gagal, ia angkat lagi kursi dengan sekuat tenaga buuurrrrr bunyi kaca berhamburan.
" sekarang saat nya mengambil pecahan kaca dan melepaskan ikatan di tangan" ucap viona dalam hati.
Di tempat lain, viona yang cantik ,tinggi putih hidung mancung telah berada di sebuah ruangan yang di penuhi dengan lampu lampu kedap kedip, minuman ber alkohol di mana mana. Ia terduduk di sebuah kursi berwana merah dengan kaki di silang kan , seperti itulah posisi yang di inginkan oleh mami Tina.
Seperti nya mami Tina sedang mengobrol dengan beberapa pria pria hidung belang, ya mereka menawarkan harga uang fantastis untuk seorang viona. Tentu mami Tina mencari harga yang sangat tinggi untuk anak asuh nya yang masih bersegel dan cantik.
ya Allah begini kah dunia ibu hamba? penuh dengan dosa maksiat, yang sebentar lagi saya juga mengalami, ingin kabur tapi saya selalu di awasi oleh mereka bathin viona
Mami Tina mendekati viona dengan senyum indah nya.
"viona sayang, kamu tahu? harga kamu fantastis sekali Lo, ahh kamu harus memuaskan dia , bikin dia senang maka beliau tak akan pernah bisa berpaling dari kamu, jika kamu sukses tentu duit duit nya selalu mengelilingi hidup mu viona, kamu mengerti" ucap mami Tina tegas kepada viona, viona hanya bisa menunduk sedih mendengar kan semua itu
__ADS_1
Seseorang bapak bapak yang sudah berumur m mendekat ke arah mereka, bapak tersebut mungkin seumuran dengan kakek nya vio, cuma karena ia memakai baju yang bagus dan rapi tentu tua nya tidak begitu kelihatan
"viona kenalin ini adalah om Aryo, malam ini kamu ikut dengan Om Aryo kemana pun ia pergi" mendengarkan itu om aryo senyum senyum bahagia sedangkan viona menetes kan air matanya ke lantai.