
Frans terbangun dari tidurnya , ia tersenyum melihat istri remaja nya yang masih terlelap. Viona menggeliat lalu meringis seperti kesakitan.
" apa terlalu sakit? " tanya frans dengan suara serak nya , viona mengangguk dan berkata "perih dan pedih mas " jawab nya lesu
Frans membelai dan mencium viona, sedikit merasa bersalah karena tidak cukup sekali frans mengajak viona untuk bertempur malam tadi.
"maaf ya sayang ,kamu kesakitan karena mas " tutur Frans
"ngak apa mas, itu adalah kewajiban istri, dan hak nya suami " ucap viona tersenyum
Viona bergerak ,ingin berdiri tapi ia lupa tanpa mengenakan sehelai benang pun di badan nya , dengan cepat ia mengambil selimut dengan meringis kesakitan.
"mas akan membantu mu untuk ke kamar mandi " ucap frans melihat viona meringis kesakitan ketika berdiri
"tidak usah mas " ucap viona melangkah dengan kesakitan , melihat itu frans bangkit dan mengangkat viona ke dalam mandi tanpa selimut yang melilit di tubuh nya
"mas " ucap viona melotot
"malu lagi? untuk apa bahkan mas sudah merasakan sayang heheh" jawab frans
"huupp sekarang mandi lah atau sayang mau mas membantu untuk...?
"hmm ngak ngak usah sayang, sekarang keluar lah " ucap viona dengan cepat , karena jika Frans membantu pasti peraduan cinta dua insan akan terjadi lagi disini ucap viona dalam hati
.
.
.
"mas kan sudah bilang, mintak buk Odah aja yang kesini, biar kamu ngak ribet kayak gitu " ucap Frans melihat viona membuat sarapan
aku kerepotan karena di bagian bawah ku perih pedih karena mu mas ,bukan karena membuat sarapan ini gumam viona di dalam hati
"ngak apa mas, nanti kalau aku sudah membutuhkan , pasti di bilang kok mas" jawab viona
"baiklah, hari ini mas di rumah saja "
"hmmm kenapa mas, kok ngak ke kantor ?" ucap viona
"kenapa seperti nya , sayang tidak senang mas di rumah "
"bukan gitu sayang, kasihan tu si Vayo handle kerjaan sendiri an , apa lagi kata mas si Alex beberapa hari ini mengunjungi orang tua nya " ucap viona dengan berbagai alasan
"iya juga sih sayang, tapi mas kan bos?" ucap Frans setelah itu
"meskipun kamu bos, mas ngak bisa sewenang-wenang seperti itu " jawab viona
mas pergi kantor aja gih, ngapaen di rumah? yang ono masih menangis kesakitan , si terong pasti mau berkunjung kembali jika mas frans di rumah sendirian gumam viona di dalam hati.
Frans memilih untuk masuk kantor bukan karena Viona melainkan ada pertemuan dengan klien nya.
.
__ADS_1
.
.
Tiga bulan telah berlalu semenjak mereka tiggal di rumah baru . Kadang kala Frans mengantarkan istri nya ke kediaman utama, kadang viona menunggu frans di rumah Tiara yang dekat dari kantor Frans. Namun membutuhkan waktu sedikit lama ke rumah wulan, viona sudah jarang bertemu dengan orang yang sudah di anggap kaka nya tersebut.
Tak banyak yang berubah dari hidup viona, namun posesif yang tinggi dari Frans membuat viona sedikit tertekan. Ronald Kaka kelas viona yang sudah lama mengejar viona , semenjak pesan pertama dan terakhir dari frans, ia tidak ada muncul kembali . Wulan, sekarang kehamilan nya memasuki usia kandungan 5 bulan, begitu juga dengan Lani istri kedua defran, hanya saja Lani sering keluar masuk rumah sakit karena tensi tinggi. Waktu Def banyak habis bersama lani , Jelika hanya bisa sabar dengan semua itu.
.
.
.
"Ra , swalayan yok " ajak viona yang sekarang sudah ada di rumah Tiara
"udah izin laki loe belum?" ucap Tiara yang lagi hamil hamil dua bulan
"udah, gw mau jajan ni, mau ngemil" ucap viona
"gue yang hamil, kenapa loe yang kelaparan aja dari tadi, tunggu tunggu dan seperti nya badan loe sedikit berisi, jangan jangan...."
"jangan jangan apa sih, gimana ngak gendut kerjaan gue makan aja tiap hari , ayok otw " ucap viona menuju mobil di depan rumah tiara, yang kebetulan hari ini viona di antar kan oleh sopir , ya sebelum nya viona dari kediaman utama.
.
.
.
"Bu" ucap alea menyalami ibu Wulan pulang sekolah
"capek ya nak, ganti baju dulu ya , habis itu baru makan ya " ucap Wulan kepada alea
"oke Bu " jawab alea senang
Setelah semua yang terjadi seperti nya Wanda lebih memilih untuk mengalah , bahkan ia tak muncul lagi di kediaman Wulan dan Frans.
.
.
.
Viona dan Tiara sampai di swalayan, namun sebelum memasuki swalayan , Tiara menoleh ke belakang
"kenapa loe Ra?" tanya viona bingung
"Vi, kayak ada yang ngikutin kita " ucap nya seperti melihat bayangan seseorang yang mengikuti mereka
"hmmm ngak ada ra, mungkin cuma perasaan loe aja kali " ucap viona yang ngak melihat siapa siapa
"iya ya, ya udah ayok masuk" ucap Tiara
__ADS_1
masak iya gue salah liat , ya Allah lindungilah kami semuanya ..aammiin Gumam Tiara dalam hati
Setelah puas belanja, mereka kembali ke mobil untuk pulang ke rumah Tiara .
"Vi kamu ada yang aneh ngak? motor di belakang ngikutin kita dari tadi Lo?" ucap Tiara
"iya ya Ra, cowok dua orang, gue takut Ra seperti kejadian yang beberapa lalu itu " ucap viona takut
"kita lewat jalan sini aja nyonya , kita lihat apa mereka tetap ngikutin mobil kita" ucap pak sopir memilih jalan yang lain
"ngak , ngak , mereka ngak ikutin kita kok Ra, Alhamdulillah " ucap viona senang
"berarti mereka hanya kebetulan saja nyonya " ucap sopir
"iya pak ". ucap viona
"Ra , gue antar loe pulang aja ya, gue langsung pulang aja deh, soalnya gue lupa belom masak untuk nanti malam " ucap viona
"oke deh vi" jawab Tiara
.
.
.
"Gue harus secepatnya nemuin bibik Shintia bro, sebelum kakek gue pergi untuk selamanya " ucap Alex kepada Frans
" bilang aja kalau loe butuh gue " jawab frans
"ship"
"perkembangan terakhir nya gimana?" tanya frans penasaran
"melalui surat tersebut bibik ada di provinsi ini, tapi entah di sudut mana, entahlah Frans" tutur Alex
"apa kau masih ada foto bibik mu? "
"ada, tapi kakek melarang mempublish foto bibik di surat kabar maupun berita karena cukup berisiko untuk bik Shintia " jawab Alex
"no no no Lex, apa resiko yang terbesar jika loe mencari bibik mu lewat kabar berita? ngak ada lex, ini zaman modern ...."
"maaf bos, ada yang harus kau tanda tangani" Vayo masuk sebelum frans menyelesaikan omongannya
"kau mengganggu saja " ucap Alex , membuat Vayo tersenyum
.
.
.
" Astaghfirullah , bukan motor itu tidak kebetulan mengikuti kami, tapi disengaja , viona dalam bahaya " ucap Tiara setelah turun dari mobil viona dan ia melihat motor yang mengikuti mereka tadi , tetap mengikuti mobil viona dari belakang
__ADS_1