
Asisten tuan Frans menyelesaikan semuanya administrasi rumah sakit dan menjadi penanggung jawab selama buk Shinta di rawat.
"jangan sampai ibu tahu mbak, kalau aku hanya di kontrak tuan muda tersebut " ucap viona sebelum menemui ibu nya
" sesuai mau mu Vi, jalanin saja alur nya jangan menentang takdir vi selagi di jalan yang baik " jawab Wulan
" iya mbak " ucap viona sambil membuka pintu ruangan dimana ibu nya di rawat
"viona, kamu hebat nak, ibu kagum dengan keberanian kamu menjalankan ini semuanya " ucap Shinta setelah melihat viona
"maafkan ibu, karena ibu kamu dan adik adik mu harus merasakan kepahitan ini semuanya, maafkan ibu " sambung ibuk Shinta
"Wulan terimakasih atas semua pengorbanan mu , mbak dan viona telah banyak menyusahkan mu, bahkan kamu sampai di sekap oleh orang orang mami Tina , hingga untuk membantu Wulan keluar dari masalah ini kamu pun menerima syarat dari om Roy untuk .." belum selesai buk Shinta berbicara Wulan memotong
"mbak, yang terjadi biarlah terjadi , kita pikirkan bagaimana kedepannya " ucap Wulan
"tunggu tunggu syarat apa dari om Roy yang harus mbak Wulan laku kan buk? kenapa vio ngak tahu?" ucap vio penasaran, buk Shinta melihat Wulan, Wulan menggelengkan kepala nya memberi kode supaya viona jangan sampai tahu
"cuma syarat kecil vio, cuma berlibur ke luar kota, menemani om Roy bertugas " jawab Wulan berupaya menutupi kebohongan nya, karena Wulan tahu vio tidak akan menikah jika dirinya terpaksa menikah dengan Om Roy demi menyelamatkan hidup nya
"mbak bohong, pasti bohong ayok mbak jujur sama aku ,biar semuanya jelas " ucap viona karena ia tahu Wulan berbohong
"vio terlalu pintar jika kau bohongi lan" ucap Shinta
"Om Roy setuju membantu mu keluar dari masalah ini dengan satu syarat Wulan harus jadi istri keduanya nya , menjadi istri simpanan , karena ia menginginkan Wulan dari pertama kali ia ketemu" jujur Shinta, mendengar itu Wulan menitik kan air mata nya
"apa? ngak mbak aku ngak mau melakukan semua ini jika itu harus mengorbankan mbak , aku ngak mau mbak " jawab viona menangis
" viona ini sudah takdir mbak, sudah lah viona ,mbak ikhlas mbak rela lagi pula mbak mu ini bukan lah masih suci ,mbak kotor " ucap Wulan menangis
"apa kamu tahu yang merenggut kesucian mbak pertama kalinya adalah orang itu om Roy, hingga malam itu ia tak pernah melepaskan mbak lagi, kalau ada yang bilang wanita bayaran untuk satu orang itu adalah mbak, karena mbak di booking full oleh Om Roy ya booking full itulah sebutan mami Tina ke mbak, hmmm miris bukan Vi" ucap Wulan miris, Wulan memang pemuas hidung Belang tapi ia hanya memuaskan satu orang lelaki hidung Belang saja ya om Roy. Semenjak pertama kali bertemu ,Om Roy sudah tertarik dengan Wulan, hingga ia sudah membooking Wulan kepada mami Tina hingga ia berani membayar lebih yang penting Wulan tidak di tidur kan oleh lelaki lain.
__ADS_1
"tapi tetap saja menjadi istri simpanan mbak, tetap saja mbak menjadi korban karena aku , aku ngak mau mbak" jawab vio sambil menangis
" biar kan mbak melakukan ini vio, ini belum seberapa dengan apa yang di lakukan mbak Shinta ibu mu kepada mbak kepada keluarga mbak " ucap Wulan keras
"Wulan sudah lah, mbak mohon jangan " ucap Shinta memohon supaya ia tidak menceritakan masalalu yang telah terjadi
"ngak mbak, viona harus tahu yang sebenarnya mbak, mbak seperti ini karena ingin menyelamatkan ibu dan adik aku mbak " ucap Wulan menangis
"apa maksud dari perkataan mbak Wulan Bu" ucap viona penasaran
" Dulu Hari pertama mbak Shinta menginjak kan kaki di kota ini , kami bertemu di depan restoran yang cukup besar" Wulan menceritakan masa lalu
Flashback on
Berapa tahun yang lalu pertama kali Shinta ke kota untuk mendapatkan pekerjaan .
"tolong tolong tolong " teriakan Shinta terdengar di tengah malam oleh Wulan yang saat itu sedang berada di dalam kos kosan nya
"ya Allah" ucap Wulan, tapi tak satu pun yang keluar menolong ,takut atau tidak mau ikut campur mungkin itu alasan mereka.
"kalau aku yang keluar, ibarat kata aku seperti menyerah kan diri sendiri dong" gumam nya hingga ia punya ide untuk berlari ke luar mengambil batu batu lumayan besar .
Dari atas ia melempari para preman yang sudah mulai mendekati wanita tersebut ,ya wanita itu buk Shinta .
"cepat masuk mbak, cepat masuk pagar nya ngak di kunci " ucap wulan kepada wanita yang ngak dia kenal sama sekali
"lariii" setelah memastikan Shinta memasuki pagar kos kos Sanya, dan para preman tersebut tidak berani memasuki pekarangan kos, Wulan kebawah dan membawa Shinta ke kamar nya
wanita itu terdiam entah apa yang ia pikirkan, ia tak bergeming di depan pintu kamar Wulan
"mbak ayok masuk dulu" ucap Wulan , menyadari lamunan Shinta
__ADS_1
"terimakasih banyak, atas bantuan kamu ,kalau ngak ada kamu pasti saya sudah " ucapan Shinta terhenti
"sama sama mbak, mbak dari mana dengan membawa tas sebesar ini " tanya Wulan memotong ucapan Wulan
"nama saya Shinta ,saya dari kampung yang ingin mencari pekerjaan disini " ucap Shinta
"saya wulan mbak " jawab Wulan
"malam ini ,mbak nginap di kos saya aja dulu mbak " tawar Wulan kepada Shinta
"maaf ya merepotkan kamu " jawab Shinta, karena memang ia ngak tahu akan pergi kemana
Singkat cerita wulan membawa Shinta untuk bekerja di tempat nya bekerja , sebuah restoran yang lumayan besar, disana Shinta dan Wulan menjadi cleaning servis .
Mereka cepat akrab, seperti Kaka dan adik, Wulan yang juga merantau ke kota untuk memenuhi kebutuhan ibu dan adik nya di kampung. Ibu kandung Wulan sudah lama sakit hingga membutuhkan biaya berobat.
hingga suatu malam , Wulan terlihat sangat gusar dan kwatir setelah menerima sebuah telfon
"kenapa lan" tanya Shinta
"ibu mbak, ibu harus di operasi tapi harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu " ucap Wulan
"berapa lan" tanya Shinta saat itu
" 80 juta mbak " jawaban Wulan sepontan membuat mata Shinta bulat sempurna karena shock mendengar uang yang di butuhkan
"kamu jangan kwatir lan, besok kita coba minjam ke bos, doakan saja bisa ya" solusi dari Shinta
"Wulan ngak yakin mbak, uang sebanyak itu langsung di setujui bos" jawab wulan kwatir
nexxxttttt
__ADS_1