
Kediaman Kania
baaaarrrrrrrrr Frans mendobrak pintu rumah Kania tanpa mengetok terlebih dahulu
" Frans , kau? kenapa kau menghancurkan pintu rumah ku? apa kau sudah tidak sabar bertemu dengan ku sayang?" ucap Kania tiba tiba berada di depan Frans
"hmmm mau pilih yang mana pintu mu yang saya hancurkan atau dirimu yang saya leburkan ?" jawab sengit Frans
"apa maksud mu? saya tidak tahu arah bicara kau kemana Frans " ucap Kania dengan santai
...apa dia sudah tahu jika saya ....ah tidak tidak kalau pun mereka tahu kenapa anak buah saya tidak ad berkata apa apa gumam Kania di dalam hati...
"hmmm syukur nya istri ku tidak tergores sedikit pun, kau masih bisa saya toleransi untuk tidak melaporkan perbuatan mu kepada pihak yang berwajib , saya masih baik bukan? saya masih menghargai kau pernah dekat dengan ku , tapi ingat hanya untuk kali ini saja ,jika kau mengulangi perbuatan yang sama tidak ada ampun bagi mu Kania " tutur Frans bengis melihat Kania
"maaf Frans tapi saya tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan , sungguh" ucap Kania berusaha dengan tenang dan santai
"tidak usah bertele-tele , jika sampai besok jam 2 siang kau masih berada di negara ini , aku tak akan segan segan melaporkan mu ke pihak berwajib "
"apa apa an kau Frans , apa masalah mu " Kania berusaha berkila
" tadi nya saya tidak berniat untuk mengancam mu bahkan memaksa mu untuk keluar dari negara ini tapi karena kau selalu berkila dari perbuatan jahat mu , saya tidak mau mengambil resiko yang bisa menyakiti viona , karena wanita seperti dirimu tak ubah nya dari seorang pecundang yang berhati iblis "
"Diam kau Frans, kau tidak berhak mengatai saya seperti itu , lagi pula kesalahan apa yang aku perbuat, saya bisa melaporkan kau jika saya mau" jawab Kania membantah semua tuduhan Frans
saya tahu Frans kau tidak punya bukti , kau hanya menerka aku tau itu hmmm gumam Kania tersenyum di dalam hati
"mmm hahahhaha hahahaha " tawa Frans memenuhi rumah Kania
"aku bukan bodoh seperti kau Kania" jawab Frans pok pok pok Frans menepuk tangan nya dan orang orang nya Frans membawa beberapa orang suruhan Kania dengan babak belur . Melihat semua itu mata Kania melotot sempurna
"apa kau masih mau bicara sesuatu? atau ingin mengelak lagi?" ucap Frans kepada Kania " di ponsel dia juga ada panggilan panggilan telepon mu Kania "
"oke saya akan mengaku, memang saya dalang dari semua itu, lagi pula itu karena kalian semua, perempuan itu merebut mu dari ku sedangkan mama mu yang katanya baik hati itu selalu menghina ku , dan kau menolak ku mentah mentah" jawab Kania dengan nada bengis
"sekarang pergi lah dari sini , sebelum saya habis kesabaran , jika tadi kau harus pergi hingga jam 2 siang maka sekarang saya ubah, pergi dari sini sebelum jam 10 malam ini "
"kau tak bisa...."
"tak bisa apa? pergi atau aku akan lapor polisi? ancam Frans
baiklah kali ini aku akan mengalah , tapi tidak nanti Frans ,saya tidak akan diam dengan semua ini gumam Kania lalu pergi dari hadapan Frans
"awasi perempuan itu, hingga dia hengkang dari sini " ucap Frans berlalu
__ADS_1
.
.
.
"jadi tante menyetujui keputusan itu?" ucap Kania kepada Jelika
"tidak ada pilihan vio, jika saya tidak memilih itu maka saya harus siap bercerai " Jawab Jelika
"viona mendukung apa pun keputusan yang tante ambil, tapi apa Tante sanggup karena berbagi suami itu sangat lah sulit " ucap viona
"entahlah vio" jawab Jelika bingung "ahh sudah lah jangan bahas lagi mengenai ini, sekarang ceritakan bagaimana hubungan mu dengan Frans?"
"Frans? ya begini aja tant, baik baik aja kok" jawab viona santai karena gimana pun viona ngak mungkin menceritakan tentang hubungan nya dengan Frans meskipun Jelika sudah berubah
"syukur lah Vi "
"viona mau bertanya boleh Tan? " ucap viona yang di jawab anggukan oleh Jelika " Tante tahu mengenai orang orang yang mau menculik viona ngak?" tanya viona
"hmmm masalah itu , ..." Jelika seperti ragu untuk menjawab karena takut salah bicara sehingga menciptakan masalah baru
"semua nya sudah selesai kok sayang, barusan Frans menghubungi mama dan sudah tahu siapa dalang dari semua kejadian yang menimpa kita dari semalam " jawab Anggita tiba tiba datang dari belakang mereka
"barusan sampe Je " jawab Anggita
"jadi benaran mah, mereka mau menculik viona? " tanya viona penasaran, Anggita mengangguk mengiyakan pertanyaan viona
"tapi siapa? viona disini ngak punya musuh ma" tutur viona bingung
"Kania, dia dalang dari semuanya , Kania dendam karena dia berfikir kamu merebut Frans dari nya, tapi kamu tidak perlu kwatir lagi karena semuanya sudah di atasi oleh Frans, semuanya sudah kembali seperti semula , Kania akan pergi dari negara ini dan akan kembali ke tempat dia seharusnya " jawab mama Anggita
"syukur la semua sudah di atasi mbak" ucap Jelika
" gumana je apa kamu sudah bisa menghubungi Ervan? "
"belum mbak , entah kemana anak itu " jawab Jelika, karena setelah pertemuan terakhir di rumah utama , Ervan setelah itu tidak bisa lagi di hubungi entah dimana dia sekarang.
"sabar Je, mungkin Ervan butuh waktu " jawab Anggita , dan di anggukan oleh Jelika
.
.
__ADS_1
.
"kenapa tuan menyembunyikan dari saya?" tanya viona di dalam kamar
"sembunyikan apa?" jawab Frans tidak mengerti
"kalau saya target penculikan itu "
"untuk apa saya beri tahu, biar kamu ketakutan setiap saat seperti itu? , saya tidak mau menjadi gila karena kamu " ucap Frans
"kenapa tuan yang jadi gila, kan saya yang akan di culik"
"jika kamu ketakutan setiap saat, saya juga yang pusing "
"kenapa tuan pusing"
"karena saya ..." omongan Frans berhenti, lidah nya keluh untuk melanjutkan omongan nya
"kenapa tuan? kok berhenti "
"suka suka saya , mau bicara mau ngak dong "
"hmm apa ? tuan sudah suka akan saya?
"kapan saya bicara seperti itu?
"barusan , masak tuan ngak ingat ? cieeee hahha" viona menggoda suaminya
" kamu menggoda saya?"
"ngak mana berani saya menggoda anda , saya cuma mau bilang seperti nya anda mulai sayang akan saya deh , iya kannn" ucap viona mencolek pipi Frans yang sudah memerah
kenapa dengan gadis ini, berani sekali dia sekarang sudah gumam Frans di dalam hati
kenapa dengan diriku? ahh sudah lah kata mama anggita jika lelaki tidak bergerak duluan , tidak salah kok jika perempuan yang bergerak duluan hmmmm hitung hitung perjuangan cinta gumam viona
"kok diem? ngak bisa jawab ya hehehhe kalau sayang bilang sayang tuan , ngak usah di pendam wkwkwk "
"tidak mana mungkin saya bisa sayang secepatnya ke pada gadis seperti kamu " ucap frans cuek
"masak iya, tuan ngak ingat berapa kali ngomong sayang ke saya? coba ingat ingat dulu " dari dalam mobil hingga di sekolah tadi
"itu itu kecoplosan saja"
__ADS_1
"kecoplosan itu jujur lo tuan " jawab viona melihat di luar jendela kamar . Sedangkan frans hanya terdiam karena bingung mau menjawab apa lagi.