Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 33 Dramatis


__ADS_3

"apa ! apa kau yakin?"


"yakin 1000% nyonya , semua bukti ada disini, lagi pula saya sendiri yang turun tangan untuk menyelidiki hal ini nyonya" Ucap seseorang tersebut


"hmmm sekarang pergilah dari sini, ingat satu hal suami dan mertua saya bahkan siapa pun itu tidak boleh tahu mengenai ini "


"baik nyonya , saya undur diri " lelaki suruhan tersebut mengundurkan diri dari hadapan nyonya besar


"Jangan sampai kau di buat dramatis oleh drama yang kau ciptakan tuan muda ku , karena bibi dan sepupu mu tak akan tinggal diam apa lagi dengan pernikahan mu yang dadakan "


"aku harus melakukan sesuatu " ucap Anggita berlalu dari ruangan tersebut


Di lain tempat Jelika duduk di sebuah kafe , yang sibuk dengan handphone di tangan nya sesekali ia melirik jam di tangannya.


"siang bos"


"bisa ngak lebih cepat dari ini? apa harus saya menunggu?"


"maaf bos, macet "


"alasan kau "


"mana?"


"Informasi yang saya dapatkan adalah bahwa nona Viona berasal dari kampung kecil yang terletak di ujung kota ini bos, ayah nya sudah lama meninggal dunia , dan dia mempunyai dua orang adik lelaki"


"terusss?" tanya Jelika balik


"hanya itu bos"


"what hanya itu? ngapaen aja kerjaan kalian? dari mana aja kalian? kalian kerja tidak? informasi yang kalian berikan barusan tak ada guna nya bagi saya, cari yang lebih spesifik dong, ibu nya atau apa nya dan terutama kenapa dia sampai bisa menikah, bertemu , kenalan dengan si frans itu " ucap jelika emosi


"baik bos, akan saya cari tahu semuanya yang bos pintak" jawab salah satu suruhan Jelika

__ADS_1


"pergi " sesuai perintah, mereka berlalu dari tempat tersebut


"bodoh sangat bodoh, buang buang waktu ahhh awas kau tuan dingin, akan aku hancurkan hidup mu , tunggu tanggal mainnya" ucap jelika sinis


Di kediaman utama Prayoga Aditya


Sejak kejadian tempo hari, viona selalu di awasi ketat tentu karena perintah sang suami nya tuan muda Frans.


Meskipun viona kadang merasa risih dengan pengawalan kemana pun ia pergi, tetap saja ia tak berani melawan atau membicarakan dengan suami nya .


ampun deh, mau nonton tv aja Selalu ada yang ngintit, mau minum ada yang ikutin , yang bikin aku bingung tak satu pun dari mereka yang mau ku ajak bicara tertawa bareng , dengan alasan tidak pantas , puyeng puyeng trus aku ngomong sama siapa gitu boleh? gumam viona sambil melihat ke pelayan yang menguntit nya sedang melihat acara Tv.


"apa nyonya muda butuh sesuatu?" tanya pelayan tersebut , mendengar itu viona mengangguk pelan


"katakan lah nyonya, maka kami akan menyiapkan apa yang nyonya mau" jawab pelayan muda tersebut dengan sopan


"saya butuh kamu "


"tentu nyonya , saya akan melakukan apa pun yang nyonya pinta "


"baiklah saya butuh kamu untuk mengobrol dengan saya , tertawa , apa kamu mau jadi teman saya?" tanya viona ke pelayan tersebut


"maaf nyonya muda, Saya adalah pelayan di rumah ini , saya bukan teman yang tepat untuk nyonya , lagi pula tidak pantas jika seorang majikan seperti nyonya istri sang tuan di rumah ini berteman dengan saya yang cuma pelayan nyonya " pelayan tersebut menjawab dengan apa ada nya


" hmmm berteman itu dengan siapa saja , selagi itu baik dan berdampak positif, jika kamu berteman dengan saya karena melihat status saya berarti kami tidak tulus, pertemanan yang tulus itu tidak melihat kita istri siapa, kita orang kaya, kita pengusaha, kita nyonya besar , tidak pertemanan tidak melihat itu, pertemanan itu di awali dengan ketulusan hati hingga membentuk saling percaya, saling menguatkan , saling suport serta saling berbagi cerita sedih , bahagia dan semua itu tidak ada hubungannya dengan sttus seseorang " viona panjang lebar memberi pendapat nya


Tanpa ia sadari dua pasang mata dari tadi mendengar kan dan melihat semua yang viona bicarakan.


"apa kau tau frans, dia adalah wanita yang jauh lebih muda dari mama tapi barusan dia mengingatkan mama kembali apa itu arti ketulusan dalam pertemanan "


"melihat kejadian barusan mengingatkan mama atas kejadian puluhan tahun lalu hmmm sama seperti viona, mama dulu juga kesepian tanpa teman sedangkan pelayan? jangan kan berteman , berbicara saja mereka ketakutan " sambung Anggita kepada Frans yang dari tadi berdiri di samping nya


"tentu mah, Frans akan mengajarkan viona bagaimana bersikap ke pelayan , seperti nya karena viona belum terbiasa saja ma" jawab Frans pelan

__ADS_1


"maksud kamu? kamu ngomong apa sih " Anggita berlalu meninggalkan Frans yang masih bengong


"hallo sayang, lagi apa, bosan ya? maaf ya nak gara gara suami kamu ngak bolehin mama bawa kamu keluar jadinya kamu bosan di rumah sendiri an "


"ngak apa kok ma, lagi pula vio ngak sendiri kok, banyak mbak mbak yang temani viona mah"


"mama bangga sama kamu sayang, kamu bahkan tidak memanfaatkan apa yang kamu miliki walaupun sebenarnya kamu bisa, kamu bisa saja memilih berteman dengan siapa saja karena status kamu sekarang, tapi yang kamu lakukan kamu bahkan mau berteman dengan siapa saja "


"maaf nyonya , sebenarnya ..." ucapan pelayan tersebut terpotong karena Anggita menstop dengan tangan nya


"menantu ku viona berhak berteman dengan siapa saja di rumah ini termasuk dengan pelayan, tapi ingat tentu dengan batasan batasan pastinya " jawab Anggita tersenyum


" makasih ma, vio sayang mama" viona memeluk mama mertua nya


saya tidak tahu kepahitan apa di masa lalu mu hingga kau bisa disini bersama ku menjadi menantu ku, tapi satu yang ku tahu apa pun itu kau tetap wanita yang tepat untuk putra ku meskipun kalian menikah mungkin dengan suatu hal gumam Anggita di dalam hati nya


"jangan senang dulu, kau boleh berteman dengan pelayan tapi tidak dengan pelayan lelaki, ingat itu " mendengar ucapan Frans, Anggita dan viona saling pandang hingga mereka tertawa bersama


"aku tahu kalian bahagia menertawakan cucu ku, tapi apa kalian tidak mau mengikut sertakan aku untuk tertawa " ucap sang kakek Handoko yang lagi berdiri di dekat tangga


"ayah , tentu ayah karena sepertinya cucu mu sangat pencemburu hingga pelayan pun ia cemburui, kasihan menantu ku ini " ucap sang mama sambil mengejek Frans


ahhh aku terjebak karena ucapan ku sendiri, kenapa bisa bisa nya aku berbicara seperti itu di depan mama gumam Frans yang sekarang sudah menjadi kepiting rebus


"kau tidak perlu malu , kau telah melakukan yang tepat dan benar , aku baru tahu kenapa kau melarang nya keluar rumah "


"iya kakek" jawab Frans


"karena Kaka baru menyadari, siapa pun yang melihat istri mu maka ia akan terpana tidak bisa berpaling " jawab sang kakek tersenyum


"jadi berhati-hatilah " kakek melanjutkan omongan nya dan berlalu pergi


"

__ADS_1


__ADS_2