Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 20 SAH


__ADS_3

Sekarang mereka sudah berada di sebuah gedung mewah. Pernikahan tuan Frans dan viona dilakukan Dengan tertutup hanya di hadiri oleh kerabat dekat dan rekan rekan kerja dari pihak tuan Frans. Sedangkan dari pihak viona tidak satu pun yang datang kecuali adik adik nya sedangkan ibu nya Shinta masih terbaring lemah di atas kasur rumah sakit.


Keluarga dari pihak ayah viona, tak satu pun yang dapat , meskipun sudah di datangi oleh orang orang suruhan tuan Frans, dengan alasan sibuk, dan tidak mau tahu terhadap viona beserta adik adiknya itulah yang di katakan oleh keluarga nya viona kepada sang asisten tuan.


Orang tua Frans tidak dapat menghadiri pernikahan anak sulung mereka karena saat ini sedang berada di Amsterdam tentu tidak bisa hadir karena dadakan, sedang kan sang kakek juga berada bersama orang tua Frans.


"secepat ini kah dia menikah mam, seperti nya ada yang Janggal " ucap Ervan kepada sang ibu , Ervan adalah sepupu tiri dari tuan Frans , ayah dari Ervan adalah anak tiri dari kakek nya frans.


Dengan ancaman semua harta warisan akan jatuh kepada Ervan lah , Frans rela menikahi viona gadis belia yang baru menamati sekolah nya.


"entah lah , kita lihat saja seperti apa gadis pilihan nya, dan jangan lengah , selidiki dia" ucap bu jelika , ibu nya Ervan


"oke mam" jawab Ervan melihat tajam kepada Frans yang sudah duduk di tempat nya


"kalian jangan macam macam , saya mengawasi kalian " ucap Defran ayah dari Ervan, sebenarnya pak defran sangat baik , bahkan dia tahu diri atas posisinya yang hanya anak tiri, tetapi sayang istri dan anak nya memiliki sifat rakus dan tamak ingin menguasai apa yang bukan hak nya


" ahhh hidup kamu penuh ancaman aja ya pa " jawab istri nya sewot , sedangkan Ervan tidak senang mendengar ucapan dari sang ayah.


"bukan nya mendukung sang anak, eh malah mencurigai " jawab Ervan tak suka kepada pak defran ayah nya


" papa selalu mendukung kamu jika itu benar, tapi tidak untuk kesalahan seperti mama mu , anak salah kok di dukung " jawab pak defran menjauh dari anak dan istri nya karena ia tahu jika terlalu lama bersama maka perdebatan panjang akan terjadi


MC memanggil calon pengantin , Viona keluar seperti bak putri raja yang sangat cantik, dia memakai gaun berwarna putih, kecantikan begitu bersinar karena mahkota yang ia kenakan, vio di apit oleh kedua adik adik nya. Semua mata tertuju pada viona tanpa terkecuali tuan Frans yang tak bisa berpaling dari wajah viona

__ADS_1


"ehmm emhhh " sang asisten mengkode sang tuan untuk tidak salah tingkah , mendengar itu tuan Frans seperti malu sendiri


"wawwww sangat cantik, tinggi, putih **** , dimana dia mendapatkan gadis seperti itu?" tanya Ervan kepada mama nya jelika


" anak bodoh ,yang kau tahu hanya **** dan cantik , coba kau lihat wanita itu, seperti gadis ingusan , selidiki wanita itu sebelum kau terlambat dan tak mendapat kan apa apa dari kakek tua itu " ucap jelika kepada anak nya


"secepatnya aku akan mendapatkan apa yang mama inginkan " ucap Ervan memandang sinis kepada viona


"SAH " ya sekarang pernikahan mereka telah sah, viona resmi menjadi istri Frans dan sebaliknya. Tanpa tahu apa yang akan terjadi kedepannya , entah badai apa yang akan menimpa viona, tapi yang pasti ia telah melewati berbagai rintangan dalam hidup tentu untuk kedepannya ia jauh lebih siap menghadapi rintangan apa pun itu.


"jangan menangis sayang, bukan kah kita hanya menjalankan takdir?" ucap wulan Melihat viona menetes kan air mata


" ia mbak, vio sedih ingat ayah andai ayah Masih ada , ayah yang akan menikahi vio dan andai ibu disini maka semua akan lengkap kan mbak" jawab vio kepada Wulan


aku tahu ini pernikahan kontrak, tapi bukan kah dalam agama kita pernikahan itu sakral, aku memang tak berharap banyak dengan hubungan ini, ya hubungan ini tidak ada harapan di dalam nya tidak akan ada masa depan , tapi tetap saja ini sakral dan sah di tangan Tuhan bathin viona menangis


"selamat atas pernikahan mu wahai sepupu tiri ku, ku doakan kehidupan kalian bahagia selamanya " ucap Ervan kepada Frans , sambil bersalaman dan pelukan palsu Ervan begitu juga sebaliknya Frans yang pura pura akur dengan sepupu tirinya.


"hmmm terimakasih telah datang dan menyaksikan kekalahan mu sepupu tiri ku, tentu kamu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah hari ini " bisikan Frans dengan tersenyum kepada Ervan . Mendengar kan hal tersebut Ervan emosional dan turun dari panggung pernikahan.


"selamat Frans kau mendapatkan istri yang cantik, dan seperti nya lugu , kau mendapatkan nya dimana? dengan harga berapa ?" ucap nyonya jelika sinis melihat kepada viona


"terimakasih Tante atas pujiannya kepada istri saya, jika Tante ingin mengetahui harga nya hadir lah dua hari lagi di saat Daddy mami dan kakek tiba di Indonesia, Tante bisa bayangkan bukan ? berapa harga nya ? ooohh tidak Tante Tidak bisa membayangkan nya karena itu bukan milik Tante dan bukan hak putra manja Tante itu juga (sambil melihat Ervan ) , karena pastinya itu jatuh ke tangan tuan muda Frans Prayoga Aditya " ucap Frans tersenyum , mendengar semua itu jelika emosi dan menghentak kan kaki lalu pergi

__ADS_1


"selamat Frans atas pernikahan mu , maafkan Tante dan saudara mu Frans " ucap om defran kepada frans


"om tidak perlu terus menerus meminta maaf untuk kesalahan yang bukan dari om, saya menghormati om seperti saya menghormati Daddy saya om " ucap Frans memeluk om nya defran


"berbahagialah Frans apa pun di balik pernikahan ini, jangan pernah lupa kau lahir dari seorang perempuan " ucap defran berlalu , mendengar hal itu Frans tertegun


apa om defran mengetahui sesuatu ,ohh tidak tidak mungkin ,mana mungkin om defran mengetahui semua ini bisik hati Frans


kenapa Frans ? apa kau kwatir aku mengetahui sesuatu? om memang tidak mengetahui nya Frans, tapi om tahu pasti ada sesuatu dengan pernikahan ini, karena om tahu kamu akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan hak kamu dari anak dan istri Om yang tamak dan rakus bathin defran berbicara


"viona kita harus ke rumah sakit sekarang, ibu kamu kritis " ucap Wulan Setelah menerima telfon dari pihak rumah sakit.


Mendengar semua itu, viona terduduk seperti di sambar petir di siang bolong.


"apa kah akan secepat ini Bu " ucap nya gemetaran


"ibuu, kenapa bu kak" tanya Riko yang tak di jawab viona


"ayok cepat kita ke rumah sakit " ucap tuan Frans...


terimakasih telah mampir..


jangan lupa like , vote dan hadiah nya ya.

__ADS_1


terimakasih..


__ADS_2