Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
bab 93


__ADS_3

" bagaimana ini ayah jika Jelika tidak mau merawat dan menjaga Jeni , apa yang harus saya lakukan " ucap Def frustasi


"Tante Je orang yang baik serta bijaksana om , Vio tahu Tante akan mengambil keputusan yang tepat " jawab viona meyakinkan Def


" Apa pun keputusan je, kau harus menerima nya Def, seperti dia menerima kau madu bahkan kau perlakukan tidak adil " ucap Handoko yang sebenarnya masih sedikit kesal dengan keputusan yang di buat oleh anak nya itu


"Tapi apa pun itu, Jeni adalah cucu perempuan keluarga ini , saya tentu juga berharap banyak dengan keputusan Je " sambung Handoko


"tidak usah kwatir ayah, Anggita tahu bagaimana Jelika" jawab Anggita


tak lama berselang Jelika datang, dengan senyuman di wajah nya


"ayok lah, kita akan menemui anak kita mas, tadi aku hanyalah berganti pakaian , karena baju ku tadi seperti nya sudah kotor dan bau, aku tidak mau moment pertama bertemu dengan putri ku rusak hanya karena baju yang ku pakai" ucap Jelika sambil tertawa


"je " mendengar itu def langsung memeluk Jelika "aku pikir kau tidak akan...." sambung def yang di potong Jelika


"apa kau berpikir aku tidak akan mau merawat jeni? bukankah kita pernah bermimpi inginkan seorang anak perempuan? sekarang sudah terkabul kan meski dia bukan lahir dari rahim ku, tapi aku akan menjadi ibu bagi nya, aku akan merawat nya dengan kasih sayang ku sama seperti aku merawat Ervan " jawab Jelika dengan berlinang air mata


"ayah Bangga dengan keputusan mu nak " ucap Handoko tersenyum


"aku seperti bermimpi , melihat Jelika yang pertama kali aku kenal telah hadir di hadapan kita semuanya " tutur Handi tak kalah senang melihat semuanya telah membaik


"mbak bahagia melihat senyum di bibir mu telah terukir kembali " ucap Anggita


Benar kata orang, di balik musibah akan ada hikmah yang dapat kita petik, bukan kah pelangi memang datang setelah hujan badai?. Kepergian Lani ternyata membawa kehidupan baru untuk keluarga Prayoga terutama kepada Def dan Jelika

__ADS_1


.


.


.


" mas merasa nonton sinetron , jika melihat kehidupan Tante je dan om Def, sayang " ucap Frans kepada viona


"itulah mas, takdir ,kita tidak bisa menolak , yang bisa kita lakukan sebagai manusia hanya lah bersabar dan berusaha " jawab viona


"apa tidak sebaiknya kita pulang ke rumah saja sayang? " tanya frans


"boleh juga, aku juga udah rindu bersihkan rumah kita "


"hmm kapan mas" tanya viona kaget


"baru kemarin sayang, beberapa asisten rumah tangga di oper ke rumah kita "


"beberapa?"


"ya hanya tiga orang kok"


"hanya tiga?, untuk apa mas ? mau ngapain aja?"


"sayang untuk yang satu ini, tidak ada penolakan ya , ingat kamu lagi hamil ngak boleh capek " jawab frans

__ADS_1


"lagi pula kita juga sudah satpam dan penjaga" sambung Frans


"oupss jangan jawab dulu, papa saja marah ke mas Kareena ngak punya penjaga satu pun , mas udah bilang Lo, banyak kawan banyak lawan " ucap Frans tak membiarkan viona bicara


"baiklah mas , jadi kapan kita mau pindah ?"


"besok mungkin ya sayang"


"tapi mama?"


"serahkan semua nya kepada suami mu yang ganteng ini " jawab Frans dengan bangga nya menyebut dirinya ganteng


"baiklah mas, mari tidur "


"oke sayang, sini mas pijit , kamu pasti penat " ucap Frans mendekati viona


"ngak usah mas hehe nanti kalau mas pijit makin penat " jawab viona mengelak


"dosa Lo nolak suami " jawab frans


"hmmm nolak ngapaen mas? kan aku nolak nanti takutnya mas kecapean lo "


"hmmm pandai ngelak ya sekarang " jawab Frans menunjuk viona


"hahahha mas mas ayok tidur" jawab viona menggelam kan badannya di dalam selimut.

__ADS_1


__ADS_2