
Sekarang viona telah berada di tengah tengah grup sosialita nya. Setelah say "hallo/hai" dan kenalan di tambah cipika cipiki membuat viona senyum senyum sendiri karena ia tak menyangka jika saat ini dia berada di tengah-tengah para istri penguasa di kota kota ini.
"wahhh jeng viona cantik ya, ngak salah pak Frans memilih wanita " ucap salah seorang dari mereka
"makasih mbak, mbak juga sangat cantik " jawab viona tersenyum
"ooh tentu jeng, b.t.w ngak usah manggil mbak jeng, manggil jeng aja ya, biar lebih gaul gitu " jawab wanita tersebut
"OOO baik jeng, maaf viona belum terbiasa " jawab vio ngak enak kemudian
"ngak apa jeng vio, eehh jengs tau ngak , viona ini masih sangat muda lo, dan anggota termuda di circle kita " ucap regina berbicara dengan tangan tangan melentik
" hmm udah tau kali jeng, meskipun ngak di bilang , dari wajah nya keliatan" jawab yang lain nya
"udah ah jeng, ayok di mulai dong arisan nya" timpa yang lainya
" OOO iya jeng vio, Karena jeng baru jadi belum tau ya kan, arisan kita itu 200 juta per bulan jeng, nah wajib hadir atau kalau ngak bisa kali untuk hadir , hari itu juga harus transfer " jelasan dari yang lain
"200 juta ?" tanya viona kaget
itu duit semuanya kah?" gumam viona
"iya jeng, kenapa terlalu kecil ya?"
"ha ' kecil? ngak jeng besar malah heheheh kayak nya vio ngak ikut dulu deh jeng" ucap vio membuat yang lainya pada saling lirik
'kenapa jeng Vi? perasaan ngak ada berita deh family group bankrut atau dalam masalah " ucap wanita yang bernama Alena tersebut.
" ha' bankrut? bukan itu jeng saya lupa bawa duit sebanyak itu sekarang , hooh lupa " jawab viona mengelak ikut arisan tersebut
duit sebanyak itu? kemana akan ku Carikan setelah berpisah dengan tuan Frans? berpisah? ya itu akan tiba bukan? aku tidak mau menambah nambah masalah , apa lagi ini 200 juta , melihat nya saja aku belum pernah apa lagi punya hahaha ada ada aja gumam viona
"oo kirain heheh " ucap nya kemudian
"tenang jeng, kan tinggal transfer nanti Lo jeng, ship ya jeng, udah ku catat ini " ucap alena sambil menulis
"ha' ngak usah dulu jeng beneran " ucap viona dengan wajah kwatir
"tenang aja jeng Vio pak frans pasti ngizinin kok, lagi pula duit segitu mana ada artinya buat Prayoga group ya kan jenggg's " ucap regina
"tapi mbak "
"udah tenang aja " jawab regina
"oke yokkk kita makan, ahh udah lapar ini" ucap yang lainnya
"mau tambah juga ngak apa kan jeng Vi?"
"iya silakan aja jeng? " jawab viona bingung
kenapa nanya nya ke vio ya gumam vio sendiri
Akhir nya acara makan makan sosialita group usai juga, dan viona kebingungan cara bayar nya
__ADS_1
"mbak bayar nya gimana?" bisik vio ke regina
"hmmm " jawab regina bingung masak dia ngak tahu cara bayarnya gimana? hmm oo iya dia kan pertama kali ke tempat ini mungkin agak grogi kali ya, gumam regina dalam hati
"itu jeng disana, perlu aku temannin jeng " tanya regina
hmm kok perlu nemenin, memang nya mbak regina ngak bayar makanan yang ia makan apa gumam viona bingung
"ayok jeng vio di bayar, kita mau shopping lagi cusssss " ucap Alena membuat viona melongo
"aku bayar?" tanya vio bingung
"oups lupa bilang lagi, peraturan awal di sosialita group, anggota baru wajib traktir makan untuk pertemuan pertama jeng hehhehe , iya kan jengsss" ucap Alena
"iya dong jengsss" jawab semuanya
"ayok jeng aku temenin" ucap regina sambil berdiri
sesampai di kasir..
"berapa mas" tanya regina
"oo sudah tertera disini mbak " jawab karyawan tersebut
"6000.0000" viona membaca dengan terkejut
"mahal nya mbak, apa ngak salah hitung, aduhh aku cukup ngak ya Bawak uang segitu" viona membuka tas nya, menghitung lembaran merah yang ia ambil di laci tadi
"ya ampun vi,,suami kaya raya kok cuma bawa duit segitu sih" tanya regina keheranan
"ya gimana mbak, yang kaya kan dia bukan aku" gumam viona pelan tapi masih kedengaran sama regina
"ha' ya sama aja, emang kamu ngak di kasih duit sama suami mu Vi?" ucap regina masih bingung, ya regina hanya memanggil jeng di dekat anggota sosialita aja itu pun viona yang pintak
"di kasih mbak, tadi sebelum pergi aku di suruh ngambil duit dan kartu di laci, tapi yang aku ambil cuma segini, dan kartu ini " ucap viona melihat kan kartu yang di pegang oleh Viona
" ha' kamu black card? wah kamu bahkan di bebaskan suami mu membawa ini kemana aja dan kapan aja Vi? andai mas Viko juga ngizinin aku" ucap regina mengiba hati
"emang nya kenapa ngak bolehin mbak?" tanya viona penasaran
"kamu emang ngak tau ya Vi? ah ya udah lah nanti lama lama kamu juga tahu, ya udah bayar pakai ini aja, kamu tahu pin nya kan Vi? " tanya regina
"ngak mbak, eh tunggu apa angka yang di kirim tuan Frans tadi ya?" ucap viona melihat ponsel nya
"tuan"?
"mas Frans mbak" jawab nya sambil memencet mesin EDC tersebut
"mbak kayak nya aku ngak bisa ikut deh, nanti mas Frans ...."
"aduhh Vi ribet deh hidup mu, lagi pula kita shopping untuk suami kita, supaya dia betah di rumah dengan penampilan baru kita ,, ayokk " ucap regina menarik tangan viona Karena Genk sosialita telah menunggu
.
__ADS_1
.
Di tempat belanja
"waww ini lingerie cantik banget, cocok untuk mu Vi, ini ambil " ucap regina
"ngak ah mbak, ini baju apa an sih bolong bolong tipis ,kurang bahan mehong lagi " jawab viona kaget melihat harga yang tertera
"aduh Vi ini beli aja, biar pak Frans tak berkedip lihat kamu , nanti malam pakai Lo" ucap regina maksa
"ya udah deh mbak" ucap viona memandang lingerie yang ia pegang
"kok cuma satu sih jeng, ambil semua warna dong, masih suasana pengantin baru kan? harus banyak stok itu " ucap Alena mengambil semua lingerie
"ngak mbak satu aja, lagian vio ngak suka pakai baju kurang bahan " jawab vio jujur
"iya sih, kalau Makai ginian tiap malam, capek juga kan jeng " jawab Alena
"hmm ya jeng " ucap viona membayangkan jika dia memakai lingerie yang ia pegang di depan Frans
pasti aku di bilang penggoda gumam viona
ponsel viona berbunyi
tuan suami memanggil itulah yang tertera di handphone nya viona
"halo iya tuan "
" ..."
"baik tuan, saya akan turun " jawab viona
"maaf jeng semuanya suami vio udah nunggu di parkiran , vio pulang duluan ya " ucap viona izin untuk pulang lebih awal
"cepat amat sih "
"yaa elah maklum pengantin baru"
begitu lah jawaban mereka
"oke deh jeng, jangan lupa tu di bayar " jawab Alena
"sekali an ya nanti jangan lupa tf arisan kita " sambung Alena tersenyum
"iya mbak " ucap viona tarik nafas..
entah bagaimana caranya aku menjelaskan semua ini pada tuan frans, entah berapa duit nya habis oleh ku dalam setengah hari ini, ya
Allah mana lagi ikut arisan 200 juta, apa aku keluar aja dari grup nanti ya, tapi ngak enak juga sama mbak regina , puyeng pala ku , andai saja aku ngak pergi turutin kata tuan , pasti ngak akan kacau gumam viona sambil jalan menuju parkiran mobil
terimakasih all
jangan lupa like coment dan vote ny...
__ADS_1