Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 77


__ADS_3

" kemarin sore kami menikah secara sederhana dan tertutup , beruntung om Rian adik ayah Tiara mau menikah kan kami, beliau juga tidak setuju mengenai rencana om deki " ucap Dion juga ikut menjelaskan


"awalnya om Deki tidak mengetahui pernikahan kami, tapi karena om Deki memiliki banyak mata mata, akhirnya dia mengetahui pernikahan kami, hingga om Rian dan ibu menyuruh kami lari kesini , karena om Deki akan melakukan apa saja demi mewujudkan ke inginnya, om Deki tidak mampu membalikkan semua yang telah di beri lelaki tersebut" tutur Tiara kemudian


"jadi sekarang kalian tinggal dimana?" tanya Frans melihat kepada Dion dan viona "apa kalian belum mendapatkan tempat tinggal? " sambung Frans melihat tas besar yang meraka bawa


"kami belum menemukan kontrakan yang cocok pak" jawab Dion


" dimana kamu bekerja" tanya Frans


"tadinya saya bekerja di kota ini, tapi karena ibu saya satu bulan yang lalu sakit sakitan , saya memilih resign pak, eh tak lama kemudian Tiara dalam masalah, dan akhirnya saya kembali lagi ke kota ini " ucap Dion menceritakan semua nya kepada Frans dan viona


Frans melirik viona yang seperti nya meminta bantuan kepada nya . Frans paham akan itu , dan ia sangatlah mengerti atas keadaan yang di alami oleh Dion dan tiara


"kau tamat apa?"


"saya cuma tamat SMA pak"


"kemarin kau berkerja sebagai apa disini?" tanya frans lebih lanjut


" karyawan konter Handphone pak di mall itu " Dion menunjuk sebuah pusat pembelanjaan yang ada di depan nya " tapi sayang sekarang dia tak lagi menerima karyawan karena udah full karyawan" sambung Dion


"baiklah untuk beberapa hari ini , kalian bisa tinggal di rumah saya , setelah itu saya akan bantu kalian untuk mendapatkan rumah yang cocok"


" anggap aja ini permintaan maaf dari saya, dan hadiah pernikahan dari kami berdua untuk kalian" ucap Frans yang membuat kagum viona


"tapi pak kami ngak mau merepotkan " ucap Tiara


"Ra please terima ya, jika kamu masih menganggap aku sebagai sahabat mu " ucap viona membujuk Tiara


"kau selalu menjadi sahabat ku Vi, bahkan aku slalu memikirkan mu , semenjak kau menghilang, aku tak bisa menghubungi mu karena semua nomor handphone hilang " jawab Tiara sedih


"ayok kita berangkat, kalian juga lelah bukan? dari semalam ngak ada istrahat " jawab Frans


"tapi kami tak punya uang lebih untuk menyewa rumah pak, kami mau sewa rumah petak yang sederhana saja " ucap Dion kepada Frans


"hahahaha kau tak perlu menyewa untuk tinggal berapa hari ini di rumah saya, jika kau mau setelah beberapa hari , kau boleh bekerja di kantor saya " ucap Frans menawarkan diri

__ADS_1


"ya Allah ,kau sangat baik pak, aku menerima tawaran mu, aku akan bekerja dengan baik , aku bahkan rela lagi kau buat babak belur pak " jawab Dion bercanda


"benarkah kau mau aku tinju lagi " ucap Frans mengarah kan tinju nya


"eh eh saya hanya becanda pak" jawab Dion tetawa begitu juga dengan viona dan Tiara


" tapi saya hanya bisa menempatkan mu di bagian office boy karena ..."


"iya pak saya mau menerima pekerjaan apa saja , yang penting halal , terimakasih banyak pak " ucapnya tak berhenti mengucapkan terimakasih.


.


.


.


Setelah mengantar kan Dion dan Tiara ke rumah rahasianya Frans . Mereka melanjutkan perjalanan


" kau masih sangat marah kepada ku?" tanya Frans saat berkemudi


"apa kau masih marah " tanya Frans kembali yang tak di sahut oleh viona


kau sedang dalam permasalahan yang besar frans, kau yang salah gumam Frans dalam hatinya


berapa menit kemudian frans dan viona sampai di rumah


"kita makan siang dulu?" ajak Frans kepada viona


"kau saja tuan, aku lagi tidak lapar " jawab viona cuek


aku juga tidak lapar jika begini ceritanya ucap frans sendiri lalu mengekori viona ke kamar


"aku tahu , aku salah menilai kamu dan aku minta maaf "


"kau bukan salah menilai ku, kau menuduh ku tuan, kau meragukan diriku " jawab viona marah


" iya karena pesan itu..."

__ADS_1


"dengan hanya membaca pesan di handphone ini, kau berfikir aku pembohong? kenapa tidak kau tanyakan langsung kepada ku?" ucap viona tidak kuasa menahan air matanya


"iya maafkan aku, aku salah aku mengakui itu " ucap Frans jujur


" kau bilang aku pembohong bahkan itu dengar oleh mereka, kau bentak aku dengan kata kata mu yang pedas, kau hajar kak Dion yang tak salah apa apa dan kau ...." Viona berhenti berbicara tatkala Frans memeluk nya erat


"saya tahu saya salah, dan itu menyakiti hati kamu, tapi saya mohon beri sedikit maaf dari mu, saya tidak mau kita bertengkar setelah saya tahu kebenaran nya " ucap Frans sambil memeluk viona dengan erat


" aku tidak bisa melihat mu marah kepada ku , jadi maafkan lah aku " ucap Frans melepaskan pelukannya


apakah ini saat nya dia mengungkapkan cinta nya pada ku? tapi aku belum siap, jika setelah itu dia memintak hak nya gimana? aku kan belum mandi dan masih kucel ucap viona dalam hati nya


"viona Larasati , mungkin kita bertemu dengan cara yang berbeda , kita bahkan menikah tanpa cinta dan karena keuntungan kita masing masing, namun seiring nya waktu ternyata jantung ku berdegup kencang bila di dekat mu, hati ku risau jika jauh dari mu, dan akan merasa senang dan nyaman bila di samping mu" ucap Frans sambil memegang tangan viona dan menatap mata viona yang tadi nya mengeluarkan air mata


" mau kah kau memulai semuanya dari awal bersama ku? hingga tua nanti hingga tuhan memanggil kita, mari kita bina keluarga kita, aku ingin mempunyai anak yang banyak bersama mu" sambung Frans , sedangkan viona hanya diam tak bergeming


deg deg ya Allah jantung ku mau copot , apa tuan Frans mendengar kan nya ucap viona di dalam hati sambil memegang jantung nya


"kenapa? apa kau sakit? di bagian mana yang sakit?" ucap Frans kwatir karena tiba tiba viona memegang jantung nya


"disini, apa kau tidak mendengar kan detak jantung ku yang kencang " jawab viona membuyar kan moment yang romantis


"hmm hahaha" tawa Frans tak bisa di tahan


"kau tertawa tuan" jawab viona tiba tiba menundukkan kepalanya karena malu


" tidak aku tidak tertawa " ucap Frans menutup mulutnya


"apa masih berdetak kencang " ucap Frans sambil meletakkan tangannya di dada viona


"apa kau merasakan nya?" tanya viona polos


"dia akan semakin kencang, jika aku semakin mendekat " jawab frans semakin mendekati wajah viona


kedua benda kenyal tersebut semakin mendekat, karena viona tidak menolak perlakuan dari Frans, Frans semakin melanjutkannya aksinya untuk menyicipi si kenyal viona. Frans dan viona menikmati hal yang seharusnya ia lakukan semenjak dahulu namun tiba tiba viona menarik diri dari Frans dengan malu malu .


" tuan aku sangat gerah, dan ingin membersihkan diri terlebih dahulu "

__ADS_1


"baiklah dan persiapkan dirimu untuk malam nanti " ucap Frans sambil mengecup kening viona , viona hanya diam dengan wajah nya yang kemerahan dan berlalu ke kamar mandi


bersambungggg......


__ADS_2