Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 70


__ADS_3

" apa mama tahu kau pergi kesini?" tanya Frans tidak merespon apa yang di ucapkan viona barusan


tanggapan macam apa ini tuan singa? kau bahkan tidak merespon sedikit pun yang aku ucapkan gumam viona sediri


"tentu tahu , lagi pula aku kesini bareng mama tapi mama ngak bisa menemui mu karena ada janji dengan papa makan siang di luar bareng teman lama beliau " ucap viona menjelas kan


"masakan mu sangat enak , kau belajar masak dari siapa?"


"dari ibu ku"


"aku suka sambal ini , pedas tapi bikin candu "


"jangan terlalu banyak makan cabe itu, nanti kau mencret tuan, aku tidak tanggung jawab "


"memangnya kau memberi ku obat mencret ?"


"mana berani aku memberi mu obat mencret"


"lalu?"


"ini terbuat dari cabe rawit , kebanyakan makan bisa mencret , tadi mama mintak aku bikin sambal terasi , jadi sebagian di bawa kesini deh "


"sering sering bikin ini ya, enak poooll " ucap Frans sambil kepedasan


"ya akan saya bikin kan, beberapa kali lagi hingga 3 bulan hubungan kita " ucap Viona berharap Frans akan merespon


"sambal mu membuat saya berkeringat viona , sungguh "


"itu baru sambal nya, kau belum mencoba kan pembuat sambal nya " ucap viona lolos begitu saja


huk huk huk Frans terbatuk-batuk mendengar ucapan viona barusan


"apa kau baik baik saja tuan? minum la" viona menyodorkan minum ke pada Frans


"hmmm aku baik baik saja, badan saya sudah berkeringat karena sambal ini, saya mau mandi dulu"


"mandi di kantor? "


"iya memang ada yang salah?"


"tapi bukan kah kau nanti malu atau gimana gitu di liatin karyawan mu?"


"kenapa harus malu dan kenapa pula karyawan saya harus lihat?"


"ayolah"


"kemana?"


"mandi "


"ha' anda saja, saya tidak "


"hahahah mari lah ikut saya, akan saya tunjukkan sesuatu kepada mu " ucap Frans mengajak viona ke suatu tempat

__ADS_1


kretttt Frans membuka pintu rahasia di ruangan nya..


"waw seperti kantong Doraemon "


"ini kantor ku bukan kantong Doraemon "


"cantik "


"aku lelaki dan aku tampan "


"aku tidak lagi memuji mu tuan muda , aku memuji ruangan doraemon mu ini, unik lucu, mungil dan pemandangan yang indah" ucap viona membuka tirai ruangan rahasia tersebut


"istirahat lah, saya akan mandi terlebih dahulu "


"hmmmm" ucap viona sambil berbaring di atas ranjang minimalis itu


.


.


.


"Rumah kalian besar dan cantik, taman nya juga luas , jangan pernah lupa bersyukur nak, dan apa boleh ibu bertanya?" ucap buk Rani kepada Wulan , saat ini mereka telah sampai di rumah baru yang Roy siap kan sudah lama sekali , bahkan Wanda tidak mengetahui tentang rumah ini.


"boleh Bu" jawab Wulan


"berapa orang anak dari suami mu?"


"kelas berapa dia?"


"batu kelas 3 SMP "


"kalau begitu mintak dia tinggal disini, beri dia kasih sayang yang tidak di dapatkan oleh ibu kandung nya "


" baiklah Bu, nanti akan Wulan bicarakan dengan mas Roy, semoga mbak Wanda mengizinkan , lagi pula mbak Wanda jarang di rumah , kasihan dia "


"hmmm sayangi dia seperti kamu menyayangi anak kandung mu sendiri nak"


"tentu Bu, terimakasih dan maaf untuk semua nya ya bu" ucap Wulan memeluk ibu nya


.


.


.


" Ervan mau bertemu dengan perempuan itu ma" ucap Ervan setelah beberapa hari tidak pulang


"untuk apa nak? tidak usah karena papa mu telah mengambil keputusan nya, banyak kesalahan yang telah mama lakukan dan kesalahan itu juga mengalir kepada mu Ervan, sekarang selagi ada waktu berubah lah, belajar lah dari saudara mu Frans " ucap Jelika kepada anak nya


"mama mu benar, apa yang terjadi jadi kan pelajaran untuk kedepannya " tutur kakek sedari tadi berdiri di belakang mereka


"biarkan ayah mu dengan keputusan nya, belajar ikhlas lah, dan perbaiki diri mu untuk lebih mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri "

__ADS_1


"sekarang kakek mau memberi tahu mu sesuatu yang penting, semuanya yang kakek berikan kepada Frans dan om mu Handi itu adalah hak mereka yang telah tertulis secara tulisan oleh eyang kakung mu ayah kandung ku, yang tidak bisa di rubah rubah lagi , tapi apa kau tidak menyadari suatu hal Ervan? tak sedikit pun hak mu , kepemilikan ayah mu jatuh ke tangan Frans , adil yang bagaimana lagi yang kau pinta " ucap Handoko memegang kedua bahu cucu nya Ervan


"Ervan bersalah kek, Ervan telah di buta kan oleh rasa iri dan dengki "


" sudah sudah , lupakan semua nya kejar ketinggalan mu , bangkit lah " ucap Handoko yang di anggukan oleh Ervan dan Jelika


.


.


.


Frans keluar dari kamar mandi dan melihat pemandangan yang jarang dia lihat


"hmmm aku ingin mengabadikan mement langka ini " ucap Frans mengambil ponsel nya


jepret jepret terpampang nyata foto viona yang sedang nenyak dalam tidurnya,


"mungkin dia terlalu letih habis memasak hingga tidur menganga dan mengeluarkan Iler hihihi" ucap Frans menahan tertawa nya takut viona bangun


" viona viona untung cantik dan baik kalau ngak ? entah lah apa jadinya" sambung Frans setelah itu.


karena viona tertidur pulas, Frans memilih untuk tidak membangun kan nya dan memilih melanjutkan pekerjaan nya di luar.


"bos ini seperti nya lusa kita harus ke kota B untuk pertemuan proyek baru disana?" ucap Vayo memberi tahu


"oke kau atur saja, oh iya bagaimana dengan si kuntilanak Kania , apa dia sudah minggat?" tanya frans


"sudah dong, dia sudah hengkang dari sini"


"good job"


"bro fix lusa kita ke kota B ya " tutur Alex tiba tiba datang membawa beberapa berkas


"dimana viona? apa dia sudah pulang" tanya Alex spontan


"kenapa kau menanyakan istri ku?"


"hmm aku ngak ikut campur, permisi semua nya " ucap Vayo keluar dari ruangan tersebut


"b.t.w aku mau kasih bocoran kepada mu pak Alex , itu di atas sofa ada tas nyonya viona, berarti dia masih ada disini " ucap Vayo sebelum dia benar-benar meninggalkan ruangan Frans


"kenapa kalian sibuk dengan istri ku, sekarang pergi lah kau dari Vayo jomblo " ucap Frans setelah nya , mendengar itu Vayo berhenti tersenyum dan memilih melanjutkan langkah nya


"dan kau kenapa melihat ku terus?, apa perlu apa lagi?"


"kau benar-benar ya...."


uuuuaaaaaaa viona keluar dari ruangan doraemon Frans sambil menguap


"kenapa kau tidak membangunkan ku, apa aku selesai mandi?" ucap viona tanpa menyadari kehadiran Alex


"tutup mata mu dan jangan lihat istri ku" ucap frans ,karena ia tak rela Alex melihat istri nya ketika viona habis bangun tidur apa lagi sedang menguap. mendengar itu viona tersadar ada orang lain selain suami nya Frans.

__ADS_1


__ADS_2