
Frans dan vio di sambut mama Anggita di kediaman utama Prayoga.
"Assalamualaikum sayang, mama rindu kamu " ucap mama anggita melihat anak menantu nya tiba
"waalaikumsalam mama " Jawab Viona tersenyum bahagia memeluk ibu mertua nya
"ma aku langsung ke kantor ya, karena sebentar lagi ada meeting " ucap Frans berpamitan
"oke nak " jawab Anggita, Frans berbalik dan langsung melangkah
"Frans " panggil mama Anggita "kamu ada yang lupa Lo" sambung nya kemudian
"lupa? apa ma? " Frans melihat dirinya
"lupa izin sama istri " jawab mama Anggita
"oo iya ma" jawab frans "mas pergi dulu ya, hati hati di rumah " sambung Frans ke pada viona kemudian
"iya mas, mas hati hati ya , jangan lupa makan siang nya " ucap viona sambil menyalami dan mencium tangan suami nya
"ya udah mah aku berangkat dulu "
"ada yang lupa lagi lo"
"apa lagi mah, udah semuanya " jawab frans bingung
"cium kening istri mu"
"tapi mah, ngak enak banyak yang lihat "
"iya ma, malu ma" timpal viona
"cium sekarang kalau ngak mama ngambek ne" ancam Anggita
"oke deh ma" ucap Frans ragu ragu mendekati jidat nya viona , vio pun merasa gerogi saat frans mulai mendekati nya
cupp benda kenyal itu menempel sempurna di jidatnya viona.
ciuman pertama ku gumam viona di dalam hati
"bye aku berangkat dulu ya " ucap Frans salah tingkah
hubungan kalian masih belum normal, seperti nya perlu bantuan mama pikir Anggita
.
.
.
"apa? jadi perempuan itu ngak ada di apartemen nya?" ucap Kania dia dalam telpon dengan seseorang
"..."
"pantau perempuan itu , jangan sampai lengah, ada kesempatan langsung beraksi "
"...."
__ADS_1
"saya tak mau tahu, meskipun dia tinggal di kediaman utama, istana atau apa lah itu, pokok nya culik dia "
"...."
"bagus " ucap Kania menyelesaikan obrolan nya melalui ponsel
OOO jadi kau sekarang tinggal di istana megah tersebut , hmmm itu tempat ku ,kau tak layak berada di sana gumam Kania marah dengan melempar kan gelas kaca ke lantai
.
.
.
Kediaman utama
"Dari kejadian tadi malam jelika mengunci dirinya di kamar" ucap Anggita menceritakan semuanya kepada viona
"alasan mama memanggil kalian ke rumah ini, karena mama mau kamu membantu mama untuk memberi pengertian ke padanya, karena saat ini ia sangat terluka, sedangkan Ervan ? sejak mengetahui semua nya dia malah tinggal di apartemennya, dan tidak mau bicara dengan mama dan papa nya " sambung Anggita
"tapi mah, mama tahu sendiri jika tante membenci ku mah , bahkan ia tak pernah menyukai vio jadi Bahama caranya viona bisa membujuk nya bahkan memberi pengertian " jawab viona
"mama tahu nak, apa beda nya mama dan kamu sama sama tidak di sukai jelika, tapi masalah nya dalam satu bulan ini mama sedikit sibuk dengan acara amal perusahaan kita, mama tidak bisa menemani setiap waktu , jika tak ada yang menemani nya menenangkan nya maka ia benar-benar merasa sendiri " ucap Anggita kepada viona
"mama tahu kamu vio, kamu perempuan kuat dan pemberani " sambung mama mertua nya vio
" baiklah mah akan vio coba " jawab viona
"makasih sayang, maaf mama merepotkan mu, sekarang mama harus pergi nak , mama usahakan cepat pulang ya , kalau apa apa hubungin mama oke " ucap Anggita sambil berpamitan
" apa yang harus aku lakukan ya , udah mau makan siang, apa Tante jelika tidak lapar apa? sudah lebih lima kali saya mengetuk pintu kamar beliau, tapi belum ada hasil "
"jangan paksakan dirimu nak , dia akan keluar jika hati nya sudah membaik " ucap kakek Handoko melihat viona bolak balik dari kamar Jelika
"tapi kek , tante belum makan dari pagi, nanti tante bisa sakit kek " jawab viona kwatir
...dia sama seperti ibu mertua nya, tetap baik kepada seseorang meskipun sering disakiti bahkan sering di hina gumam kakek melihat viona kwatir dengan Jelika...
"aku harus melakukan sesuatu supaya tante keluar dari kamar " ucap viona berpikir , tanpa pikir panjang viona mengambil ponsel nya dan mengirim pesan ke pada Frans
✉️ " tuan " klik terkirim
✉️ " kenapa?" tidak sampai satu dua menit balasan dari Frans sampai
✉️ " tante Jelika masih mengurungi dirinya di kamar " balasan viona
✉️ " bukan urusan ku " balas Frans secepat kilat
✉️ " tuan bagaimana pun tante Jelika adalah keluarga tuan, masak tidak ada sedikit pun rasa prihatin dan empati nya " balas viona
✉️ "sebenarnya apa yang kau mau " balasan Frans
Viona berfikir sejenak sebelum membalas chattingan Frans
✉️ " tuan, mmmm apa yang di takuti tante jelika, apa kau tahu?"
✉️ " mana ku tahu , bukan urusan ku
__ADS_1
✉️ " please kali ini aja bantu aku tuan ,🥺"
✉️ " aku gak tahu "
✉️ " 🥺🥺🥺🥺"
✉️ " mungkin dia takut kecoak " balasan Frans setelah itu
✉️ " Terimakasih tuan,kau sangat baik 🥰
" seperti nya aku harus mencoba hal ini supaya tante keluar kamar " fikir jelika
.
.
.
Apartemen Wulan
Ting tong
Ting tong
"siapa ya? tumben jam segini ada tamu , apa mas Roy" tanya Wulan sediri
Kretttt pintu apartemen terbuka , Wulan terkejut melihat siapa yang datang
"mmbak Wanda " ucap Wulan pelan
"mari masuk mbak " ucap Wulan kemudian, dengan tanpa ekspresi apa pun Wanda masuk dan duduk di kursi tamu
"mbak mau minum apa?" ucap Wulan berusaha bersikap sebaik mungkin
"tidak usah repot-repot, kata kan saja berapa yang kau mau?" timpal Wanda melihat Wulan
"maksud mbak?"
"tidak usah bertele-tele, aku tidak punya waktu banyak untuk berbasa-basi Wulan , istri sirih suami ku " ucap Wanda , Wulan yang mendengar hanya terdiam menunduk
" kenapa kau hanya diam?" sambung nya kemudian
"aku harus Jawab apa mbak? karena apa pun yang aku jawab sekarang, aku akan tetap salah di mata mbak, apa pun yang terjadi di antara mbak dengan mas Roy, aku tetap akan bersalah bukan? jika aku di izinkan untuk memintak maaf, sekarang dengan hati yang tulus aku memintak maaf kepada mbak, karena hadir di tengah-tengah pernikahan mbak " jawab Wulan melihat ke arah Wanda
"kau perempuan yang pintar rupa nya, sebutkan berapa yang kau mau? akan saya kasih tapi setelah itu tinggal kan suami saya " ucap Wanda serius
"maaf mbak, tapi sekarang mas Roy tidak hanya menjadi suami mbak, tapi saat ini beliau juga suami saya " ucap Wulan
"Aku tidak peduli, yang aku tahu kau harus meninggalkan suami ku, kalau tidak..."
"kalau tidak ala mbak " potong Wulan " lagi pula jika sekarang saya meninggal kan mas Roy , dan pergi sejauh mungkin dari nya hingga ia tak akan bisa menemui saya , tetap saja mbak lambat laun mas Roy tetap saja mencari wanita yang tulus , untuk mengurusi nya " jawab Wulan berani ntah dari mana kekuatan untuk bicara tersebut
"jadi maksud kau , aku tidak bisa mengurusi suami ku?" tanya Wanda
"aku tidak pernah berkata seperti itu mbak, semua itu hanya mbak yang tahu kejadian sebenarnya
"jangan kurang ajar, kau hanya istri sirih , ini cek kau tulis berapa yang kau mau, esok saya akan datang lagi untuk mengetahui jawaban dari kau " ucap Wanda berdiri dan langsung pergi ..
__ADS_1