Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 89


__ADS_3

" menguntit viona? "


"iya pak, malahan tiara yakin jika itu bukanlah kebetulan " ucap Dion menceritakan semua kejadian yang di lihat Tiara


"tapi siapa? apa Kania, tidak mungkin karena ia masih di luar negeri " frans memikirkan siapa pelaku nya


"baiklah pak, saya pamit untuk melanjutkan pekerjaan saya " ucap Dion undur diri


"silahkan , terimakasih untuk informasinya dion , OOO ya suruh lah istri mu ke kediaman utama jika tidak sibuk, karena Viona disana "


"kenapa tiba tiba vio disana pak? apa dia sakit?" jawab Dion yang masih memanggil viona dengan vio, kerena dilarang viona untuk memanggil ibuk atau nyonya dan Frans tidak mempersalahkan itu


"sakit selama sembilan bulan, bahkan dia tidak mau dekat dekat dengan saya " ucap Frans curhat


"ha' sembilan bulan? hamil, apa viona hamil pak?" tanya Dion samringah


"iya istri ku hamil ,aku akan menjadi Daddy " jawab frans bahagia


"selamat ya pak, Semoga lancar lancar hingga lahiran "


"aaammiinnn, tapi saya sedikit bingung ini"


"bingung kenapa pak?"


"saya sangat bahagia istri saya hamil, tapi di saat hamil begini, viona malah tidak menyukai saya" ucap frans sambil bertekuk wajah


"itu mah hal biasa pak, jika bau bapak tidak di sukai viona , orang hamil itu beda beda bawaan nya pak, gitu kata dokter tempat kami periksa" jawab Dion


"jadi istri mu ngidam nya gimana?" frans antusias


"Tiara istri saya ngidam nya sedikit ngerepotin pak, ingin dekat dengan saya terus, bergelayut terus pak sama saya, ini aja pas pergi kerja banyak drama nya , bujuk dulu, makan ingin di suapin, tidur ingin di peluk, gitu lah pak manja banget " jawab Dion tanpa melihat ekspresi Frans yang kesal


"kau mengejek saya?" .


"ngak pak, memang Tiara seperti itu dari semenjak hamil pak" ucap Dion


"senang dong kamu, nah saya? jangan kan tidur ingin di peluk , dia malah ogah tidur dengan saya "


"ha' hmmm" Dion tertawa mendengar curhatan bos nya


"kau tertawa, pergilah lanjutkan pekerjaan mu dan berhenti menertawakan ku "


"hihihi baik pak, saya pamit , semangat-semangat" ucap Dion sebelum pergi dari hadapan Frans


.


.


.


"maaf ya pak kami datang tiba tiba " ucap Laila Ferguson


"kenapa harus mintak maaf? kalian bisa datang kapan saja ke rumah ini, apa kabar teman ku Ferguson " jawab Handoko


"begitu lah pak, kami masih mencari keberadaan Shintia " jawab Laila pilu


"Shintia, bukan kah dia berada di provinsi ini? begitu informasi yang ku dapat dari Frans"


"benar pak, namun sampai sekarang kami belum menemukan titik keberadaan nya " jawab Laila

__ADS_1


"dan sebenarnya saya kesini , datang untuk meminta bantuan ke pada anda pak " sambung Laila


" tentu, saya akan bantu sebisa saya "


"eh ada tamu dari jauh " ucap Anggita cipika cipiki dengan Laila


Setelah ngobrol banyak dan sedikit bernostalgia Laila yang ditemani Alex akan pamit undur diri


"Tante apa Frans dan istrinya tidak pernah berkunjung lagi ke rumah ini? sepi dong tant?"


"hmm dengan terpaksa mereka akan tinggal disini sampai waktu yang tak bisa di tentu kan" jawab Anggita


"hmm kenapa tant?"


"kamu akan punya keponakan, viona hamil "


"wawwww keren juga sih beruang kutub " ouops Frans menutup mulut nya karena di cubit Laila


"Frans aja sudah mau punya anak, kau aja ? gimana punya anak calon aja ngak ada " tutur Laila ke anak nya


"ya ampun mam, sabar nape mam" jawab Alex


"dimana Kaka ipar tant?"


"tadi di kamar maklum , awal awal kehamilan jadi sering mual " jawab Anggita


"biasa itu jeng, sama seperti kita dulu " jawab Laila mengerti dengan hal itu


"mah " panggil viona menuruni tangga


"iya sayang" jawab Anggita "tu orang nya nongol " sambung Anggita


"viona mau ke kantor mas Frans ma" jawab viona lesu tanpa tahu ada tamu


"ini menantu kamu jeng" ucap Laila berjalan ke arah viona


Laila mengusap wajah viona dan merasa kan jika seseorang yang di depan nya bukan lah orang asing, dia seperti mengenal viona meskipun baru pertama kali ketemu


"Bu .." ucap viona mengambil tangan Laila dan mencium nya


"menantu mu sangatlah cantik, dan baik serta santun jeng " ucap Laila masih melihat viona yang bingung kenapa wanita yang di depan nya menatapnya terus.


" sayang, ini Tante Laila mama nya Alex" ucap Anggita membuyar kan keheningan


"OOO mama nya Alex , pantas saja cantik sama kayak anak nya ganteng hehehe " ucap viona


"syukur suami mu tak berada disini , kalau tidak aku sudah bonyok oleh pukulan nya " timpal Alex , membuat semua orang tertawa


" Alex Alex kamu tau saja bagaimana cucu ku yang satu itu " timpal kakek


"sayang, kamu kenapa tiba tiba mau ke kantor frans? nanti mual lagi lo kalau dekat dekat suami mu" jawab Anggita mengkhawatirkan viona


"ngak tahu kenapa ma, viona rindu aja, lagi pula viona mau sekalian perbaiki kalung viona , kaitnya seperti mau lepas ma" ucap viona yang kebetulan tadi dia melepaskan kalung nya karena ia merasa kaitannya agak rusak


"sekalian bareng kami aja sayang, Alex akan antar viona ke kantor frans terlebih dahulu " tawar Laila kepada viona


"aduh nanti repotin Tante, viona bareng sopir aja tant" jawab viona ngak enak


"kalau kamu nolak, Tante sedih Lo" jawab Laila sedih

__ADS_1


"ya udah sayang, bareng Tante Laila dan Alex aja ya, kasihan tu nantenya sedih " ucap Anggita


"oke deh ma " viona menyetujui nya


.


.


.


Di tempat lain


"jadi sekarang dia pindah ke rumah besar itu?" ucap seseorang kepada anggota nya


"iya pak benar "


" sekarang bagaimana pun caranya , kamu harus membuat saya memasuki perusahaan mereka, masukan proposal yang menguntungkan bagi mereka, saya tidak peduli tentang uang " ucap nya seraya meninggal kan orang orang tersebut


"baik laksanakan pak " jawab salah satu dari mereka


.


.


.


"sampai " ucap Alex


" terimakasih Alex , makasih Tante , maaf ya viona merepotkan " ucap viona meminta terimakasih


"tidak masalah sayang, kapan kapan kita janjian bareng ya nak, seperti makan bareng, belanja bareng , mau ngak?" tawar Laila


"boleh Tante, tapi viona kan lagi hamil muda ,pasti ngak di bolehin sama mas Frans pergi pergi an tapi kalau sama Tante dan mama kayak nya boleh deh " ucap viona kembali ceriah


"Tante seperti melihat seseorang yang sangat dekat jika melihat mu nak " ucap Laila lirih


"maksud Tante " jawab viona bingung


"ah ngak apa, ayok Tante antar ke ruangan Frans"


"ah ngak usah Tante, viona bisa kok sendiri, sekali lagi makasih ya Tante dan Alex " jawab viona turun dari mobil Alex


.


.


.


"mas " ucap viona masuk ke ruangan frans, frans terdiam seperti tidak percaya jika istrinya datang


"ya ampun apa segitunya saya merindukan istri saya, bahkan saya melihat dirinya di depan mata saya" ucap Frans sambil mengucek matanya


"massssss" panggil viona lagi


"ya Allah bahkan suaranya makin keras , lama lama aku bisa gila, gimana ini? apa aku ke psikiater aja" ucap nya sendiri


" mas ini benaran aku vio, istrinya kamu " ucap viona memukul kuat lengan nya Frans


"au sakit, sayang jadi ini benaran kamu?" ucap frans memeluk erat istrinya ....

__ADS_1


__ADS_2