
"banyak bacot kamu ya , " mami Tina menuding pistol di kepala pak RT, tentu viona buk asih terkejut akan hal itu..
Melihat semua itu, viona mengalah ia tak mau di salah kan kalau terjadi sesuatu apa pun itu terhadap pak RT apa lagi di kampung ini seperti ia tak di terima.
" baik lah baik, lepas kan pak RT saya akan ikut kalian " ucap viona , tentu mendengar ini buk asih terkejut dan sedih karena tak bisa melakukan apa pun itu , dan Riko Reno hanya bisa menangisi apa yang terjadi.
" Riko Reno kalian ingat kan apa yang Kaka katakan tadi" tanya viona sendu, mereka menjawab dengan anggukan dan tangis
"jangan menangis, kuat lah adik adik ku" jawab viona
" buk asih selama vio pergi, vio menitipkan adik adik vio ya buk" ucap viona
"kamu ngak perlu kwatir akan adik adik kamu nak, ibuk akan menjaga mereka , jaga diri kamu ,yang kuat lah dan selalu ingat atas Allah ya nak" jawab buk asih sambil menangis
Sekarang mereka telah pergi ke kota, viona telah meninggal kan kampung dan meninggalkan adik adiknya .
Di perjalanan viona melihat sekeliling dan melihat jalan, ia tahu jalan ini menuju ke kota dari rambu rambu lalu lintas yang ia baca.
apa yang akan terjadi di kota nanti, aku serahkan semua kepada mu ya Allah. Aku takut sangat takut, tapi apa guna nya takut tak ada yang bisa menolong diri ini selain diri sendiri dan tuhan yang maha esa. Siapa mereka? mereka kenal dengan ibu ku, wanita ini seperti nya dia bos dari semua orang ini , mungkin termasuk juga bos ibu , tapi kalau benar dia bos ibu ku, berarti dia seorang viona menutup mulut nya setelah berbicara panjang dengan hatinya
apa aku akan menelusuri jalan yang ibu ku tempuh, apa pun yang terjadi nanti di kota aku tak akan mau menjadi budak lelaki hidung belang ,biar lah mati itulah pilihan hidup ku sambung vio berbicara sendiri tentu di dalam hatinya
"hay viona panggil saya mami Tina " ujar mami Tina kepada vio, mendengar hal itu viona tak menjawab dan Tak bergeming sedikitpun.
"hmm kamu boleh cuek sekarang, Tapi tidak nanti" sambung nya
"aku mau ikut dengan anda hanya ingin bertemu ibu ku" jawab viona ketus , mendengar hal tersebut mami Tina tertawa puas
" tentu sayang, kamu akan bertemu ibu mu bahkan kami yang akan menanggung biaya pengobatan ibu mu" jawab mami Tina , mendengar itu viona hanya diam
membayar pengobatan ibu, berarti saya harus bekerja tapi saya ngak akan mau bekerja dengan menjual diri saya bathin viona
Sekarang viona berdiri di depan salah satu rumah sakit besar di kota.
__ADS_1
"ayok kenapa malah berdiri bagai patung" ucap mami Tina melihat viona bingung, ia mengikuti langkah kaki mami .
"ingat ya kamu ngak boleh macam macam apa lagi kabur dari saya, karena kemana pun kamu lari, kamu hanya membuang buang waktu karena orang orang saya pasti akan tetap menemui mu" ancam mami Tina
Dari kejauhan ada seseorang yang melihat dari jauh, ia melihat dengan sedih dan seperti memikirkan cara untuk menyelamatkan gadis polos yang sedang berbicara dengan mami Tina tersebut.
"aku harus bertindak cepat dan menemui om Roy, semoga dia bisa membantu saya kali ini " ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Wulan. ia langsung bergegas pergi seperti terburu buru
"ibu" panggil viona dengan suara bergetar
"kenapa vio, kenapa kamu tak mendengar kan ibu" jawab Shinta kecewa
"silakan kalian berbicara rindu selama 5 menit, dan jangan macam macam , saya menunggu di luar " ucap mami Tina pergi dari ruangan Shinta
"vio sudah berusaha ,mereka mengancam dengan menodong pak RT dengan pistol "ucap viona menangis
"kenapa ibu pergi kalau sakit, kenapa tidak di rumah saja Bu" sambung viona
" sekarang fokus lah gimana cara nya kamu bebas dari mami Tina , nanti ada kawan ibu yang bernama Wulan yang akan membantu kamu vi, jaga diri mu baik baik" ucap Shinta menahan tangisnya
"Bu, cepat lah sembuh " ucap viona
"susah nak, sudah tidak ada harapan lagi, berikan ibu ketenangan Vi, ibu tidak akan tenang jika kamu belum bebas dari mereka Vi, ibu ngak Sudi jika kamu tersentuh oleh lelaki belang, biar ibu yang menjadi korban kamu jangan sayang " ucap Shinta yang akhirnya
menangis
"sudah terlalu lama , ayok kita harus pergi" ucap Tina kepada vio
Dilain tempat Wulan sedang menunggu seseorang di sebuah kafe.
"Oh tuhan kenapa terlalu lama, aku ngak mau terlambat" ucap wulan bicara sendiri
" mau kemana kamu sayang, kenapa harus terlambat" ucap seseorang lelaki yang sudah berumur tapi masih terlihat tampan mungkin karena gaya hidup nya yang berlinang harta
__ADS_1
"om, Om Roy harus bantu Wulan kali ini om" Wulan tak sabaran membicarakan maksud dan tujuannya
"hei hei santai relax ,kenapa ? coba ceritain dulu sama om pelan pelan " ucap om Roy sambil mengelus ngelus tangan wulan
Wulan menceritakan semuanya yang terjadi kepada om Roy, mo Roy mendengar kan dengan seksama
"sepenting itu kah bagimu? sepenting itu kah kamu menolong teman mu Shinta?" tanya om Roy setelah mendengarkan cerita nya Wulan
"sangat penting om, mbak Shinta tidak hanya teman Wulan tapi sudah seperti Kaka nya Wulan om, dia selalu menjaga Wulan , nasib kami hampir sama om mungkin lebih berat mbak Shinta" jawab Wulan menangis
"tulus ,kalian mempunyai ikatan yang tulus " ucap om Roy
" sekarang viona sudah berada di kota ini om, bahkan mungkin udah di bawa mami Tina ke markas , bantu Wulan om ,Wulan mohon " Wulan memohon
"Viona namanya bagus, gimana orang nya?" tanya om Roy
" om tau pasti gimana kecantikan mbak Shinta, viona berlipat-lipat kali jauh lebih cantik dari mbak Shinta om, dia tinggi semampai, putih, hidung mancung, punya alis yang tebal dan bulu mata yang melentik dan mata yang indah sama seperti mbak Shinta " jawab wulan
"waw menarik, tapi om butuh photo nya lan, untuk om lihatkan ke rekan om " jawab om Roy
" Wulan bisa saja mengambil photo nya nanti om, tapi Wulan meminta bantuan om ini bukan untuk menjadi kan viona istri simpanan atau wanita simpanan teman nya om, karena mbak Shinta meminta wulan untuk menjaga viona dari hidung belang " jawab Wulan ragu atas pertolongan om Roy..
" kamu jangan ragu Wulan, saya juga tak sebejat yang kamu kira, saya punya kenalan orang kaya raya di kota ini , bisa di katakan ia crazy rich no 1 di kota ini , ia sedang mencari wanita yaaa boleh di katakan viona masuk dalam kategori itu" jawab Roy meyakinkan
" mencari wanita untuk apa om?" tanya Wulan , dan om Roy cuma tersenyum lebar ..
Dari sini kisah viona akan di mulai,,,
jangan bosan bosan mampir ya all..
jangan lupa vote dan like nya
terimakasih
__ADS_1