
kumpul keluarga setelah makan malam di kediaman Prayoga.
" kapan kalian akan kasih kakek cicit " ucap Handoko kepada Frans dan viona yang saling lirik.
gimana mau kasih cicit kek, proses malam ini gagal gumam Frans kecewa
"akan Frans usahakan secepatnya kek" ucap Frans membuat semua orang disana menyembunyikan tetawa nya. Termasuk viona yang malu karena jawaban suami nya
"jadi selama ini kau tak berusaha untuk mendapatkan cicit untuk kakek secepatnya " jawab kakek membuat frans tersadar atas jawabannya barusan
" ha' heheheh maksud Frans akan di auuu..." viona mencubit Frans supaya tidak salah ngomong lagi
"mintak doanya aja ya kek ma, supaya Allah kasih kami secepatnya kepercayaan " jawab viona kepada kakek
"nah iya itu maksud Frans tadi kek " timpal Frans kemudian
"ada apa Je, kenapa kau seperti murung?" tanya kakek melihat Jelika kurang bahagia
"ngak ada apa apa ayah, cuma lagi kurang enak badan saja " jawab Jelika
" ayah ada kabar bahagia untuk kita semua " ucap Defran tiba tiba muncul , mendengar itu semua hanya menunggu kabar dari defran tapi tidak dengan Jeje , viona dan Anggita yang sudah mengetahui mengenai kabar tersebut
"Lani hamil ayah, ayah akan mempunyai cucu lagi " ucap Defran yang membuat semua nya terdiam
ternyata ini yang membuat mu murung dari tadi Jelika gumam Handoko
"selamat malam semuanya, sudah larut ayah mau istrahat dulu " ucap Handoko berdiri "dan ya selamat untuk mu yang akan menjadi ayah kembali, tapi ingat kesepakatan yang telah kau buat dengan Jelika apa pun yang terjadi wanita tersebut tidak boleh menginjakkan kaki di rumah ini dan satu lagi istri satu satu nya Defran Prayoga yang sah di mata hukum dan negara hanya lah Jelika ibu dari Ervan , semoga kau tak lupa dengan itu def" ucap Handoko sebelum meninggalkan ruangan keluarga
"jangan pernah kau umbar kemesraan mu dengan nya di depan umum, karena itu akan berisiko untuk mu " sambung Handoko sebelum benar benar pergi dari sana
.
.
.
Di dalam kamar
Frans melihat sesuatu di atas meja rias , yang pertama kali ia lihat di dalam kamar nya
"sayang ini punya siapa ?" tanya frans memegang liontin yang indah di tangan nya
__ADS_1
"oo itu punya ku mas" jawab Viona
"punya kamu ? dapat dari mana sayang?" tanya Frans melihat fokus ke liontin di tangan nya
"ini peninggalan ibu aku mas yang ngak boleh hilang, kemarin viona lepas karena sewaktu ke kantor mas, mama nyuruh viona pake kalung ini , hadiah dari mama makanya viona simpan disana " jawab viona
liontin ini seperti nya asli dan terbuat dari berlian dan ini seperti nya tidak liontin biasa seperti kalung turun temurun , dari mana ibu nya viona mendapatkan ini, seperti nya aku pernah liat liontin ini sebelum nya, tapi dimana ya ? siapa yang memakai nya?" gumam Frans pada dirinya sendiri
"kenapa mas?" tanya viona mengagetkan Frans
"hmm sayang, apa kamu tahu berapa nilai dari liontin ini ?" tanya Frans
"ngak mas, lagi pula itu kalung biasa kok mas, kata ibu harus di pakai terus ngak boleh hilang karena kalung itu pemberian orang tua ibu " tutur viona
" oo ya " ucap Frans sambil memperhatikan lagi kalung tersebut
"kenapa mas?"
" sayang, mas pernah melihat kalung ini sebelumnya , tapi kapan dan dimana ya?"
"ya pernah la mas, mas lihat viona makai tiap hari kalung itu " jawab viona tertawa
"iya ya sayang"
"ya sudah lah , ayok kita tidur " ucap Frans sambil memasang kan kembali liontin tersebut ke leher viona "jika ini adalah kalung dari ibu maka jangan pernah lepas kan karena mama pasti mengerti dengan hal itu " ucap Frans sambil berbisik di telinga viona , sehingga viona memejamkan mata karena perlakuan suami nya itu
"mas suka wangi tubuh mu sayang" ucap Frans mulai merayu viona " bisa ngak ya satu Minggu itu di percepat saja " sambung nya
"coba aja kalau bisa " ucap viona becanda
"mas sini deh, aku mau bicara " ajak viona duduk di atas ranjang
"terimakasih ya mas, untuk semua yang kamu lakukan ke pada adik adik ku, karena kamu sekarang mereka sekolah di tempat yang bagus, terimakasih kamu juga udah bantu Tiara dan suami nya , kamu orang yang sangat baik mas meskipun kadang kala masih sama kayak singa kalau lagi marah hehehe " ucap viona
" baiklah nyonya singa, kamu tidak perlu berterima kasih karena hal tersebut, karena adik adik nya sayang, sahabat nya sayang adalah adik dan sahabat mas juga kan?" jawab Frans menyentuh hati nya viona
mendengar itu viona memeluk suami sangat erat " aku beruntung mendapatkan suami seperti kamu mas " ucap nya melihat Frans " i love you " sambung nya kemudian
"mas tidak dengar kamu ngomong apa , bisa di ulangi ngak sayang?" akal nya Frans mengerjai viona
"i love you "
__ADS_1
"kurang keras sayang "
"i love you " ucap viona lebih keras
" i love you too sayang " jawab Frans mengecup dahi viona
"ayok tidur sudah larut " ajak viona
"sayang, mas boleh bertanya?" tanya frans sambil memeluk viona
"boleh kok mas, gratis lagi"
"dari kapan sayang mulai mencintai mas?" tanya Frans seperti pertanyaan ABG saja
"hmmm semenjak kita menikah , semenjak itu juga aku menetapkan hati ini untuk mas " ucap viona menatap Frans.
"maafkan semua perilaku mas yang membuat sayang sakit hati " ucap Frans yang di jawab dengan senyuman oleh viona
.
.
"Roy , Wulan keluar la kalian " ucap Wanda menggedor gedor pagar rumah nya Roy dan Wulan , awalnya Wanda tidak mengetahui dimana mereka tinggal sekarang, namun Wanda tak butuh waktu lama untuk mengetahui itu sama
"maaf buk, sudah malam pak Roy dan buk Wulan sudah istirahat " ucap pak satpam yang menjaga rumah mereka
"saya tidak peduli cepat panggilkan mereka, saya mau membawa anak saya pergi dari sini " ucap Wanda teriak tak terima anak di rumah Wulan
"sudah la buk, besok pagi saja "
"siapa kamu mengatur saya? saya pastikan kamu akan kehilangan pekerjaan mu ini"
"teserah ibu saja, saya capek berbicara dengan ibuk, lagi pula yang memperkerjakan saya disini pak Roy dan buk Wulan bukan ibu " ucap satpam tersebut pergi
"Wulan , Roy dimana kalian , kesini lah jangan ngumpet kalian " teriak Wanda
"mommy " ucap alea keluar dari rumah yang di ikuti oleh Wulan dan Roy
"Alea ayok pulang ke rumah , cepat" ucap Wanda
"alea mau disini saja mam, lagi pula alea kesepian disana sendiri an, ngak ada temen, mami sibuk kerja terus "
__ADS_1
"mami melakukan ini demi kamu Alea"
"Bukan mam, mami melakukan semua itu untuk kepuasan mommy sendiri , bukan untuk alea" kata kata yang selama ini ia tahan kelur begitu saja dari mulut alea yang selama ini bungkam akan keadaan nya.