Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab. 8


__ADS_3

"ibuu" teriak viona setelah mendengar apa suara ibu nya Shinta


"kenapa bu? ada apa ini? " sambung viona bingung


"kenapa bu, kenapa ibu bilang viona ngak boleh kemana mana , memang siapa Yang akan bawa viona Bu?, viona takut Bu viona takut" ucap viona gemetaran entah apa yang ia pikirkan


Riko dan Reno yang melihat dan mendengar pun kebingungan harus berbuat apa, dan mengadu kepada siapa? Kepada buk asih? terlalu banyak yang mereka adukan kepada ibu bu asih, lagi pula wanita tua tersebut tak bisa berbuat banyak selain menenangkan viona beserta adik adik nya. Keluarga dari pihak ayah? jangan kan peduli bahkan mereka menginginkan viona dan adik adik nya minggat dari sini .


Disini lah viona dan adik adik nya sekarang, rumah terakhir ayah nya, iya pemakaman.


" yah ,viona bingung sekarang harus ngapaen yah, ibu yah ibu" Isak tangis viona begitu juga dengan adik adik nya.


"kak hari mau gelap ayok kita pulang, Reno takut kak" ajak Reno kepada viona Kaka nya


Hari sudah mulai gelap, burung burung pun sudah kembali ke sarang nya masing masing . Tapi berbeda dengan hal yang di alami Wulan di kota, ia bahkan mencari cara untuk kabur ke rumah sakit walaupun pada akhirnya ia pun berhasil sampai dengan selamat ke rumah sakit


" mbak" wulan dengan nafas tidak beraturan


" lan" jawab Shinta lemah


" mereka sudah pergi semenjak sore tadi mbak, ke kampung mbak , semoga saja mereka tidak bisa menemukan viona ya mbak" ucap Wulan kwatir


"mereka akan menemukan viona lan, sangat gampang mencari alamat di kampung mbak lan, orang orang kampung pada tau siapa aku, tentu mereka akan memberi tahu dimana viona" jawab Shinta sedih


" Riko dan Reno mbak yakin, mereka tidak akan di bawah mami Tina, merek cuma membutuhkan viona lan, mbak mohon sama kamu lan apa pun itu jangan sampai viona terjerumus ke dunia kotor seperti kita berdua " ucap Shinta memohon


"mbak , saya akan melakukan apa saja mbak , supaya viona bisa bebas dari mami Tina" ucap Wulan


"apa yang akan kamu lakukan lan" jawab Shinta


"belum tahu mbak, yang pasti saya harus pergi karena tadi Wulan kabur , Wulan harus menemui seseorang mungkin yang bisa membantu kita nanti nya mbak" ungkap Wulan percaya diri


Tit tit tit tit tit sudah menunjukkan pukul 10 malam, viona Reno dan Riko terkejut atas keributan di depan rumah nya, bunyi suara mobil , orang gedor gedor pintu.


"kakak" Riko Reno berlarian ke pada viona yang juga lagi ketakutan

__ADS_1


" kak siapa itu?" tanya Riko cemas


"Kaka juga ngak tau dek, apa orang orang ini yang di bilang ibu , apa mereka mau membawa saya, apa yang harus saya lakukan ya Allah " ungkap viona ketakutan


"bukak pintu ini viona, kalau tidak akan saya dobrak dan hancurkan " teriak seseorang dari luar


"mereka pun tau nama Kaka kak" ucap Riko keheranan


" gimana ini, kalau ngak di bukak, nanti orang nya dobrak pintu kita kak" jawab Reno


" kita lari ke pintu belakang ya " ucap viona


Sebelum mereka sampai di pintu belakang, orang orang tersebut juga sudah mengedor ngedor pintu belakang rumah viona.


" ngak ada jalan lagi dek" ucap viona


"kalian siapa kenapa kalian mengganggu viona dan adik adik nya" ucap buk Asih yang juga mendengarkan kan suara orang orang suruhan mami Tina Tersebut


" hei nenek peyot jangan ikut campur " ucap salah satu orang orang suruhan tersebut


" saya akan lapor pak RT " buk asih bergegas ke rumah buk RT


" saya hitung sampai tiga , saya akan dobrak pintu ini jika kalian tidak juga membuka kan pintu 1, 2, 3 door" seseorang sudah menendang pintunya tapi masih belum terbuka


" bagaimana ini jika tidak membuka pintu, maka orang orang tersebut akan selalu menendang pintu dan pintu nya kan tetap juga terbuka dalam ke adaan rusak, kalau mereka berhasil membawa saya bagaimana dengan adik adik ku " ucap viona sedih dan takut


" Riko adik Kaka yang pemberani , dengar ini baik baik dik, kamu anak kuat kan sayang, apa pun yang terjadi dengan Kaka nanti, lanjutkan sekolah mu sayang, jaga Reno , ada duit di dalam lemari tolong pergunakan dengan baik, jika sudah menipis tabungan nya ,Kaka yakin kamu bisa bertahan hidup dengan Reno, Kaka tahu kamu pintar mencari belut dan menjual nya , ingat pesan Kaka sayang lanjutkan sekolah kalian berdua" ucap viona sambil menangis


"ada handphone di dalam kamar kak, kalau Kaka di bawa mereka, sebisa mungkin Kaka akan menghubungi kalian, Riko Kaka tau kamu sudah masak kan sayang, tanggung jawab Reno ada sama kamu dik, Reno Riko kalian harus saling melindungi berdua , Kaka sayang kalian " sambung viona menangis


" jangan pernah tinggalkan sholat ya dik, sekarang Kaka harus membuka pintu, sebelum pintunya roboh dan rusak, jaga diri kalian" viona berpelukan dengan adik adik nya


", kak Riko ngak bisa kak" jawab Riko dalam tangisan


" kamu bisa sayang, kita bisa , apa lagi yang kita takutkan dalam hidup ini dik? ngak ada semuanya sudah kita lewati" jawab viona tegar dan berdiri

__ADS_1


Riko dan Reno berpelukan dalam tangis, sedangkan viona berjalan maju membuka pintu .


"Kaka" ucap Reno


"jangan menangis sayang, kita tidak punya waktu untuk menangis , tegar la dik" jawab viona pura pura kuat


Cekrek pintu terbuka


"dari tadi dong, lama banget neng" ucap salah satu dari mereka


" mau apa kalian" tanya viona


" ehh viona ayok ikut mami, kamu akan ketemu ibu kamu, dan kamu akan bahagia" ucap mami Tina keluar dari mobil


" maaf buk, saya ngak bisa ninggalin Adik adik saya , dan saya ngak mau pergi kemana pun" jawab viona tegas


" kamu mau pergi baik baik atau dengan paksaan ha'" ungkap mami Tina


" saya ngak mau pergi," jawab viona, mami Tina memberi isyarat kepada anak buah nya , untuk menaikan viona kedalam mobil


"eh eh mau apa kalian, pergi dari kampung kami atau kalian akan saya laporkan ke polisi" Pak RT tiba di waktu yang tepat


" siapa kamu ,ikut campur dengan urusan saya, saya membawa viona pergi dari sini untuk melihat ibu nya yang sedang sakit parah , ini Photo nya" ungkap mami Tina memperlihatkan photo buk Shinta yang terbaring lemah


" tapi saya tetap tidak mau pergi, karena ibu berpesan kepada saya , bahwa saya tidak boleh pergi dari kampung ini " jawab viona tegas


" itu kamu dengar sendiri, viona tidak mau pergi jadi silakan pergi dari sini " ucap RT


"banyak bacot kamu ya , " mami Tina menuding pistol di kepala pak RT, tentu viona buk asih terkejut akan hal itu..


apa yang terjadi setelah nya?? bersambung ya zayennggg..


jangan lupa vote dan like nya ya all..


terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2