Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 54


__ADS_3

"jika kejadian seperti ini selalu terulang tak tertutup kemungkinan aku semakin jatuh cinta kepada nya " ujar viona di dalam kamar mandi


"mana lagi mau ketemu malu banget, cium pertama kamu sudah di ambil oleh dia Vi " viona berbicara sendiri dengan kaca di depan nya


"ehh yang di dalam kamar mandi, bisa cepat ngak? ada orang yang mau mandi juga ini " teriakan Frans dari luar


"ini orang ganggu aja, ngak boleh apa orang menenangkan diri dulu dari dirinya " ucap viona pelan


"apa kau tertidur?" teriak Frans kembali


"belum ,masih melek " jawab viona


"jadi kau emang ada niat untuk tidur di dalam ?"


"menurut kamu?"


"cepat lah mandi , malam ini teman kan saya keluar " jawab Frans


"ngak mau ?"


"kau menolak ku?"


"lebih tepat nya aku sibuk dengan urusan ku "


"apa urusan mu yang jauh lebih penting dari pada mengurus suami ini ha' "


"kenapa kau diam? cepat lah keluar karena aku mau mandi"


"kau dari tadi bicara saja tuan, jadi kapan aku mau selesai mandi , pergi lah dari sana sebentar lagi saya keluar " ucap viona


"baiklah"


tit tit tit tit bunyi dentingan jam


"wah ini udah kelamaan "


"ehhh gadis remaja apa kau benar benar ketiduran di dalam ?" tanya Frans setalah 30 menit menunggu


"gimana ya, aku lupa bawa handuk atau pun baju ganti aduhh kenapa saya seceroboh ini " viona memukul jidat nya


"apa kau mendengar kan ku ,viona gadis remaja ?'


"iya tuan, sebenarnya saya ada sedikit masalah , apa kau bisa membantu ku?"


"memang nya kapan kau tidak dalam masalah ha', kali ini aku tidak akan membantu mu"


"baiklah jika tuan tidak membantu saya, fix saya tidak akan keluar dari kamar mandi "


"benar benar kau ya, baiklah keluar lah terlebih dahulu, baru cerita kan masalah mu "

__ADS_1


"ngak bisa tuan karena.... "


"apa nya yang bisa ? kau menguji kesabaran ku viona , cepat lah keluar jika tidak akan saya paksa kau keluar dengan cara ku " ucap Frans memotong pembicaraan viona


"apa kau tidak bisa mendengar kan ku terlebih dahulu tuan?"


"baiklah silahkan bicara "


"aku butuh bantuan mu sebelum aku keluar dari kamar mandi ini , tolong kau am..." sebelum viona menyelesaikan pembicaraan nya Frans kembali memotong


"tolong apa ? apa kau tak bisa membuka pintu kamar mandi ? sudah ku duga kau terlalu udik, minggir lah dari sana akan ku dobrak pintu nya " ucap Frans sambil menendang pintu sekuat tenaga nya


"jangannnnnnnnnnn " teriak viona percuma karena pintu kamar mandi pun sudah tumbang dan buugghhh mengenai kepala viona .


"ha' viona, kan sudah ku bilang kau minggir kenapa malah di belakang pintu , kau terlalu bodoh "


"kau yang bodoohh tuan " ucap viona sebelum terkulai tak sadarkan diri


"viona viona bangun" ucap Frans menepuk pipi nya viona


"gimana ini dia tak sadar kan diri , baik lah saya akan tidurkan dia di ranjang terlebih dahulu " ucap Frans belum menyadari bagaimana penampakan viona


Saat Frans mau mengangkat viona, mata fran melotot sempurna "apa apa an ini, kenapa kau belum memakai baju ganti atau pun handuk di tubuh mu? aduhhhh" Frans menepuk jidatnya sambil memicingkan mata nya


"jadi yang kau butuh kan handuk? bukan dobrak pintu , bodoh nya kau istri ku " ucap frans masih memicingkan mata nya


"baiklah , aku akan mengangkat nya pelan pelan , akan ku usahakan tidak melihat gunung dan lembah yang transparan ini , meskipun si terong sudah hidup " ucap Frans berdiri sambil mengendong viona


"Dia harus berganti pakaian , jika tidak maka istri ku akan masuk angin, tapi siapa yang akan membuka baju nya? jika aku menyuruh pelayan Meraka akan curiga, dan mama serta seisi rumah ini akan curiga mengenai hubungan kami"


"dengan berat hati, aku yang akan melakukan semua ini, tenang saja aku hanya mengintip sedikit saja " ucap Frans sambil mengambil baju ganti viona


"baiklah ini pekerjaan mudah, karena ini bukan yang pertama " ucap Frans sambil mengingat kejadian saat pulang dari pantai


streetttt, streeetttt "oke semua nya terlepas saat nya bereaksi untuk memakai kan yang baru " ucap frans sambil tersenyum ke arah viona


Saat tangan Frans mulai bereaksi di dalam selimut


"mmm " viona seperti sadar , dengan spontan Frans menarik tangan nya kembali


"apa dia sudah sadar " ucap Frans melihat viona


Viona membuka mata nya dan melihat Frans berdiri di samping nya


"mau apa kau tuan?" tanya viona melihat Frans memegang pakaian nya


"aku ..."


"tunggu tunggu, tadi aku ..." ucap viona sambil menyentuh kepala nya dan melihat dia tertidur di kasur , dengan sigap viona melihat di dalam selimut mata viona melotot

__ADS_1


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" pekikan luar biasa yang keluar dari kamar mereka membuat seisi kediaman Prayoga berlari ke arah kamar mereka


"diam lah kau, aku tidak melakukan apa apa, aku hanya membantu mu untuk tidur di kasur , dan membuka baju tipis tipis itu dari dalam selimut aku tak melihat nya " ucap Frans sambil menutup mulut viona


tok tok tok


"sayang, viona apa kau baik baik saja ?" tanya mama anggita dari luar


mendengar itu viona dan Frans sambil lirik


"baik mah, viona baik" jawab viona


"jika baik baik saja kenapa teriakan mu menggetarkan rumah ini nak" tanya mama Anggita


"apa terong hidup masih menggangu mu?" tanya tante Jelika polos


"terong hidup?" tanya ayah dan kakek Handoko Saling lirik


"hmmm ada kakek dan papa mu juga tuan, sekarang keluar lah, aku akan bersembunyi, kau bilang saja aku tersandung atau apa oke" ucap viona berguling ke lantai di bawah ranjang untuk bersembunyi


krettt Frans membuka pintu kamar


"hmm hallo semuanya heheh maaf telah membuat semua nya kwatir, tadi vio hanya terkejut melihat kecoa, sekarang sudah tidak apa apa lagi ma pa , kek , Tante" ucap Frans berbohong


"hmm sekarang viona dimana?" tanya mama


"ada di dalam ma" jawab Frans


"mana lihat mama " Anggita akan memasuki kamar Frans


"eeh ehh vio lagi itu mah, apa nama nya tu ya itu , nanti juga akan keluar " Frans menghalangi mama nya untuk masuk kamar


"kenapa kamu?"


"hmm mbak ayok jangan di ganggu, maklum penganten baru hmm " ucap Jelika tertawa, begitu pun dengan kakek dan papah nya Handi


"hati hati jangan terlalu di hajar " ucap papa nya berlalu pergi sambil tertawa


"good luck" ucap kakek sambil melangkah pergi tentu dengan senyum meledek, begitu pun dengan mama dan tante Jelika


prak pintu tertutup,


"mereka salah paham , ckckck" ucap frans membuang nafas


"apa mereka sudah pergi?"


"sudah , keluar lah "


"pergi lah kau ke kamar mandi tuan, aku akan memakai baju ku disini " ucap viona masih di dalam selimut

__ADS_1


"baiklah " ucap Frans mengikuti kata kata viona...


__ADS_2