
Karena dorongan dari mama beserta kakek Handoko , Frans dan viona tetap berkunjung ke sekolah Riko Reno . Meskipun Frans masih sedikit berat hati karena masih kwatir dengan kejadian malam tadi apa lagi mereka mengincar Viona.
"hati hati di jalan ya sayang" ucap Anggita kepada viona " maaf mama ngak bisa ikut karena ada pertemuan sosial dengan ibu ibu lainya , Frans jaga viona baik baik, mama tidak akan memaafkan mu jika terjadi sesuatu pada menantu mama " sambung Anggita
"siap ma" jawab Frans
.
.
.
" Mereke bergerak bos, tetapi seperti nya mereka membawa beberapa orang pengawal untuk mengawasi mereka bos " lapor seseorang kepadanya Kania
"cari kesempatan dan habisi wanita itu , dan ingat jangan tinggal kan jejak sedikit pun " jawab Kania di seberang sana
"siap di mengerti bos "
"good luck " Kania mengakhiri panggilan dengan anak buah nya
.
.
.
Di dalam mobil
" Jangan pernah menjauh dari ku , apa kau mengerti karena segala sesuatu nya bisa saja terjadi jika kita lengah " ucap Frans kepada viona
" baik tuan " jawab viona mengerti
"apa kau masih mengantuk?" Frans melihat viona menguap
"sedikit tuan, karena tadi malam saya tidur larut " jawab viona
"alasan, bilang aja tukang molor " jawab frans melihat ke arah viona
" ha' molor?" Frans menggelengkan kepala nya melihat viona tertidur di samping nya , dengan sigap Frans meletakkan kepala viona di atas bahu nya.
Frans menggenggam tangan viona lalu mendekatkan ke bibir nya dan mencium lembut tangan putih viona tersebut.
"hemm" ucap vayo yang menyetir mobil yang mereka tumpangi
"kau batuk?, atau mau minum?"
"ngak bos, saya lagi bingung "
"bingung kenapa?"
"ada orang yang kemarin benci ehh sekarang bucin" ejek vayo kepada Frans
__ADS_1
"kau mengatai ku ?"
"eee tidak , mana berani saya mengatai seorang bos yang memberi saya gaji" ucap Vayo berbohong
" lalu siapa yang kau bicarakan kalau bukan aku?"
" sahabat ku sih bos, tapi aneh nya kenapa kau seperti nya tersinggung , apa kau juga sedang bucin sekarang?"
"diam kau bangsat " ucap Frans kesal
"hahahahha kenapa kau emosi bos, aku sudah pernah bilang kalau wanita di samping mu sekarang berbeda dari wanita wanita yang mengejar kau karena harta "
"aku menyetujui pendapat mu brother" ucap Frans tersenyum
Ponsel Vayo berdering
"Karto " ucap Vayo melihat Frans, Karto salah seorang pengawal Frans di mobil belakang
"halo "
"......."
"apa ada dua mobil yang mengikuti kita?"
"...."
"baiklah, kurang lebih 15 menit lagi kita sampai di sekolah , untuk menghindari hal hal buruk yang akan terjadi , terutama kepada nyonya viona , kalian hadang kedua mobil tersebut terlebih dahulu dan saya akan tetap melaju ke sekolah "
"...."
"sial siapa mereka? mau apa mereka kepada istri ku?" umpat Frans
"sabar bos, akan saya cari tahu segera, sekarang tolong kau jaga istri mu supaya tidak jatuh atau pun terbentur karena aku akan mengendarai mobil dengan kecepatan kencang , karena sepertinya mereka rame , takutnya kondisi tidak bisa kita kendalikan "
"lakukan sesuka hati kau, yang penting istri ku tidak tersentuh sedikit pun oleh mereka " ucap Frans
"baik bersiap lah "
karena mobil yang di tumpangi viona melaju dengan sangat kencang, dan dia juga merasakan Frans memeluk nya dengan erat Sehingga viona bangun dari tidurnya
"aaaa kenapa kenapa mobil nya sangat kencang, aku sangat takut tuan, tolong di perlambat" ucap viona panik
"husssss tenang lah, tidak akan ada terjadi apa apa " ucap Frans menenangkan viona
Viona melihat kebelakang untuk melihat keadaan
" tuan, mobil yang mengikuti kita tadi kenapa menghilang? apa apa terjadi sesuatu ?" tanya viona kwatir Melihat Frans
" tidak ada yang terjadi sayang " ucap Frans tanpa sadar mengucapkan kata tersebut namun sayang meskipun viona sadar apa yang di ucapkan Frans tidak mengurangi rasa takut dan kwatir nya.
"kenapa mobil kita semakin laju tuan?" tanya viona
__ADS_1
" karena Vayo mau buru buru mau ke rumah tunangan nya , tunangan nya mau melahirkan sayang " jawab Frans berbohong tapi tidak masuk akal , mendengar hal tersebut Vayo tercengang hingga melihat marah Frans
"fokus lah menyetir " ucap Frans dengan mata elang nya melihat Vayo
"bagaimana ceritanya tuan, tunangan mas Vayo tapi sudah mau melahirkan"
" maksud ku saudara tunangan nya , jadi jangan banyak bertanya lagi , diam lah nikmati perjalanan ini, tutup mata mu seperti malam tadi " jawab Frans
Berapa menit kemudian Frans dan Viona sampai di sekolah Riko dan Reno . Seperti biasa mereka akan di sambut oleh para guru dan pengurus sekolah tersebut .
"apa ada masalah pak? seperti nya anda sedikit kacau " tanya kepala sekolah melihat ekspresi Frans dan lainnya seperti telah terjadi sesuatu
"ada sedikit masalah pak, saya mintak perketat penjagaan sekolah , selama pak Frans dan nyonya viona di dalam tidak ada yang boleh memasuki sekolah ini, siapa pun itu karena untuk saat ini keselamatan nyonya viona lebih penting " ucap Vayo kepada kepala sekolah
kenapa hanya keselamatan ku yang lebih penting, seharusnya kan keselamatan tuan muda jauh lebih penting, hmmm mungkin karena aku seorang wanita kali ya, yang kurang bisa ilmu bela diri oupps bukan kurang tapi tidak bisa hehehhe pikir viona sendiri
"baik pak, akan saya laksanakan perintah bapak, silakan masuk dan menemui Riko dan Reno di dalam , salah satu dari mereka akan menemani pak Frans dan nyonya Viona " ujar kepala sekolah nya
"pergilah bos, saya akan berjaga jaga di depan "ucap Vayo kepada Frans , mendengar hal tersebut Frans hanya bisa mengangguk tanda setuju
.
.
.
Apartemen Roy
"sayang , seperti nya kita tidak cocok lagi untuk tinggal di apartemen ini " ucap Roy
" kenapa mas"
" sebentar lagi kita akan punya baby, kita butuh tempat yang luas , lagi pula sekarang ada ibu dan Fandi" ujar Roy menjelaskan
" hmmm lalu kita mau pindah kemana mas?"
" lihat nanti aja oke "
" seperti nya itu bunyi bel mas, siapa yang datang ya mas, apa teman kerja mas ?" ucap Wulan mendengar bel berbunyi
"hmmm mas tak ada janji " ucap Roy
Wulan mendengar teriakan seseorang dan keributan di depan
"apa itu mas? seperti nya ada keributan " ujar Wulan , Karena penasaran mereka keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi .
"apa begini cara mu mendidik anak ha' ? tadi nya kau sangat marah dan kecewa pada nya, lalu kenapa hari ini kau seperti membelah putri mu yang pelakor tersebut" ucap Wanda memarahi buk Rani
"lalu aku harus apa nak Wanda? apa harus aku memaksa mereka bercerai? di saat anak ku sedang mengandung buah hati suaminya ?"
"apa ? perempuan itu hamil? tidak mungkin kenapa kau sebodoh ini ha' , kalian hanya nikah sirih tak lebih, kau benar benar wanita murahan " tunjuk Wanda ke Wulan
__ADS_1
"sudah hentikan, pergi dari sini , jangan kau hina lagi istri ku Wulan, hari ini aku akan mendaftar kan gugatan perceraian kita, aku ingin berpisah dengan mu Wanda " ucap Roy juga tak kalah keras .