Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 22 teman baru


__ADS_3

"kenapa kalian malah bersedih? apa kalian tidak mau berteman dengan saya? tenang saja saya teman yang baik tidak akan merepotkan kalian" ucap Frans melihat Riko Reno bersedih setelah mendengar kan ajakan nya


"kami bukan bersedih pak , tapi kami bahagia dan terharu selama ini tidak ada yang mau berteman dengan kami apa lagi mengajak kami berteman tapi barusan kami mendengar kan ajakan itu walaupun ajakan itu datang dari orang yang jauh lebih besar dari kami " jawab Riko membuat air mata Frans berlinang


derita macam apa yang telah kalian lalui hingga mendengar ajakan pertemanan dari saya saja membuat kalian sedih, aku tidak tahu seberat apa hidup kalian selama ini tapi yang jelas saya akan memberi harapan baru kepada kalian meskipun esok pada waktu nya saya berpisah dengan Kaka kalian, saya janji kalian tidak akan mengalami kesusahan lagi bathin Frans setelah mendengar yang di ucap kan Riko


"kenapa bapak diam? apa setelah mendengar itu , bapak membatalkan ajakan pertemanan kepada kami " ucap si bungsu Reno bingung karena Frans terdiam lama


"tidak saya tidak membatalkan penawaran pertemanan dengan kalian, tapi saya sedang berfikir panggilan yang tepat untuk saya, karena sebutan bapak terlalu tua untuk saya hehhehe lagi pula sekarang saya sudah menjadi suami dari Kaka kalian Lo" jawab Frans sembari tersenyum


"jadi gimana kalau kalian panggil aku dengan "mas bro" lebih gaul lebih beken , tapi panggilan itu berlaku jika kalian bersedia menjadi teman saya , gimana" sambung Frans


" setuju mas bro " jawab mereka serentak


"tos dulu dong " ucap Frans sembari TOS 👊 dengan Riko dan Reno


Tanpa mereka menyadari, ada sepasang mata melihat dari kejauhan, dia tersenyum bahagia melihat mereka begitu akrab.


" di balik sikap nya yang dingin dan kejam ada kelembutan hati di dalam di dirinya " ucap viona setelah melihat pemandangan yang indah itu


Adzan magrib telah berkumandang, seperti biasa viona dan adik adik nya selalu sholat berjamaah di kalah bersama.


"kak mas bro dimana , apa ngak sholat?" tanya Riko setelah usai Sholat


"tuan Frans lagi keluar ada urusan penting " jawab viona berbohong padahal ia sendiri tidak tau dimana suami nya itu, karena dari terakhir mengobrol tadi siang ia tak bertemu dengan lagi dengan tuan Frans


"dik gimana kalau manggil tuan Frans nya cukup dengan sebutan mas aja , ngak usah pakai bro , kurang sopan " sambung viona mengajarkan adik nya

__ADS_1


"ngak bisa kak, karena itu sudah kesepakatan pertemanan kita dengan mas bro, iya kan bang " jawab Reno bijak


"iya benar kak" ucap Riko


"oke deh tapi kalau dekat orang banyak ngak usah pakai bro ya, pakai mas aja ,ngak enak dengar nya " jawab viona


"oke kak " jawab mereka kompak


"nyonya makanan sudah siap, tuan sudah menunggu di meja makan " panggil buk Odah untuk makan malam


"Bu berapa kali vio Bilang, ngak usah panggil nyonya, panggil vio aja ya " jawab viona karena dia merasa tidak pantas di panggil seperti itu


"tapi nyonya sekarang kan sudah ..." ucap buk Odah terpotong


"iya Bu, tapi saya ngak nyaman di panggil seperti itu, gimana kalau buk Odah manggil saya nak vio aja, jadi sama sama enak " ucap vio memberi solusi


" oke nyo ehhh nak vio " ucap buk Odah senyum


"saya tidak pernah menunggu ,malah saya terbiasa di tunggu " ucap tuan Frans , sesampainya viona di meja makan


"maaf mas tadi kami " sebelum viona menyelesaikan ucapannya , Frans mengangkat jari telunjuk nya mengisyaratkan untuk diam , tak lama setelah itu Riko dan Reno juga sudah di dekat meja makan


"Hay bro kenapa lama banget sih, emang belum pada lapar ya" tanya tuan Frans kepada Riko dan Reno


"maaf mas bro lama menunggu nya ya?" jawab Riko, mendengar itu Frans hanya mengangguk pelan.


"iya tadi bang Riko doa nya panjang banget , supaya ibu bahagia di surga " ucap Reno ikut pembicaraan.

__ADS_1


Mendengar hal itu Frans terdiam dan sebenarnya tuan muda tersebut tidak mengetahui kalau istri dan adik adik ipar nya sedang melaksanakan kewajiban nya kepada sang khalik.


" semoga semua doa Reno dan Riko tadi di Kabul kan Allah ya" jawab frans sambil mengusap kepala Reno


" kok doa Reno dan bang Riko aja sih mas bro, doa nya kak viona ngak?" tanya Reno polos, mendengar hal itu Frans melihat ke viona


"hmmm doa kak viona juga dong, ayok kita makan mas sudah sangat lapar " jawab tuan Frans


Selesai makan, Frans meminta semuanya duduk di ruangan keluarga karena ada yang ingin dia bicara kan .


"Riko Reno , mas bro tahu hal yang akan saya sampaikan mungkin sedikit membuat hati kalian sedih atau kecewa tapi percayalah ini yang terbaik untuk kalian ,ini jalan terbaik juga untuk saat ini " ucap tuan Frans sebelum menyampaikan ke inti nya


ini kucing Garong seperti kehabisan amarah emosi , seperti patah taring ketika berbicara kepada Reno dan Riko tapi kebalikkanya jika berbicara dengan saya viona bergumam dalam hatinya


"iya mas bro kami tahu itu, kami akan mengikuti semua yang mas bro katakan jika itu yang terbaik untuk kami " jawab Riko


apa kah suami nya kak viona akan memulangkan kami kembali ke kampung, ya Allah jika itu terjadi , berarti kami akan berpisah lagi dengan kak viona dan di kampung hanya hinaan dan cacian yang akan kami dapat kan gumam Riko dalam hati


"Riko Reno besok pagi mas bro akan mengantarkan kalian ke sekolah XX , sekolah terbaik di kota ini, kalian akan tinggal di asrama sekolah tersebut , kalian jangan kwatir mas bro dan kak viona akan sering berkunjung ke tempat kalian " ucap Frans ke inti nya


"jadi aku dan Reno beneran ngak akan di pulang kan ke kampung kan mas bro" tanya Riko untuk memastikan


"hmmm ke kampung ? siapa yang bilang kalian akan pulang kampung? memang kalian mau pulang kampung?" tanya tuan Frans


"ngak ngak mas bro ,kami ngak mau pulang kampung " jawab mereka kompak, mendengar jawaban tersebut membuat frans tertegun


seperti apa sebenarnya hidup kalian di kampung? sehingga kalian seperti trauma seperti ini gumam Frans dalam hati

__ADS_1


"oke, pergi lah istirahat karena esok pagi kalian akan pergi ke tempat yang baru, lingkungan baru " jawab Frans kepada Riko dan Reno, mendengar itu mereka hanya mengangguk tersenyum dan berlalu hingga berapa langkah ,Frans berucap .


"Riko Reno mas janji , kalian pulang kampung hanya saat kalian sudah sukses dan di hargai semua orang, itu janji mas , sekarang tidur lah " mendengar hal itu Riko Reno bukan nya pergi tidur tapi ia berbalik dan berlari memeluk teman baru nya, suami Kaka nya tuan muda Frans.


__ADS_2