Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 68


__ADS_3

Viona melihat pantulan dirinya dari kaca , dia tersenyum pada pantulan nya sendiri, lalu mengambil body lotion.


Dengan lembut viona memakai keseluruh tubuh nya , tanpa sadar seseorang telah berdiri dari tadi di depan pintu kamar .


" body lotion ini sangat wangi, hmmm tante Je memang keren memilih lotian " ucap viona


Ting pesan masuk dari ponsel viona tertulis tante Jeje


✉️"Vi apa kau sudah memakai lotian yang dari tante?" pesan dari Jelika


✉️ " sudah Tante, wangi banget makasih ya tante" tulis viona sambil tersenyum


✉️" bagus deh, jangan lupa baluri keseluruh badan mu ya, barusan tante lihat Frans sudah menuju kamar kalian " balasan Jeje


✉️ " oke tante 😄🤭"


ha' tante Jelika bilang tuan Frans sudah menuju kamar? tapi kenapa ngak sampai sampai ya? gumam viona sambil melirik ke arah pintu namun sambil membaluri lotion ke kaki nya


dari kapan si singa itu berdiri di depan pintu? oke viona rilex , santai dan tenang gumam viona dalam hati nya


Viona berdiri dan mengambil ponsel milik nya , ia menuju ranjang. Kehadiran Frans di dalam kamar seperti tidak berpengaruh bagi nya itu lah yang di lihat dan di rasakan Frans.


apa dia tidak melihat ku berdiri disini? kenapa dia hanya diam dan sibuk dengan ponsel nya, siapa yang menghubungi nya gumam frans kesal ke pada viona


kenapa dia harus memakai baju itu lagi? apa dia tidak tahu bagaimana tersiksa nya aku menahan adik ku ? ucap Frans memejamkan matanya ke dan berbelok ke arah kamar mandi


"kenapa dia? mungkin terong nya lagi meronta ronta makanya jadi orang jangan gengsian dong" gumam viona pelan


di dalam kamar mandi


" kau bahkan tahu jika kau telah jatuh cinta padanya? tapi mengapa kau tak utarakan dan mulai dari awal " ucap Frans berbicara pada pantulan kaca


"kenapa? apa kau takut di tolak oleh nya? hanya karena kau menemukan pesan di handphone nya itu "


Flashback POV Frans


Setelah acara yang di adakan oleh kakek nya Handoko , sebenarnya Frans ingin membuka lembaran baru dengan viona, melupakan semua perjanjian pernikahan. Frans menyadari jika ia mulai mencintai viona itu terbukti saat dia tidak menyukai lelaki lain melihat viona bahkan mendekati viona.


Namun di pagi itu sebelum berangkat ke kantor , Frans melihat ponsel viona terletak di atas nakas.

__ADS_1


" Aku suami nya tapi tidak tahu nomor ponsel nya, hmmm" Frans mengambil ponsel viona


"hmm tidak di kunci sama sekali" Frans membuka handphone milik viona dan memindahkan no ponsel milik viona ke handphone nya .


Frans meletakkan kembali ponsel viona di tempat semula, namun ia berubah pikiran , Frans kembali mengambil ponsel viona dan mengotak atik di dalam nya.


setelah puas melihat galeri di handphone viona, iseng Frans memencet aplikasi hijau tersebut.


"tidak ada yang aneh " ucap Frans sambil scrol ke bawah hingga ia menemukan sesuatu yang aneh atas nama kontak Dion.


"Dion , siapa dia apa hubungannya dengan viona" ucap Frans mulai membaca chatingan di dalam nya


✉️ Dion : baiklah apa pun yang terjadi mas tetap akan menunggu mu sayang


✉️ viona : terimakasih telah mengerti mas , aku sayang kamu , dan aku juga akan selalu menunggu mu ❤️T


✉️ Dion : mas juga sangat menyayangi mu ❤️


"apa apa an ini , dan apa itu ❤️ T " ucap Frans marah hampir melempar kan ponsel viona namun ia berhasil menguasai emosi nya.


flashback end


" aku takut di tolak? atau apa aku marah dan cemburu karena laki laki yang bernama Dion itu? ah entahlah sekarang aku pusing " sambung Frans di sendiri nya


Kreettttttttt pintu kamar mandi terbuka , Frans melihat viona yang tengah sibuk dengan handphone nya bahkan viona tak melihat ke arah Frans sedikit pun


kenapa dia terlalu sibuk dengan benda itu, siapa yang ia hubungi , bahkan ia tak melirik ku sedikit pun gumam Frans melihat viona berbaring sambil memegang ponsel


"huk huk huk huk" Frans berpura pura batuk dengan kuat namun sayang usahanya sia sia, bahkan viona tak melirik sedikit pun ke arah nya


kenapa dia batuk sekeras itu? apa dia sakit? apa tenggorokan nya gatal? dia mau minum tidak ya? gumam viona mengkhawatirkan Frans sambil pura pura sibuk dengan handphone nya , entah apa yang ia pencet , yang viona tahu ia harus pura pura sibuk saja


kenapa dia juga tak melirik kepada ku? Frans berbicara di dalam hati sambil berjalan menuju ranjang . Frans merebahkan badan nya di samping viona dan viona tetap pada posisinya yang membelakangi Frans


apa dia tidak tahu saya ada di samping nya gumam Frans kesal


aku harus melakukan sesuatu sambung Frans di dalam hati nya


Frans mengambil ponsel nya dan pura pura menghubungi seseorang

__ADS_1


"hallo vayo, aku sedang sakit tolong kau telfon dokter ku dan suruh datang secepatnya " ucap Frans sendiri nya


mengapa dia tak bergeming sedikitpun meskipun saya sudah pura pura menghubungi Vayo karena saya sakit ucap Frans melihat ke arah viona


ini tidak bisa di biarkan sambung Frans mendekati viona dan melihat dengan siapa dia berkirim pesan malam malam ini


"ha' dia sudah tertidur? percuma dong saya pura pura sakit dan menghubungi Vayo" gumam Frans pelan


Frans duduk dan mengambil ponsel viona


"hmm jadi kerjaan mu sehari hari nya hanya scrol beranda beranda artis artis ini" ujar Frans geleng geleng kepala , sambil meletakkan kembali ponsel viona di atas nakas.


Frans memperbaiki selimut viona dan kembali tidur di samping viona .


"selamat tidur istri remaja ku, semoga mimpi indah , cup " Frans mencium kepala belakang viona dan memeluk erat tubuh viona dari belakang.


.


.


.


" besok kita pindah ya sayang, tidak usah bawa apa apa, karena disana juga sudah lengkap , apa ibu dan Fandi sudah mengetahui jika kita akan pindah?" tanya Roy pada Wulan yang sedang merapikan ranjang


"sudah mas, tapi ibu mintak pulang kampung aja "


"kenapa?, apa ibu tak senang tinggal bersama kita?"


"ibu lebih senang tinggal di kampung katanya mas"


"bukan kah Fandi ingin melanjutkan kuliah disini?"


"tadinya iya, tapi Fandi tak akan bisa membiarkan ibu tinggal sendiri an di kampung, mungkin Fandi akan melanjutkan di kampung saja"


"baiklah , nanti kita bicarakan lagi dengan ibu dan Fandi, sudah larut tidak bagus bagi ibu hamil sering bergadang lagi pula mas ingin mengunjungi baby kita " goda Roy kepada Wulan


"mas ngak ingat apa yang di bilang dokter "


"ingat dong, ngak boleh kencang kencang ketok pintu nya kalau ingin bertamu " jawab Roy tersenyum menggoda Wulan , mendengar itu Wulan hanya menggelengkan kepala dan tentu dengan senang hati ia akan melayani suami nya.

__ADS_1


__ADS_2