
" apa kau lihat lihat? siapa kau ha' hingga kau ingin di peluk oleh istri ku " Frans menggerutu kepada boneka besar yang di gendongan nya. Frans rela menjemput kan boneka tersebut demi keinginan istri tercapai
"kalau bukan karena aku, kau tidak akan ada di rumah ini, aku membeli mu untuk istri ku, bukan untuk merebut istri ku dari ku " ucap frans melempar boneka tersebut ke dalam mobil dengan geram.
.
.
.
"kenapa mama dan papa ngak nginap Disini aja?" tawar Wulan kepada mertua nya , apa lagi Wulan terasa sepi semenjak buk Rani pulang kampung untuk sementara waktu untuk melihat rumah yang di kampung
"hmm kapan kapan ya sayang, lagi pula kenapa tidak kalian saja yang menginap di rumah mama ?"
" boleh mah, kapan kapan juga ya mah " jawab wulan senyum
Setelah mertua Wulan pamit , dering telepon rumah berbunyi yang di angkat oleh pelayan rumah
"tuan, ada yang ingin bicara dengan tuan " ucap pelayan tersebut , Roy mengambil ahli telpon tersebut
"halo " ucap Roy
"...."
"Wanda? baiklah , alea sayang mama mu ingin bicara " ucap Roy memanggil anak nya
"maaf Daddy , Alea ada tugas yang harus di selesaikan " ucap alea berlari ke kamar nya , tentu Wanda mendengar semuanya yang di ucapkan anak nya
"......."
"saya tidak mengetahui hal itu, tapi baiklah akan saya kasih alea pengertian "
"....."
"tentu boleh, kau ibu nya , dan ya kau bisa tahu tentang perkembangan Alea dari Wulan istri ku " jawab Roy entah apa yang di ucap kan Wanda
"......"
"baiklah" ucap Roy menutup panggilan telepon
"kata Wanda alea tidak pernah menjawab telepon nya , dan tidak membalas pesan nya " tutur Roy kepada Wulan , walaupun Wulan tak bertanya, tapi Roy merasa Wulan juga harus tahu tujuan dan maksud Wanda berbicara
"kenapa ya mas?" tanya Wulan
"mas juga ngak tahu sayang"
__ADS_1
"baiklah mas, nanti Wulan coba bicara dengan Alea " jawab Wulan
"dan ya Wanda juga ingin mengetahui perkembangan Alea, mas bilang bisa melalui kamu, apa kamu ngak keberatan sayang?" tanya frans hati hati.
"tentu itu mas, Wulan bahkan senang mas, jadi Alea merasa ia sangatlah di sayang semua orang " jawab Wulan membuat Roy tersenyum
"makasih sayang " jawab Roy memeluk istrinya " lagi pula mas heran, kenapa tiba-tiba Wanda inginkan hal itu ya? padahal selama ini jangankan menanyakan hal itu , menghubungi Alea aja sangat jarang " jawab Roy bingung atas sikap Wanda
"positif thinking sayang, mungkin mbak wanda sudah menyadari bahwa Alea sangat penting dari apa pun "
"bisa jadi sayang, ayok kita ke kamar, mas mau berkunjung "
"berkunjung? "
"iya bertamu kesini " ucap Roy sambil mengelus perut buncit Wulan
.
.
.
Di sudut kota bagian lain nya, Alex tengah berbincang dengan mama nya Laila Ferguson .
"dimana kamu Shintia , jangan sampai ayah pergi sebelum mengetahui dimana keberadaan kamu, anak anak mu " ucap Laila sedih menangis
"mam apa kalung ini benar benar mama dan bibik yang punya ?" tanya frans penasaran
"tentu sayang, kalung ini di design khusus untuk kami berdua anak perempuan ayah, ini bukan kalung biasa nak, liontin nya terbuat dari permata yang susah di temukan dan di dalam nya tulisan nama kita jika punya mama adalah Laila F. maka bibik mu Shinta .F " jawab mama nya Alex
"Shinta?"
"ya karena bibik mu lebih menyukai nama panggilan Shinta bukan Shintia, lagi pula nenek mu memanggil nya Shinta meskipun di dalam akte maupun surat surat penting namanya Shintia karena pemberi ayah ku, kakek mu " jawab Laila
" Dari kecil bibik mu memang sering kali berlawan dengan kakek mu, tapi mama tahu jika kakek mu sangat menyayangi shintia dari pada mama, semenjak Shintia pergi ayah pura pura kuat dan tegar , padahal mama tahu ayah menangis setiap malam hingga sekarang di kamar nya Shintia adik ku " ucap Laila menangis
"mam Alex berjanji akan secepatnya menemuinya mam " ucap alex memeluk dan menenangkan mama nya
.
.
.
"sayang boneka nya datang " ucap frans kepada Viona yang sedang di temani oleh Anggita tentu sambil ngemil
__ADS_1
"hmmm baiklah mas, makasih " jawab viona enteng
"hanya itu?"
"lalu?" tanya viona balik
"bukanya tadi , sayang mau peluk boneka nya?" ucap Frans
"iya mas, tapi tadi bukan sekarang " jawab viona yang membuat Anggita yang mendengar cengingikan mendengar jawaban menantunya dan melihat ekspresi frans yang bingung tapi kesal
bukanya tadi dia menangis demi ingin memeluk boneka ini?dan aku? rela capek capek demi si beruang ini ucap frans spontn meninju boneka beruang tersebut
"mas, kamu marah sama boneka nya? kenapa? apa kamu ngak ikhlas gendong boneka nya ?" jawab viona sedih
"bukan sayang , bukan sayang, mas ngak marah kok sama boneka nya"
"berarti kamu marah nya sama aku?" ucap viona mewek
"bukan bukan sayang, mas ngak ada marah.."
"hmmm malam ini viona tidur sama mama aja ya? boleh ngak ma?" tanya viona ke pada mama nya
"boleh dong sayang,sangat boleh lagian mama senang bisa nemenin cucu mama ehhehe"jawab Anggita senang
"eh jangan dong sayang, kamu tega ninggalin mas tidur sendiri an disini, jangan tidur sama mama ya sayang " bujuk frans
"ngak sendirian kok frans, berdua kok sama papa " jawab Anggita tersenyum bahagia
"ayok datang, kita ke kamar mama " jawab Anggita mengajak Viona
"oke ma" jawab viona mengikuti mama Anggita "selamat malam mas, awas aja kalau beruang nya mas pukul lagi " ucap viona karena melihat tinju Frans akan mendarat ke boneka tersebut
"sayang sayang " jawab Frans lesu
Tak sampai disitu perjuangan frans berlanjut hingga ke depan pintu kamar mama nya yang tak di bukak oleh kedua wanita tersebut
"sayang bukak dong pintunya, mama bukak dong, kembalikan istri aku dong ma " ucap Frans dari luar
"ehhh percuma , Ayok kembali ke kamar mu " ucap Handi menarik baju anak nya
melihat itu Handoko hanya bisa tersenyum dengan apa yang ia lihat .
"seperti mengulang masa lalu, kau dulu juga melakukan hal yang sama pada ku Handi, sekarang rasakan anak mu yang membalas nya hahahaha" ucap Handoko senyum senyum sendiri masa masa di mana Istri nya masih ada .
"semua karena kau, papa pun juga ikut ikutan jadi korban " ucap Handi kesal kepada anak nya
__ADS_1
"hmmm" mendengar itu Frans keheranan " tua tua keladi, semakin tua makin menjadi " ucap frans mengejek papa nya
" tidur lah, jangan berharap istri mu akan datang untuk ingin tidur dengan mu malam ini " jawab Handi mencoba melelapkan matanya