Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 96


__ADS_3

"kau "


" aku terpaksa melakukan ini Laras , sungguh aku sangat mencintaimu "


" kau Melakukan kesalahan yang fatal kak Ronal, apa yang kau lakukan " ucap Viona terkejut melihat siapa orang yang telah menculik nya


"yang aku lakukan ini adalah untuk mewujudkan impian kita yang tertunda Laras , kau miliki bukan milik nya Frans " jawab Ronal Pangestu


" aku sudah di miliki oleh Orang lain yaitu suami ku mas Frans, kami saling mencintai , jadi mohon biarkan saya pergi dari sini " ucap viona memohon


"tidak , kita akan menikah kita akan pergi keluar negri , besok pagi pagi kita akan ke luar negeri " jawab Ronal melangkah meninggalkan viona di kamar nya


"Kau adalah seorang lelaki, seorang anak, bagiamana jika kau di paksa berpisah dengan ayah mu sendiri kak?" ucap Viona menghentikan langkahnya Ronal


"apa maksud dari perkataan kau Laras?"


"apa kak Ronal tetap tidak mengerti? apa kau sungguh tak berfikir jika aku mual muntah sedari tadi itu karena efek kehamilan ku "


"apa kau hamil?"


"iya aku hamil, aku mengandung anak nya mas Frans buah cinta kami " jawab viona tegas


"apa?" ucap Ronal frustasi


"tidak tidak mungkin , ini tidak boleh terjadi " ucap nya meninju pintu dan melemparkan barang barang yang ada di naas . Melihat semuanya itu viona ketakutan dengan apa yang ia lakukan oleh Ronal . Dengan frustasi Ronal keluar dari kamar yang di tempati Viona


" Semoga dengan mengetahui saya hamil, kak Ronal mengubah niatnya untuk membawa saya ke luar negeri, Ya Allah mas frans tolong viona , viona takut " gumam viona pada dirinya sendiri


.


.


.


" lakukan apa pun untuk menemukan istri saya dalam keadaan sehat seperti semula tanpa kurang apa pun" ucap frans melapor kan semua nya pada polisi


"baik pak, kami akan bertindak cepat untuk menemukan istri bapak" jawab polisi tersebut


"apa sampai sekarang sudah ada yang menghubungi atau menelfon bapak atau keluarga lainnya?" tanya polisi lain nya , Frans dan seluruh keluarga saling melirik dan menggeleng kan kepala

__ADS_1


"tidak ada pak, hingga sekarang tidak ada yang menghubungi kami " jawab Handi yang sudah ada di kantor polisi


" berarti mereka tidak menginginkan uang , ada maksud lain dari penculikan ini" timpal Handoko yang di iyakan oleh polisi.


.


.


.


"siapa dalang di balik semua ini? " Anggita berfikir dengan keras


"lawan bisnis kita sangatlah banyak, tapi apa mungkin dengan menculik istri ku , mereka akan menang dari ku?". ucap Frans


"bukan ini bukan tentang bisnis Frans, apa kau tahu ada seseorang yang menyukai istri mu? atau yang sangat obsesi terhadap viona?" tanya Jelika kepada Frans


"siapa ? bahkan Tante tahu sendiri ,istri ku bahkan jarang keluar apa lagi mempunyai kenalan atau teman " ucap Frans tidak yakin


" apa mungkin kau bener je? seseorang menculik menantu ku karena dia menginginkan viona?" tanya Anggita


"bisa jadi mbak, jika itu lawan bisnis Frans kenapa viona yang di incar? selama ini bukan kah Frans , mas Hamdi, dan mas Def, bahkan ayah yang seringkali di teror sama orang orang yang menginginkan bisnis kita hancur? bukan begitu mbak?" jelas Jelika


"Ronal Pangestu " semua orang melihat ke arah sumber suara


"Tiara " ucap Frans , Karena terlalu kwatir Tiara pergi ke kediaman Prayoga yang di antar suami nya


"siapa Ronal?" tanya Anggita


" Pak Frans bahkan pernah bertemu dengan nya buk" jawab dion kepada Anggita


"Ronal, kau ingin bermain-main dengan ku rupa nya, dia bahkan pernah mengirim pesan , dimana rumah nya , cari tahu tentang dirinya sekarang juga Vayo" perintah Frans


"baik pak " ucap vayo langsung pergi dari sana


" Ronal adalah Kaka kelas kami buk, dari dulu kak Ronal sangat mencintai viona , tapi viona tidak pernah menghiraukannya sedikit pun"


"Ronal Pangestu "


"iya kakek, salah satu pejabat negara " jawab frans

__ADS_1


" cepat lah bergerak Frans, kau tahu betul orang seperti itu memiliki koneksi yang luas, dia bisa saja melakukan apa saja demi memenuhi keinginan nya , dia punya akses yang luas " ucap Handi kwatir setelah mengetahui siapa Ronal


"maaf pak, seperti nya pertemuan kita dengan klien tadi siang sudah di rencanakan oleh Ronal , karena proyek yang di tawarkan nya ada hubungannya dengan perusahaan Ronal " ucap vayo memberitahu kepada Frans


" Dan untuk kediaman nya, baik peribadi, apartemen maupun rumah keluarga , tidak ada tanda tanda nyonya disana pak" sambung Vayo memberi info yang di dapatkan nya


" Dia tidak akan mempergunakan rumah atau apartemen yang telah di ketahui publik, cari kediaman rahasia nya " ucap pak Handoko memberi perintah


"baik tuan" jawab Vayo


"apa selain lelaki itu ada orang lain yang mengincar viona yang kalian ketahui " tanya Handi


"tidak pak, lagi pula yang memiliki kuasa untuk melakukan ini kepada viona hanya dia, jika pun ada orang lain yang menyukai viona selain di kampung , mereka tak akan bisa melakukan semua ini, apa lagi orang orang suruhan by sudah me mata-matai viona dari jauh jauh hari "


"dari mana kau mengetahui nya ?" tanya Handoko


"istri saya yang melihat semua itu tuan" jawab Dion sopan, Tiara menceritakan semua kejadian yang ia ketahui , dari semua itu membuat keluarga semakin yakin jika Ronal Pangestu adalah pelaku penculikan viona


.


.


.


" baiklah aku sudah membuat keputusan tentang bayi yang kau kandung itu " ucap Ronal mendatangi viona


"Alhamdulillah , apa kak Ronal sudah berubah pikiran?" tanya viona bahagia berharap Ronal menyuruh nya pulang ke rumah Frans


"tentu Laras, demi cinta kita aku juga akan mencintai dan menyayangi anak dalam kandungan mu itu, aku akan menjadi ayah terhebat terbaik untuk nya " jawab Ronal membuat viona terkejut


"itu tidak lah baik kak, bagaimana mungkin kau akan melakukan semua itu kepada kami, anak ku, aku hanya ingin bersama mas Frans suami ku , ayah dari anak yang akan aku lahir kan kelak " ucap viona


" Tidak seharusnya kau bersama nya , seharus nya aku yang menjadi suami mu"


"kau tidak bisa merubah takdir "


"cepatlah istirahat , karena sebelum shubuh kita akan ke bandara dan akan pergi ke Swiss, kita akan mulai hidup kita yang baru disana Laras " ucap Ronal meninggal kan viona


"apa yang akan ku lakukan , aku tidak mau pergi kemana mana , aku hanya ingin pulang ke rumah ku, bersama suami ku, mas Frans cepat lah datang , aku ketakutan" ucap viona menangis

__ADS_1


"aku tidak bisa diam saja, aku harus melakukan sesuatu " ucap nya melihat di sekeliling kamar untuk mencari celah supaya bisa kabur dari rumah Ronal


__ADS_2