
" Kenapa dengan Roy? " tanya kakek Handoko yang juga mengenal Roy
"bercerai dengan istrinya mbak Wanda , kek " jawab Frans
"Wanda wanita karir yang termasuk 10 besar menjadi wanita terhebat di negara ini , termasuk Asia " ucap Handoko menilai istri nya Roy
"tapi sayang dia mengorbankan keluarga nya selama belasan tahun hanya demi mendapatkan predikat tersebut " timpal Anggita
" Roy meminta mu untuk menutupi berita yang bilang jika dia dan Wanda berpisah karena orang ketiga?" tutur Handi juga ikut berbicara
"hmm karena sebenarnya berita itu tidak la benar pa, rumah tangga mereka sudah hancur sebelum mengenal istri yang kedua nya ini " jawab Frans
"hmmm bantu dia jika menurut mu benar nak, lagi pula mama tahu jika wanita yang di pilih Roy adalah wanita yang baik meskipun baru sekali mama bertemu dengan nya " ucap Anggita membuat frans dan viona saling lirik tak menduga jika mama sudah tahu tentang Wulan
"kapan? kau bertemu dengan nya?"
"papa dan ayah pun pernah bertemu dengan nya " jawab Anggita membuat mereka tercengang
"Wulan , wanita yang pernah di bawa Roy ke acara pesta berapa Minggu yang lalu?" sambung Anggita
"oooo" ucap mereka mangut mangut
.
.
.
Di dalam kamar Frans dan viona
"kasihan mbak Wulan mas, lagi hamil tapi dengan berita seperti ini pasti sangat menggangu kondisi nya " ucap viona kepada frans
"tidak perlu kwatir, mas akan bantu sebisa mas, dan menarik semua berita tersebut " jawab Frans menenangkan istri nya
Ting notifikasi masuk ke ponsel Frans
"pesan dari nomor tak di kenal" ucap frans membaca pesan tersebut
✉️" hallo Laras by mas Ronal ", ucap Frans membaca pesan dari Ronal
"ckckck ckckkxx bahkan dia berani mengirim pesan kepada istri seorang Frans " sambung frans
"bukan ke pada ku mas, tapi kepada mu "jawab viona
"kalau bukan nomor mas yang mas kasih, pasti pesan ini telah sampai di ponsel milik mu" ucpa nya kesal
"tidak perlu kesal , tinggal bilang kalau kau sudah punya istri , selesai kan?" ucap viona tenang
"kenapa mas?"
"karena mas yang di hubungi oleh kak Ronal bukan aku" jawab viona tertawa
"kau meledek ku "
✉️ " ini suami nya viona , jangan pernah hubungi lagi nomor ini" klik terkirim
__ADS_1
"mampus kau " ucap Frans berbicara sendiri nya
"sayang pokok nya apa pun yang terjadi , jika kau bertemu dengan nya , dilarang berbicara atau bertukar nomor ponsel " ucap Surya
"apa kau mendengar ku datang?" sambung Frans sambil melirik viona yang sudah ketiduran
"ternyata istri ku ratu ngorok " ucap Frans tersenyum melihat istri nya tertidur pulas
.
.
.
satu Minggu telah berlalu , semua berita mengenai Wulan sudah menghilang bahkan tak satu pun kabar berita berani membahas hal tersebut.
"kek" seperti nya nanti siang Frans dan viona pindah ke rumah kami
"kenapa harus pindah, apa kalian tidak nyaman disini?" ucap mama Anggita keberatan
"sangat nyaman ma hanya saja rumah yang baru Frans beli Lebih dekat dari kantor " ucap frans
"biarlah mereka mencoba untuk mandiri ma, kapan lagi? kata nya masih nimang cucu, ya biarin bebas la sesekali " ucap Handi menasihati istrinya
"oke deh ,tapi dengan satu syarat , kalian harus sering-sering kesini, dan Frans jangan terlalu melarang viona la " ucap Anggita
"baik ma, Vio janji akan sering sering kesini lagi pun, jika mama mau , mama kan bisa tiap hari ke tempat viona heheheh " ucap viona tertawa
.
.
.
"apa kamu suka sayang?" tanya frans
"Suka mas, cantik dan manis sama seperti kamu " ucap viona
"malam ini kita akan tidur disini, dan .."
"dan apa mas?"
"dan akan menyatukan cinta kita " jawab Frans mengedip kan matanya kepada viona
"hmmm memang mas yakin aku udah selesai datang bulan nya "
"yakin dong"
"kok mas bisa tahu?"
"karena saat sayang selesai mandi tadi, tidak memakai pembalut " ucap Frans santai
"ha' dari mana mas tahu jika aku tidak memakai pembalut?"
"karena pembalut nya tidak berkurang dari kemarin terakhir kamu pakai sayang " ucap Frans jujur
__ADS_1
"what? jadi kerja an mas seminggu ini adalah menghitung jumlah pembalut yang aku pakai mas?" tanya viona kaget
"ya terpaksa "
"ya ampun mas, bisa bisa nya ya " viona keheranan
"sekarang kamu istrahat lah, dan persiapkan diri untuk nanti malam, mas mau ke kantor dulu karena ada meeting " ucap frans kepada viona
"oke hati hati mas " ucap viona sambil menyalami dan mencium tangan Frans
"cup " kecupan di dahi viona
.
.
.
Setelah resmi bercerai dengan Wanda, Roy membebaskan anak nya untuk tinggal dengan siapa yang ia mau . Meskipun Alea memilih untuk tinggal dengan nya.
"sayang , sarapan nya di habis kan ya " ucap Wulan kepada Alea, Alea merasa senang lantaran bisa merasakan semua perhatian yang seharusnya ia terima dari berapa tahun yang lalu dari Wanda ibu kandung nya
" hari ini Alea sedikit telat ya bu, karena ada acara ekstrakulikuler di sekolah " ucap alea
"baik lah sayang, kamu ibu bawa bekal aja ya? jadi jika lapar , alea bisa langsung makan , mau ngak bawa bekal ? "
"mau Bu, seperti teman teman alea yang lain juga di siap kan bekal oleh ibu Meraka, alea saja yang ngak pernah bawa bekal " ucap alea sambil memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"sekarang Alea bisa bawa bekal kapan saja alea mau, jika nanti ibu mu sibuk, nenek juga bisa menyiapkan bekal yang ngak Kalah enak dari ibu mu itu " ucap buk Rani melihat Wulan , membuat keluarga Roy di meja makan tertawa
Daddy bahagia jika kamu merasakan kenyamanan bersama ibu sambung mu nak gumam Roy di dalam hati.
.
.
Viona sedang menatap dirinya dalam cermin, sesekali ia tersenyum entah apa yang dipikirkan nya
"yang ke sekian kali nya memakai baju kurang bahan ini, semoga kali ini benar-benar berhasil untuk melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang istri" ucap nya tersenyum
ting tong bel rumah berbunyi, viona mengintip dari jendela , memastikan Frans yang datang. Viona berlari ke bawah untuk membuka pintu karena memang mereka belum mempunyai asisten rumah tangga, karena viona yang mintak jika di rumah ini cukup mereka berdua saja .
kleekkk viona membuka pintu , frans berbinar melihat viona memakai lingerie , dengan rambut di lepas dan memakai make up tipis
"cantik " ucap Frans mendekati tubuh viona
"mandilah terlebih dahulu mas" ucap viona dengan wajah yang sudah memerah
"mas ingin, sayang yang membantu mas mandi " ucap Frans sambil mengangkat tubuh viona seperti pengantin baru
"mas, turun kan lah kita sudah sampai di kamar " ucap viona
"mas tahu jika kita sudah sampai di kamar , tapi belum kamar mandi "
"tapi aku sudah mandi mas " jawab viona
__ADS_1
"tidak salah bukan ? untuk mandi kedua kali nya " ucap Frans sambil berjalan menuju kamar mandi, dengan tetap mengendong viona.