Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 69


__ADS_3

Suara azan Subuh membangun kan viona dari tidur nya . Viona mengeliat dan melihat ke arah samping Frans masih tertidur lelap dengan tangan di atas dada viona. Viona mengangkat tangan itu pelan supaya tidak membangunkan singa yang lagi tidur .


" tampan " ucapan viona lolos begitu saja sesaat setelah meloloskan diri dari pelukan Frans


"apa kau masih belum puas melihat wajah ku yang tampan ini? mendekat lah biar kamu puas melihat nya " ucap Frans dengan suara parau nya


apa dia bermimpi? atau sudah bangun? bagaimana dia bisa tahu? sedangkan mata nya masih terlelap , dia mengerjai ku lagi? umpat viona dalam hati , setelah itu ia berlalu ke kamar mandi , Frans tersenyum melihat ekspresi viona yang terciduk memuji dirinya


.


.


.


" apa ngak lebih baik ibu pulang aja nak?" ucap buk Rani kepada Roy dan Wulan


" kenapa bu? apa ibu ngak nyaman tinggal bareng kami? " tutur Roy


"bukan nak, ibu sangat nyaman tinggal disini, apa lagi saat ini Wulan lagi hamil tentu ibu ingin sekali berada selalu dekat Wulan "


"lalu kenapa ibu mau pulang , bukan kah Fandi juga tertarik untuk melanjutkan kuliah nya disini Bu?" jawab Wulan


"ibu ngak enak sama nak Wanda dan keluarga nya " ucap buk Rani dengan ekspresi sulit di jelaskan " mereka mungkin berpikir ibu mendukung hubungan kalian , dan membenci ibu tapi apa yang harus ibu lakukan ? ibu tidak membenarkan apa yang kalian lakukan walaupun ada kesalahan Wanda disini , hanya saja kalian tetap saja namun hati seorang ibu bagaimana pun tidak akan bisa membenci seorang putri nya meskipun putri tersebut melakukan kesalahan apa pun , ibu membenci perbuatan mu Wulan tapi tidak dengan dirimu " ungkap Bu Rani membelai wajah anak nya dengan tatapan sendu


"maafkan Wulan Bu, maaf kan Wulan " jawab Wulan mencium tangan ibu nya


ibu hanya tahu pernikahan sirih ini, bagaimana jika ibu tahu kebenaran nya sebelum saya menikah dengan mas Roy, bahkan saya sudah memberi kehormatan ku pada mas Roy sebelum menikah bu ungkap Wulan dalam hatinya dengan penuh penyesalan


"ya sudah sayang, ayok kita mulai bergerak, karena siang nanti saya ada meeting " ucap Roy pergi ke rumah baru mereka


.


.


.


" maaf ya bro, untuk berapa hari belakangan ini kamu sedikit saya sibukan" ucap Alex tidak enak karena beberapa hari belakangan ini dia sibuk dengan urusan pribadi nya


"ngak masalah bro, gimana mengenai bibik mu itu? apa sudah ada perkembangan?" tanya Frans kepada Alex


"tadi nya ada , tapi sekarang buntu" ucap nya lesu


"maksud nya?".

__ADS_1


"sebelum saya ke kota ini, kakek menerima sebuah surat , disana tertera dari bibik ku shintia meskipun menurut kakek itu bukan tulisan dari bik Shintia "


"lalu apa kau telah menelusuri surat tersebut "


"sudah dan hasil nya zonk , saya bahkan sudah menelusuri dimana surat itu di tulis "


"dimana surat itu di tulis?"


"di rumah sakit X , bahkan di hari surat tersebut di tulis tidak ada yang bernama Shintia di rawat disana "


"rumah sakit X? pada bulan apa itu ? "


"kira kira satu bulan yang lalu, yaaa satu bulan lebih beberapa hari la, kenapa? "


"almarhum ibu nya Viona juga pernah di rawat di sana sekitar satu bulan bulan yang lalu juga, tapi ibu nya bernama Shin...."


tok tok tok ucapan Frans terpotong karena Vayo datang dengan senyuman di pipinya


" kenapa kau? apa kau telah di rasuki oleh setan senyum ?" tanya Frans kepada asisten sekaligus sahabat nya


"sebentar lagi ada yang akan datang , dan membuat mu tersenyum hingga pagi esok menyambut bos " ucap Vayo mengejek , melihat itu Alex hanya menggeleng kan kepala nya


"dimana kau mendapat kan asisten yang kurang ajar seperti dia " tanya Alex


" di tong sampah " ucap Frans becanda


"cepat katakan siapa yang akan datang "


" sebentar lagi juga sampai sabar dong"


tring tring telpon dari sekretaris Frans


"halo pak , ada nyonya viona datang ingin bertemu bapak " ucap sekretaris tersebut di dalam telpon


"apa? kau tahu dia siapa bukan? dia istri ku, kenapa kau harus menghubungi ku terlebih dahulu? dia punya hak datang sesuka hatinya ,. kau mengerti " Frans menutup telponnya


"waw kau korban budak cinta aku tak menyangka " ucap Alex mengejek , mendengar itu Vayo hanya menutupi tawanya


"diam kalian, lagi pula ini waktu nya makan siang, silakan pergi kemana kalian mau dan kembali tepat waktu, pergilah "


"kau mengusir kami tuan muda?"


"tidak , hanya menyuruh kalian makan siang " jawab Frans cuek

__ADS_1


"hallo siang semua nya assalamualaikum " ucap viona membuka pintu ruangan Frans


"assalamualaikum nyonya, kaka ipar " ucap vayo dan Alex bersamaan


"oo lagi rame ya, apa vio mengganggu?" tanya viona


" tidak Kaka ipar kamu juga mau keluar cari makan siang , iya kan vayo" ucap Alex


"ooo kenapa harus makan siang di luar? aku membawa bekal makan siang berlebih kok, ayok makan siang bareng aja disini bersama kami " ajak viona kepada alex dan Vayo


"hmmm ***...." Ucapan Vayo terpotong


"hmm seperti nya itu tidak bisa sayang, karena Vayo akan makan siang bersama tunangannya dan Alex dia akan makan siang bersama calon nya "


"calon apa ?" tanya Alex bingung


"calon investor kita yang akan bergabung , ayok lah cepat keluar sebelum kalian terlambat" ucap Frans mengusir mereka berdua


"hmm iya kah? lagi pula kapan kau bertunangan Vay? , kenapa ngak undang-undang aku? " ucap Alex


"ya ampun ternyata sepanjang ini kah pembahasan nya, pergilah dari sini secepatnya " ucap frans membuka kan pintu untuk mereka berdua , viona yang melihat hanya bingung dengan tingkah suami nya


"baiklah bos, kami pergi , selamat makan siang kaka ipar ku yang cantik " ucap Alex memancing kemarahan Frans


"kau berani menggoda istri ku di depan mata ku ?"


"tidak berani , selamat makan siang bos " ucap mereka menutup pintu


" apa sudah selesai drama pengusirannya tuan? bisa kita mulai makan siangnya?"


"baiklah, silakan duduk istri remaja ku" ucap Frans menggoda


"tidak perlu menggoda , takutnya jatuh cinta "


"sayang aku telah ..."


"telah ?" tanya viona


"telah lapar , ayok makan?" ucap Frans berbohong


aku akan mengungkapkan semua nya , Jika aku sudah yakin bahwa kau benar benar mencintai ku dan melupakan dion itu viona gumam Frans sambil melirik viona


"kau butuh sesuatu tuan? hingga kau melirik ku sedemikian rupa?"

__ADS_1


"tumben kau datang ke kantor ku?"


"iya paling tidak aku pernah menginjakkan kaki di kantor ku , sampai waktu nya tiba kita berpisah, sebentar lagi waktu itu akan datang lo, jadi aku tidak hanya ingin menyia nyiakan kesempatan yang Allah berikan ini , menjadi istri mu hingga sampai 3 bulan nanti " ucap viona terdiam , dan menunggu respon dari Frans .


__ADS_2