Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 98


__ADS_3

Semoga mas Frans melihat dan menemukan liontin dan tulisan itu , aku mohon mas jangan terlambat untuk menjemput ku, aku tahu mas akan datang, aku percaya mas akan menjemput ku kembali ucap viona di dalam hati sambil mengelus perut nya yang masih rata


"Laras , kamu tidak perlu kwatir aku akan menyayangi nya seperti anak sendiri, mulai sekarang aku lah bapak dari anak itu " ucap Ronal melihat viona mengelus perut nya . Mendengar itu viona hanya diam seribu kata , Karena ia berfikir percuma bicara dengan orang seperti Ronal


lebih baik saya diam , apa pun yang akan terucap dari mulut ini, tidak akan mempan untuk nya sambung viona


.


.


.


.


"halo " Handoko mengangkat telepon dari Frans cucu nya


"......"


"apa?"


"...."


"baiklah, lakukan sebaik mungkin, kakek berserta ayah dan om mu sedang di kediaman Pangestu" jawab kakek mengakhiri panggilan telepon dengan Frans


"berkemungkinan besar , viona menantu kami akan di bawa oleh Ronal ke Swiss " ucap kakek semakin membuat kedua orangtua Ronal makin shock


"tidak mungkin, saya tahu Ronal sangat mencintai Laras , tapi saya tidak percaya Ronal melakukan ini " ucap nyonya Rio tersebut


"obsesi yang membawanya melakukan itu " ucap Handi


"sebelum semuanya terlambat, kami harap kalian membantu kami untuk menjemput viona " ucap Handi kwatir mendengar Swiss


"ayok berangkat " ucap Rio seperti nya yang masih shock dengan apa yang di lakukan oleh anak nya


.


.


.


"ayok cepat sebelum terlambat " ucap ronal keluar dari mobil nya dan membuka kan pintu untuk viona


Viona dengan takut dan gelisah keluar dari mobil sambil berkata dalam hati aku tahu kamu pasti akan datang mas untuk menjemput kami

__ADS_1


"ayok " ucap Ronal akan mengambil tangan viona yang akan di gandeng nya


bughh sebelum menyentuh tangan viona tiba tiba saja tangan Ronal di tepis seseorang


"jangan berani menyentuh istri saya" suara Frans yang bergelar


"mas " ucap viona sambil tersenyum senang


"sayang , maaf mas datang terlalu lama , sekarang pergi dulu ke dalam mobil ya " jawab Frans sambil membelai dan mencium istri nya


"ajak nyonya viona ke dalam mobil sekarang " ucap Alex kepada beberapa orang suruhan nya


"baik tuan" jawab salah seorang dari mereka


"seperti nya kau masih belum mengetahuinya tentang diriku bocah " ucap Frans mendekati Ronal setelah viona memasuki mobil


"tentu aku sudah mengetahui semua tentang dirimu tuan Frans Aditya Prayoga, pengusaha sukses yang mempunyai harta berlimpah ,lagi pula siapa yang tak mengenal mu" jawab ronal menantang balik tatapan tajam Frans


"jika kau sudah mengetahui tentang ku, tidak mungkin kau akan melakukan hal ini kepada seseorang yang begitu istimewa bagi ku"


"hmmmm seseorang yang kau bilang istimewa itu ,dulu nya adalah milik ku, aku yang mengenal nya terlebih dahulu, kau mengambilnya wanita ku "


bugh satu tinju melayang ke wajah nya Ronal "sekali lagi kau menyebut istri ku sebagai wanita mu atau pun milik mu akan ku hancur kan wajah mu dengan tangan ku ini " ucap frans bengis


bug bugh bugh " sudah ku bilang jangan sebut istri ku dengan sebutan itu dari mulut jelek mu itu" ucap Frans sambil menghajar Ronal


"Frans sudah sudah hentikan, dia bisa saja mati di tangan mu " ucap Roy menghentikan Frans


"serahkan dia ke pihak berwajib , jangan kau kotori tangan mu dengan memukul nya" ucap Alex kepada Frans


"tangkap dia pak " ucap Dion yang barusan tiba bersama polisi


"ayok cepat" ucap polisi tersebut


"tunggu tunggu ,jangan jangan bawa anak saya, saya mohon , saya mohon " ucap nyonya Rio atau ibu dari Ronal yang memohon mohon supaya anak nya tidak di tangkap


" pak Handoko saya tahu putra saya melakukan kesalahan terbesar yang berisiko fatal, tapi saya mohon dengan kerendahan hati bapak untuk tidak membawa masalah ini kejalur hukum, saya berjanji akan menangani anak saya Sehingga ia tak akan melakukan sesuatu yang berbahaya lagi ke pada menantu anda dan keluarga anda bahkan jangankan melakukan itu, Ronal tidak akan pernah lagi mendekati keluarga anda karena sekarang juga akan saya antar dia ke luar negeri , jadi saya mohon pak " ucap Rio memohon kepada Handoko


" Frans , beri di satu kesempatan lepaskan dia "


"maaf pak laporannya telah masuk, kami tetap akan membawa saudara Ronal ke kantor polisi untuk di tindak lanjut , untuk hal hal lainya silakan datang ke kantor polisi, terima kasih " ucap polisi tersebut membawa Ronal


" nak Frans tolong laporannya di cabut, saya memohon " ucap Rio dengan kerendahan hati nya

__ADS_1


.


.


.


" sayang apa kamu tidak apa apa? apa dia melakukan sesuatu ke pada mu sayang?" tanya Anggita kwatir


"viona baik baik aja ma, kak Ronal tidak melakukan apa pun kepada vio, hanya saja viona masih takut jika mas frans tidak datang tepat pada waktunya maka viona mungkin tidak akan bertemu lagi dengan kalian semua " ucap viona ketakutan


"husss sudah sudah , sekarang kamu sudah aman , sekarang sudah ada mama ,Tante dan yang lain nya bersama kamu sayang, istirahat la terlebih dahulu , sebentar lagi dokter akan sampai untuk memeriksa keadaan kamu " jawab Anggita


"hmm iya mah " jawab viona


"Tante ,gimana kabar dedek bayi nya ?" tanya viona melihat Jelika


"Jeni belum bisa keluar dari rumah sakit Vi" jawab Jelika sedih


"sabar ya Tante, sebentar lagi pasti dek jeni sudah bisa berkumpul dengan kita semua " ucap viona


"aamminn ya Allah" jawab mereka serentak


.


.


.


.


Karena permohonan keluarga Rio Pangestu, akhirnya tuntutan Ronal di cabut, dengan syarat Ronal tidak tinggal lagi di negara Indonesia dan rio bertanggung jawab atas itu semua.


"semua nya baik baik saja, tidak ada yang perlu di kwatir kan , seperti nya junior nya tuan Frans sangat kuat hingga tidak terpengaruh dengan kecemasan yang di alami ibu nya, tapi tentu hal itu tidak akan baik jika terlalu lama " ucap dokter tersebut


"terima kasih dok, saya akan menjaga menantu saya dengan baik " ucap Anggita


"baik nyonya, saya sudah meninggal kan resep vitamin silakan di tebus " jawab dokter tersebut , sembari meminta undur diri


"ma kenapa mata mama tajam ke pada Frans? seperti Frans melakukan kesalahan saja " ucap Frans takut melihat mata tajam mama nya


"apa kamu masih belum sadar dengan apa yang kamu lakukan? kamu hampir saja mencelakakan menantu dan calon cucu kami " ucap Anggita marah kepada Frans


"menantu mama adalah istri nya Frans dan cucu kami itu adalah calon anak Frans, mana mungkin Frans mencelakakan mereka ma " jawab Frans kepada mama nya

__ADS_1


"mulai saat ini viona , akan bersama mama , mama yang akan menjaga nya hingga lahiran " ucap Anggita membuat frans terdiam


__ADS_2