
Tidak banyak yang berubah di rumah nya viona. Semuanya masih sama, viona masih bingung dengan apa yang terjadi. Bahkan seperti nya viona jauh lebih terpuruk dibandingkan waktu pertama kalin mengetahui pekerjaan ibu nya.
"bahkan Bu, viona lebih rela di ejek sama orang orang menjadi anak pelac** di bandingkan dengan keadaan yang seperti ini Bu, entah apa yang terjadi pada ibu di kota sana, benar firasat vio Bu, ibu lagi ngak baik baik saja, ibu lagi sakit" ucap viona sendiri
"apa benar kata Bu asih kemarin? kalau ibu ngak mau tambah menyusahkan kami karena mungkin ibu terkena penyakit memalukan itu" sambung viona mengingat perkataan Bu asih semalam .karena jika memang buk Shinta mengidap penyakit memalukan itu maka vio dan adik adik nya semakin di kucil kan di kampung ini.
Mendung di temani dengan gerimis , begitulah keadaan kota ini sekarang .Seperti hal nya di rumah sakit ini, Perempuan parohbaya yang sedang terbaring lemah tak berdaya.
"mbak " ucap seorang wanita yang seperti nya teman baik wanita tersebut
"jangan sampai dia membawa anak ku ke kota ini lan, mbak mohon tolong mbak " ucap wanita yang terbaring lemah tersebut
" iya mbak, aku akan lekukan sebisa ku mbak, apa pun itu, sekarang kuat lah mbak, semangat lah untuk sembuh" ucap Wulan teman wanita tersebut
wanita tersebut tersenyum sambil berkata " Wulan kau pun tahu bagaimana mematikan nya penyakit ku ini, mbak hanya menunggu waktu aja lan, sebentar lagi tapi sebelum mbak pergi mbak ingin memastikannya anak anak mbak aman lan cuma itu " ucap wanita tersebut di iringi dengan tangisan
" mbak Shinta" ucap Wulan yang juga menangis , ya wanita yang terbaring lemah tersebut adalah Shinta orang tua dari viona. mengidap penyakit yang memalukan itu, ya HIV AIDS.
" Sungguh tragis nasib anak anak mbak lan, kapan titik cahaya kebahagiaan itu datang kepada mereka , mereka sudah terlalu lama menderita " ucap Shinta
" mbak, apa mbak masih ingat alamat kedua orang tua mbak di pulau Jawa? kalau masih ayok kita kirim surat mbak, paling tidak akan ada yang menjaga dan mengurus mereka nanti mbak" jawab Shinta
"hmmm aku tidak yakin atas itu lan, kesalahan terbesar ku telah membuat keluarga ku malu lan," jawab Shinta tak percaya diri jika keluarga nya tak akan memaafkan nya
"paling tidak ayok kita coba mbak" ucap Wulan
"kalau kamu masih ingin mencoba, tulis lah lan " jawab Shinta dalam tangis
__ADS_1
" baiklah mbak, aku pamit pulang dulu ya mbak" ucap Wulan , Shinta menjawab dengan anggukan
Wulan sudah di anggap seperti adik sendiri oleh Shinta, mereka sama sama terpaksa menjajahi pekerjaan seperti sekarang ini.
Jika Shinta terbaring di rumah sakit, lain hal nya dengan viona. Sekarang dia seperti tidak ada semangat, seperti orang tidak punya visi dan misi dalam hidup. Entah apa yang ia pikirkan, kadang ia seperti lelah menjalankan hidup
" kak" panggil Riko , namun viona tak menyahut
"kak" panggil Riko lebih kencang lagi membuat viona kaget dan melihat Riko
" sampai kapan kak?sampai kapan Kaka seperti ini ? bukankah Kaka pernah bilang tidak ada waktu untuk bersedih untuk orang seperti kita? tapi kenapa Kaka berlarut larut seperti ini kak? kalau Kaka seperti ini siapa yang akan menjaga kami kak " ucap Riko kepada viona
Ingatan viona melayang ke pada pesan pesan ibu nya sebelum buk Shinta pergi ke kota kemarin. Ia berpesan untuk menjaga adik adik nya, bahkan di dalam surat tanggung jawab riko dan Rino ada bersamanya. Jadi bagaimana mungkin ia lemah seperti ini, sedangkan adik adiknya butuh kekuatan dari dia.
"dik, beri Kaka sedikit waktu lagi ya, beri Kaka sedikit waktu untuk membangkitkan kembali semangat dalam diri Kaka" jawab viona meminta pengertian ke adik adik nya
ya Allah lindungilah ibu hamba di mana pun ia berada, beri beliau kekuatan ya Allah, ampuni lah dosa dosa nya bathin viona
Wulan berlari ke rumah sakit, seperti di kejar hantu, dengan wajah ketakutan dan kwatir ,entah apa yang terjadi .
"mbak bagaimana ini, mami Tina akan ke kampung nya mbak, ia akan menemui viona mbak" ucap Wulan sesampainya di kamar Shinta
" ya Allah lan, dia bukan menemui anak ku lan, tapi ia akan menjemput paksa anak ku viona" Isak tangis Shinta
" ini mbak, mbak ingat kan nomor handphone nya vio, ayok mbak berapa sini aku telfonin mbak " jawab Wulan masih gemetaran , karena memang handphone ibuk Shinta di ambil paksa oleh sang mamy , beliau bilang itung-itung untuk bayar pengobatan di rumah sakit.
Shinta dengan cepat menyebutkan no handphone viona, sebelum tersambung mami Tina datang.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan Wulan, kau mau apa? kau mau bilang ke anak lont* ini supaya kabur ? hahahahah" ungkap mami Tina
"kemana pun ia akan pergi akan ku cari ke ujung dunia ini, kau pikir murah pengobatan di rumah sakit ini ha'? paling tidak dengan anak nya bisa membayar biaya rumah sakit ini " ucap mami Tina
"hallo ini assalamualaikum ini siapa" suara dari sebelah sana , seperti nya suara viona , ya panggilan telfon tadi telah tersambung dan sudah di jawab viona
" hallo vio, jangan pergi dari rumah dari kampung itu apa pun yang terjadi meskipun ada orang yang menjemput kamu nak lari lah nak lari" teriak shinta dari tempat tidur nya
"ibuu" jawab viona terputus karena handphone di rebut Tina dan mematikan panggilan nya lalu melemparkan handphone tersebut ke lantai hingga pecah.
"kurang ajar kau, jangan macam macam kau ya, aku akan menemukan anak mu" jawab mami Tina
"dan kau Wulan kau mau mati atau awas aja kalau kau berani macam macam dan menggagalkan rencana saya" jawab mami Tina dan langsung pergi
" ehh Wulan kau mau baik baik pergi dari ruangan itu atau mau dengan cara kasar?" tanya mami Tina dari luar ruangan
" ba ba ik mami" jawab Wulan terbata bata
" lan apa pun yang terjadi viona tidak boleh seperti kita , tolong lakukan sesuatu lan, viona tidak boleh tersentuh oleh siapa pun kecuali dengan suami nya nanti , bantu aku" ucap Shinta pelan tapi masih terdengar oleh Wulan
"ehh cepat " panggil mami Tina
"aku pamit dulu mbak, aku berjanji mbak viona tak akan merasa kan apa yang kita rasakan " jawab Wulan sebelum pergi
ya Allah ,cukup aku yang berdosa cukup aku yang kotor jangan lagi anak ku ya Allah, cukup semua derita yang di alami viona , sungguh dia sangat tersiksa dengan semua keadaan ini, viona tak akan sanggup lagi , lindungi anak.anak ku ya Allah bathin Shinta
" mas, tolong bilang kepada malaikat disana mas, jagain anak anak kita , mereka sudah cukup menderita mas " rintihan Shinta
__ADS_1
Terimakasih telah mampir all..
minta vote dan like nya ya alll...