
"viona kenalin ini adalah om Aryo, malam ini kamu ikut dengan Om Aryo kemana pun ia pergi" mendengarkan itu om aryo senyum senyum bahagia sedangkan viona menetes kan air matanya ke lantai
"ayok " ajak om Aryo kepada viona memajukan tangan nya untuk merangkul pinggul viona, karena kaget dengan perlakuan om Aryo viona langsung melepas rangkulan om Aryo dan spontan menjauh dari om Aryo.
Melihat perlakuan seperti itu om Aryo jengkel dan mami Tina melihat tajam ke viona. Karena jengkel nya om Aryo menarik paksa tangan viona untuk keluarga dari tempat tersebut menuju parkiran mobil.
Tidak jauh dari markas mami Tina , ada seseorang yang tergopo gopo berlari sambil melihat kanan kiri seperti ketakutan dan was was ada yang melihat nya. Ia adalah Wulan yang berhasil melepas ikatan tangan nya yang di sekap oleh anak buah mami Tina.
"aku harus cepat, kalau ngak aku akan terlambat dan viona akan hancur " gumam Wulan sambil berlari
Dari luar club mami Tina, terlihat om Aryo tak melepaskan tangan viona menuju mobil nya sambil senyum senyum sendiri seperti mendapat kan berlian yang indah.
Di saat Viona memasuki mobil om Aryo, di Waktu yang tepat Wulan datang.
"Viona" ucap Wulan pelan dari kejauhan club tapi masih terlihat jelas viona memasuki mobil tersebut
"aku harus ngikutin mobil itu" sambung Wulan, Wulan memanggil tukang ojek untuk mengikuti kemana viona pergi
Di rumah sakit, ibu nya viona ibuk Shinta tak henti hentinya memanjatkan doa untuk keselamatan anak nya dari lelaki hidung belang.
"Ya Allah selamatkan viona dari lelaki mana saja yang ingin membeli tubuh nya, jangan kau biarkan takdir nya seperti diriku ya Allah, jagalah kehormatan anak ku, berilah Wulan kemudahan untuk membantu viona ya Allah. aku tahu diri ini berlumuran dosa, diri ini sangat kotor, tapi aku tahu engkau maha pengampun lagi pemaaf walau mungkin dosa ku tak bisa termaafkan paling tidak kabulkan pintak hamba ya Allah, berilah viona perlindungan mu, beri ia jalan untuk menyelamatkan diri dari dunia nya mami Tina wanita kejam itu hamba mohon kabul kan permintaan hamba ya Allah, aamminn ya Allah " begitu lah doa nya buk Shinta kepada Tuhan nya .
Seorang ibu yang baik memang tidak akan mau melihat anak nya mengikuti jalan yang salah , seperti yang pernah ia ikuti begitu jugalah ibu Shinta. tapi malang buk Shinta tak bisa berbuat apa apa karena keadaan nya yang hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit
Mobil yang membawa viona om Aryo berhenti di sebuah hotel mewah begitu pun dengan Wulan ia juga sudah sampai
"aku harus membantu viona sekarang kalau tidak akan susah untuk membantu viona " ucap Wulan turun dari ojek tersebut. Karena menurut Wulan jika viona sudah di dalam maka pihak hotel tidak akan membocorkan privasi tamu nya apa lagi memberi tahu no kamar tamu.
__ADS_1
Di saat Wulan akan melangkah untuk mendekati mobil yang membawa viona, Wulan tersenggol oleh sebuah motor dan sedikit mengenai lengan nya.
" aduh " ucap Wulan kesakitan
"maaf mbak, saya ngak sengaja " ujar pengemudi motor tersebut
" ngak apa mbak, " ucap Wulan sambil melihat ke arah hotel , viona dan om Aryo telah turun dari mobil dan sudah memasuki lobby .
" saya terlambat, saya harus cepat " ucap Wulan berlari masuk dalam hotel , sebelum viona memasuki kamar . Melihat hal tersebut pengemudi motor tadi terlihat heran dengan apa yang dilakukan Wulan
"kenapa ya mbak mbak itu, udah kesakitan buru buru lagi, apa suami nya selingkuh ya " ucap pengemudi perempuan yang menyenggol tangan Wulan tadi, yang akan memesan makanan di pinggiran jalan yang dekat dari hotel tempat viona dan Wulan berada.
Wulan memasuki hotel dengan santai supaya orang orang tidak curiga tapi matanya tidak beralih dari viona dan lelaki yang membawanya.
seperti nya viona akan pergi ke kamar nya bathin Wulan sambil santai untuk mengekori dari belakang. Karena rame nya orang, hingga keberadaan Wulan tidak terlalu di perhatikan oleh pihak hotel karena ia seperti tamu yang lain.
apa sekarang aja saya suruh viona kabur, tapi disini banyak orang, saya takut kalah jika lelaki itu pandai berkata-kata dan hebat membalikan fakta gimana?, di tambah lagi jika ia mengeluarkan dompetnya untuk melawan saya dilema Wulan di dalam hatinya
viona memasuki lift, dengan cepat Wulan mengikuti masuk ke dalam lift juga dengan sedikit menyembunyikan wajah nya dari om Aryo karena Wulan kwatir om Aryo mengenalinya.
Wulan berdiri di samping viona yang seperti nya ketakutan , dia gemetaran ,viona hanya menunduk pasrah ,ia bahkan tak tau apa yang harus dilakukan nya sekarang.
Wulan melirik viona , di saat yang sama viona pun melirik Wulan, cahaya haru campur bahagia tampak jelas dari mata viona, karena masih ada harapan untuk kabur dari om Aryo dan mami Tina.
Wulan meletakkan jari nya di mulut, kode untuk tetap diam dan tenang, viona mengerti dan mengangguk, dia memejamkan mata ketika tangan kiri om Arya merangkul pinggul viona dan tangan kanan membelai dagu viona, ia mau nangis dan memberontak tapi ini lift kalau gegabah bisa kacau rencana Wulan itu lah yang di pikiran nya , lebih baik ia menunggu aba aba dari Wulan saja.
sabar viona tunggu waktu yang pas, kamu akan bebas dari semua ini, tangan gatal pak tua ini apa kah ia tak ingat dengan istri dan anak anak nya di rumah lamunan Wulan usai setalah pintu lift terbuka
__ADS_1
Mereka keluar dari lift, om Aryo tetap merangkul viona menuju kamar, hingga mereka sampai di depan pintu , pintu terbuka baru satu langkah kaki om Aryo menuju kamar
Streeetttt Wulan menarik tangan viona, om aryo kaget , brakkk Wulan mendorongnya om Aryo ke kamar hingga terjatuh
"viona cepat kabur dan lari cepat " teriak viona
"tapi mbak, mbak gimana?" jawab viona takut
"cepat kabur, sebelum dia menangkap mu lagi, dan ini handphone saya bawa cepat nanti mbak akan menghubungi lagi ," ucap Wulan, mendengar itu Wulan lari menuju lift
"apa apa an kau, siapa kau ha' " ucap Aryo marah kepada Wulan
" tak perlu kau tau siapa aku, biar kan dia bebas, aku akan menggantikannya " ucap Wulan menawarkan diri
"hmmm kau " Aryo melirik Wulan dari bawah hingga atas
"oohh ya aku tau kau, aku pernah melihat mu di club Tina , dengar ya aku sudah bayar mahal untuk gadis itu , sekarang awas aku akan mengejar nya " sambung Aryo sambil mendorong Wulan ke kanan dinding hotel, Wulan terjatuh
"gawat kalau viona sampai tertangkap lagi" ucap viona sambil melirik disekitar nya , Wulan melihat tempat sampah yang terbuat dari aluminium ,tanpa pikir panjang Wulan mengambil tong sampah tersebut
paaaapppppp wulan memukul bahu Aryo hingga terjatuh ke lantai
"mampus kau" ucap Wulan lari mengejar viona keluar hotel
hallo all..
terimakasih telah lampir..
__ADS_1
author mintak like dan vote nya dong..
terimakasih 🙏