Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 58


__ADS_3

Dengan menundukkan kepala viona menjawab " viona sangat mencintai mas Frans mah, semenjak menikah hati vio sudah untuk suami vio " jawab nya dengan jujur "meskipun masih ragu dan takut , tapi hati vio tak mengenal itu untuk mencintai mas Frans ma" ucap vio melihat Anggita yang tersenyum pada nya


"apa yang kamu takutkan nak?"


"vio sama mas Frans sangat jauh berbeda ma, ibarat langit dan bumi lagi pula mas Frans sudah mencintai yang lain"


"yang lain? maksud nya wanita lain?"


"iya ma" jawab viona lesu


"siapa? kenapa mama ngak pernah tahu?"


"hmmm bukan kah mama sudah mengenal Kania?" tanya viona bingung


"Kania? jadi wanita lain yang kamu maksud Kania Vi? tanya balik Anggita


"iya mah, seperti nya mas frans sangat mencintai wanita itu" ucap viona


"hmmm Vi Vi " Anggita sambil tersenyum dan tertawa


"kenapa ma?"


"Frans tidak lagi mencintai wanita Vi, apa lagi semenjak Frans mengetahui kebusukan wanita itu "


"maksud mama?" tanya viona masih bingung


"ya dulu , Frans memang sangat mencintai Kania, bahkan Frans sudah pernah mengajak Kania menikah meskipun kami tak ada setuju bahkan tak menyukai gadis itu "


"hmmm tapi Alhamdulillah nya kania menolak ajakan frans dengan alasan ingin mengembangkan karir nya di luar negri , awalnya Frans sangat kacau dan tidak bersemangat dengan keputusan Kania namun Vayo asisten sekaligus sahabat nya Frans tak habis ide untuk membuat frans bangkit lagi " sambung Anggita lagi


" jadi mas Frans tidak mencintai kania lagi ma?"


"tidak sayang semenjak Frans mengetahui jika Kania membagi cintanya dengan Robby pesaing bisnis nya Frans , apa lagi mereka sudah seperti suami istri di Amsterdam "


"sekarang kamu sudah tahu semuanya Vi, apa masih ada ketakutan di dalam hati mu sayang untuk memulai hidup yang baru bersama Frans " sambung Anggita


"tapi bagaimana jika Frans tidak mencintai viona mah "


"mama tahu bagaimana Frans , tahu kapan dia mencintai seseorang dan kapan dia tidak menyukai nya lagi, kali ini percaya lah sama mama bahwa dia juga sudah sangat mencintai mu Vi, lihatlah bagaimana dia memperlakukan mu jika seorang laki laki lain mendekati mu , lihat kecemburuan di mata nya jika kau di pandang oleh orang lain, lihat lah ke posesifan nya jika kau begitu cantik jika keluar rumah "


"tapi mas Frans tidak mengatakan apa apa ma"


"buat dia mengungkapkan semua isi hati nya pada mu nak, buat dia merasa jika kau sangat berarti bagi nya "


" dengan cara apa lagi ma"


"Hamil"


"hamil?"

__ADS_1


"iya "


bagaimana ceritanya aku bisa hamil ma, anak mama saja tidak pernah menyentuh ku dengan secara sengaja, apa lagi membuat anak dengan ku gumam viona menepuk jidat nya tidak sadar jika Anggita melihat yang ia lakukan


"kamu kenapa?"


"ngak apa ma heheh"


"mama tahu yang kamu pikirkan, buat dia menyentuh mu , tidak salah bukan menggoda suami sendiri , jika lelaki tidak bergerak duluan , apa salah nya jika perempuan yang mulai bergerak "


"lakukan tugas mu dengan baik sebagai istri , maka ia akan melakukan apa pun untuk mu nak " sambung Anggita


"makasih ya ma, mama sudah sangat baik sama viona , viona bahagia mah karena Vio punya mama mertua kayak mama" ucap viona sambil menggenggam tangan Anggita


"sama sama sayang, kita pulang?"


"boleh mam heheh"


"ingat ya bergerak duluan tidak dosa kok, malahan pahala , buat suami mu mengakui perasaan cinta nya kepada mu Vi " nasihat mama sebelum mereka pergi dari kafe tersebut


Disisi lain ada 4 mata yang dari tadi melihat mereka berdua


"hallo bos "


"...."


"belum ada kesempatan bos, karena target tidak pernah di tinggal dan sekarang kondisi Lace lagi rame"


"baik bos, siap laksana " ucap seseorang tersebut meyngalir panggilan telepon nya.


.


.


.


Apartemen Roy


"sayang ayok kita ke rumah sakit " Roy yang sedari tadi membujuk Wulan untuk periksa ke rumah sakit


"ngak usah mas, magg Wulan hanya kambuh tidak apa apa " jawab Wulan kekeh dari tadi


"tapi sayang..." Roy sambil berjalan ke arah Wulan


"stoppp jangan mendekat karena mas bau , sangat bau" ucap Wulan yang dari tadi tidak mau dekat dekat dengan suami nya


"mas sudah mandi , dan ini wangi parfum"


"parfum mas bau"

__ADS_1


Ting tong bel apartemen berbunyi


"siapa itu yang datang malam malam begini, bentar ya mas buka dulu "


"iya sayang " jawab Wulan


krettttt Roy membuka pintu


"Wanda , ada apa lagi kau datang kemari Wanda dan ..." ucapan Roy terhenti melihat siapa yang ada di belakang Wanda


"ya ini ibu dan adik nya Wulan istri kedua mu mas " jawab Wanda , memang Roy tidak pernah bertemu dengan adik dan ibu nya Wulan namun dia Poto mereka berdua terpampang besar di dalam apartemen


"apa apa an ini Wanda , apa kau sudah gila?"


"ya aku gila karena apa yang kau lakukan pada ku" jawab Wanda tak mau kalah


" kau sungguh pintar membolak balikan kata kata Wanda, kau yang tahu betul kenapa ini terjadi, kemana kau selama ini ha' kenapa baru datang sekarang di saat aku menemukan wanita yang benar-benar mencintai ku dengan tulus " jawab Roy


"mas , siapa ? kenapa ngak di persilahkan masuk " Wulan datang dari dalam


"mbak " panggil Fandi , tentu membuat Wulan shock dan tak menyangka Fandi ada disini


"dek , kamu kenapa disini?"


"kenapa apa kau takut adik dan ibu mu tahu semuanya ha' " timpal Wanda


"aku sudah pernah bilang bukan? jika aku tidak pernah bermain main dengan perkataan ku Wulan pelakor"


"sudah cukup Wanda , hentikan omong kosong mu, dan pergi lah dari sini " ucap Roy marah


"nak " ibuk Rani memperlihatkan wajah nya kepada Wulan yang dari tadi bersembunyi di balik pintu


"ibuu" ucap Wulan lari ingin memeluk ibu nya


"jangan jangan nak, jangan kau peluk dan sentuh aku , kenapa kau melakukan ini Wulan , apa kurang ajaran yang kami berikan pada mu, kenapa kau merampas kebahagiaan wanita lain nak " ucap buk Rani terduduk lemas melihat kenyataan jika anak nya mengambil suami orang lain


"ngak buk, ngak dengarkan penjelasan Wulan dulu Bu, Wulan tidak seburuk yang ibu tuduhkan " ucap Wulan bersimpuh dan menangis


"lalu ini apa nak? apa ini semua ? penjelasan apa lagi Wulan , kau memberi dosa yang berat kepada almarhum ayah mu nak , kenapa Wulan?"


"buk ini bukan salah Wulan , ini salah saya buk , Wulan tidak bersalah"


"iya ini semua salah mu, kau memiliki istri tapi mengapa tetap mau menikahi anak saya " ucap ibu Rani kepada Roy


"ibu malu menyebut mu sebagai anak ibu Wulan, kenapa kau lakukan ini , kenapa?" teriak ibuk Rani


mendengar semua itu Wulan hanya bisa menangis histeris , dan merasa kan kepalanya yang berat , serta mata kunang kunang bughhh Wulan tak sadarkan diri


"Wulan bangun sayang bangun" panggil Roy panik

__ADS_1


"pergi kau dari sini Wanda ,jika sesuatu terjadi pada istri ku, awas kau " ancam Roy kepada Wanda


__ADS_2