Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 56


__ADS_3

Di dalam kamar Frans dan viona


"apa kau selalu sibuk dengan handphone mu?" tanya frans akhirnya karena dari tadi melihat viona sibuk dengan ponselnya


" biasanya ngak sih tuan, tapi karena saya lagi senggang ngak ada yang akan saya lakukan jadi nya , ya balas balas chat mbak mbak "


"mbak mbak ?" Frans bertanya karena bingung


"iya mbak mbak teman nya mbak regina itu Lo tuan, yang tuan ikut arisan 200 juta sama mereka" jawab viona santai


"aku? ikut arisan sama Mak Mak rempong tersebut?" Frans seperti tidak terima


"iya, kan tuan sendiri yang mentransfer dan maksa untuk ikut " jawab jujur viona "lagian mana ada saya uang segitu banyak nya, toh kita impas tuan ikut arisan dengan uang tuan , saya melayani chatting teman teman arisan tuan, oke " sambung viona


"kau benar benar ya , mau saya hajar?"


"ngak mau tuan, maaf "


*emangnya ada yang salah dengan omongan say,a, kan saya bicara dengan sebenarnya benarnya " gumam viona


apa dia sepolos itu? saya melakukan semua ini demi dia, supaya dia bahagia dan nyaman berteman dengan mereka, dan tentunya* untuk menjaga harga diri saya sebagai suami nya , tetapi seperti nya saya salah melakukan semuanya ini, itu buktinya saya malah dapat cemooh darinya pikir Frans melihat viona yang masih sibuk dengan ponsel milik nya


"baiklah jika kau masih sibuk dengan ponsel mu, maka esok saya membatalkan untuk mengunjungi adik adik mu "


Pranggg dengan spontan dan tidak kesengajaan viona melempar ponsel nya ke lantai dan pecah


"ha' ponsel saya hik hik hik pecah " ucap viona sambil menangis


"sudah lah jangan menangis , lagi pula cuma sebuah ponsel, besok akan saya ganti dengan yang baru " bujuk Frans kepada viona


"bukan masalah baru atau lama nya tapi ini hadiah terakhir yang mama kasih untuk ku " sambungan viona dengan berurai air mata


"kenapa kau malah menangis, karena perbuatan mu sendiri bukankah tadi kau yang menghancurkan dan melempar ponsel mu sendiri "


"iya itu saya lakukan karena kaget dengan ancaman mu tuan " jawab viona


"baik lah saya mintak maaf, sekarang bangun lah dan handphone itu akan saya perbaiki "


"perbaiki dimana?"


"di kedai nasi "


"memang bisa kedai nasi perbaiki ponsel , dari kapan?"


"dari saya mengenal orang polos kayak kamu , ya di konter handphone la nagpain di kedai nasi , katanya pintar tapi kok rada rada ya "


"rada rada sinting plus bloon hahahaha " jawab Frans tertawa keras


"kau , awas kau tuan akan ku kejar kau sampai dapat dan akan ku sumbat mulut mu itu dengan tangan ku ini " ucap viona sambil mengajar Frans


"kemana kau akan lari tuan muda dingin " sambung viona

__ADS_1


"ayo sini kejar aku, jika berani ayo ayo " ucap nya melompat ke atas kasur


hupp " dapat kau tuan, akan saya sumpal mulut mu dengan ini" ucap viona sambil menunjukan tinju nya


"oohh kau ingin menonjok mulut ku, ayok ayok kalau berani " jawab frans sambil mendorong viona begitu pun dengan viona yang tak mau kalah , dia memegang pundak Frans supaya tidak terjatuh.


kapal oleng tanpa pegangan dubbrakkkkk Frans dan viona jatuh ke lantai dan cupppp dua benda kenyal itu menyatu sangat lama dan mata mereka saling beradu hingga terdengar suara ketukan pintu


tok tok tok "Frans " mama Anggita membuka pintu kreettttt


"Aaaaaa" mama Anggita berteriak melihat pandangan yang di depan matanya dan dengan spontan Anggita berbalik dan menutup matanya


"kalian merusak mata indah mama, kenapa tidak mengunci pintu sebelum itu sih " sambung mama


Frans viona berdiri dengan malu dan canggung melihat Anggita


"maaf ma tadi viona terjatuh karena di dorong mas Frans " bela viona


"Frans"


"ngak ma, buktinya aja tadi viona yang di bawah berarti dia yang narik Frans " Frans membelah diri


"ngak ngak mah, mana ada vio yang narik narik mas Frans, yang ada mas Frans yang dorong vio , dari pada vio jatuh sendiri lebih baik ajak mas Frans , ngak salah kan ma"


"ngak ngak ko ma, vio bohong dia yang narik dan dorong Frans "


"ngak mah"


"iya mah "


"iyaaaa"


"ngakkk"


"iyaaa"


"stooooooooooppppppp " teriak anggita bingung


"kalian benar benar ya, mau mama cepat stres dan gila? ngak iya ngak iya , ya terserah kalian yang mau narik siapa mau dorong siapa, suami istri pun lebih dari itu juga ngak Masalah malah dapat pahala" ucap mama Anggita kesal dengan anak mantu nya mendengar itu viona dan frans hanya menunduk dan Anggita pergi dari kamar


"gara gara kamu mama marah "


"bukan karena saya, tapi karena anda tuan"


"kamu "


"Anda "


"mulai lagi? mama belum berapa langkah lo dari kamar kalian , udah mulai lagi? "


"ngak ma tadi becanda doang"

__ADS_1


"iya ma becanda kok hehehe iya mah becanda benaran deh " timpal viona nyengir


" teserah deh, ayok temenin mama belanja Vi" ajak mama anggita


"oke mah"


"izin suami mu dulu tuh"


"di izinkan kok ma, kan pergi nya sama mama ngak sama orang lain " jawab viona sendiri tanpa mempertanyakan Frans mendengar itu Anggita hanya geleng-geleng kepala mendengar hal tersebut


"mama tunggu di bawah" ucap mama sambil berlalu


"tuan apa kau mengizinkan ?"


"bukankah kau tadi telah menyimpulkan nya sendiri, sekarang mengapa tanya lagi"


"tadi cuma becanda , kan ada mama jadi kita ngak boleh kaku"


"ya pergilah jangan buat mama ku repot oleh kepolosan mu "


"baik tuan" jawab viona berlari mengejar mama mertua nya


.


.


.


"kabar bagus, cepat ikuti mereka, jangan sia sia kan kesempatan ini, culik dan habisi perempuan itu secepatnya nya " ucap Kania setelah menerima telpon dari seseorang


habis kau perempuan, akan ku pastikan kau dan anak mu akan meratapi kepergian menantu mu yang malang itu gumam Kania sendir dengan licik nya.


.


.


.


"saya tidak bisa menceraikan nya , dan saya harap kamu mengerti dengan keputusan ini Jelika "


"tapi mas aku tidak ingin bercerai dengan mu"


"baiklah kita tidak akan bercerai tapi kau juga tidak punya hak untuk memisahkan ku dengan dirinya"


"apa kelebihan nya dari ku mas" tanya Jelika sendu


"kelebihan?? dia begitu banyak punya kelebihan Jelika, dia hebat sebagai seorang istri, dia menjalankan kewajiban nya dengan sempurna meskipun mungkin dia tak secantik kau tapi hati nya sangat lah cantik" jawab Defran jujur


"maaf jika kata kata ku menyakiti mu, tapi itulah kebenaran nya , untuk apa kita mempertahankan hubungan ini Jelika, hubungan yang sudah terlalu lama hancur , kalau boleh saya tahu kapan kau terakhir kali menyiapkan baju kerja atau pun sarapan untuk ku?"


"kau pasti lupa Jelika, karena aku pun begitu saking sudah terlalu lama nya , status kita suami istri tapi sehari hari kita ? seperti mati jelika"

__ADS_1


"aku ingin berubah mas "


"perubahan mu sudah terlalu lambat dan tak akan mengubah apa pun yang terjadi sekarang " jawab Defran tegas dan membuat hati Jelika hancur


__ADS_2