Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 39 adu mulut


__ADS_3

"tapi saya jauh lebih baik ketika melihat wanita cantik di samping Tante, apa boleh saya berkenalan dengan nya? " ucap Alex melihat viona , dan Frans melihat semua itu , ia mengepal kan tangan nya karena viona juga tersenyum ke arah Alex .


Alex adalah anak dari sahabat Anggita dan hari, ayah dan mama Alex sudah berkenalan baik dengan keluarga Prayoga.


"tentu boleh, kenalan ini Viona menan..."


"waw viona nama yang sangat cantik seperti orang nya " belum selesai Anggita menyelesaikan ucapannya, Alex terlebih dahulu berbicara


"tapi kenapa saya tak asing dengan mata itu, seperti ..."


"ya seperti nya kali ini kau salah tuan muda Alex , karena bagaimana mungkin matanya tak asing bagi mu sedang kan kau pertama kali bertemu dengan nya " timpal Frans di belakang Alex , ia meninggalkan Kania begitu saja karena melihat Alex selalu mencoba menggoda istrinya


"ooohh waw Tuan muda arogan, apa kabar mu hahah" ucap Alex sambil berpelukan dengan Frans


" hentikan panggilan mu itu pada ku tuan mesum " jawab Frans sambil meninju lengan Alex


"au kau menyakiti ku tuan muda"


"kalau tak mau aku sakiti jangan ganggu milik ku " ucap Frans dengan suara oval nya


"milik mu yang mana yang aku ganggu tuan "


" kalian ini dari dulu sama aja " ucap mama Anggita tersenyum melihat kelakuan kocak mereka . Mendengar itu mereka yang ada disana hanya tertawa


"OOO iya saya hampir lupa dengan tujuan saya tadi " timpal Alex sambil melirik viona


"jadi tuan putri saya adalah Alex Ferguson , saya datang dari ibu kota negara ini, awalnya saya ingin bertemu dengan Tuan muda arogan ini untuk membicarakan sesuatu hal, tapi setelah saya sampai disini seperti nya tujuan saya berubah "


"jadi apa tujuan mu kesini tuan muda mesum" ucap Frans Karena sudah muak mendengar ocehan sahabat nya sekalian kolega tersebut


"saya ingin mengenal nya lebih dekat lagi, bisa kah kita berkenalan " ucap Alex sambil mengarahkan tangan nya ke viona untuk berjabatan tangan . Viona akan menyambut jabatan tangan Alex tapi tiba tiba tangan Frans telah menempel sempurna di tangan Alex


"heiii kenapa kau yang menjabat tangan ku tuan arogan" ucap Frans bingung, melihat hal tersebut mama Anggita hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala karena ia tahu anak nya sangat tidak suka dengan tingkah genit Alex kepada istri nya

__ADS_1


kau telah mencintainya Frans gumam Anggita bahagia


viona dia telah mencintai mu sekarang, hanya perlu menunggu waktu untuk dia mengatakan kepada mu jika dia sangat mencintai mu dan tidak mau kehilangan mu Vi gumam Wulan senyum senyum kepada viona


"kenapa mbak senyum kepada ku, apa mbak Sangat bahagia " bisik viona kepada Wulan


"iya vi, mbak sangat bahagia melihat mu yang akan bahagia " ucap Wulan pelan tapi masih terdengar oleh viona


bahagia apa nya mbak? bahkan aku akan di tinggal oleh nya mbak, karena kekasih nya kuntilanak itu telah datang ke kota ini gumam viona dalam hati


"karena tujuan mu salah tuan mesum "


"saya tidak mengerti dengan ucapan mu tuan arogan yang sedingin beruang kutub " timpal Alex senyum


" perempuan yang kau puji puji dari tadi, yang kau bilang tuan putri ini itu lah kesalahan terbesar mu "


"kenapa aku salah? mata ku tak pernah salah viona sosok perempuan yang sempurna baik kecantikan nya , dan seperti nya ia juga sangat baik dan punya kepribadian yang baik "


"tentu tuan Alex , saya bisa pastikan dan menjamin viona adalah wanita yang berhati besar serta memiliki sifat terpuji " ucap Wulan menimpali


"jangan dengarkan mbak Wulan tuan, kata kata nya jangan berlebihan untuk memujiku" jawab viona tersenyum


"wahh suara nya pun lembut dan indah, jadi gimana tuan apa aku masih salah ?" tanya Alex sambil memasukkan tangan ke saku celananya


" ya kau salah dan seperti nya kau perlu aku beri tahu"


"silakan aku akan mendengar "


"wanita yang kau puji dari tadi bukan lah tuan putri memainkan nyonya Prayoga, dia adalah istri tuan muda Frans Prayoga Aditya , apa penjelasan ku cukup jelas tuan mesum?" Frans menekan kata kata nya, mendengar semua ucapan Frans , Alex seperti itu percaya dan melihat kepada anggita untuk mendapatkan penjelasan


"iya Alex, bukankah kau sudah mengetahui bahwa Frans sudah menikah?" tanya Anggita


"iyaaa tentu saya sudah mengetahuinya, tapi pikir saya Frans menikah dengan model itu , si Kania " jawab Frans menunjuk Kania yang lagi melihat ke arah viona dengan bengis

__ADS_1


"Viona istri ku dan tarik kembali kata kata mu yang seperti nya merayu istri ku "


"merayu ? ohh tidak saya tida merayu, saya berkata jujur meskipun aku sudah tahu dia istri mu aku tetap bilang, dia wanita tercantik yang pernah aku lihat " jawab Alex tersenyum


"Anda berlebihan tuan, saya tidak secantik yang anda bilang, kebetulan saja pakaian yang saya pakai adalah gaun terbaik yang di pilih kan mama untuk saya"


"no no bukan gaun yang membuat mu lebih cantik, tapi tampak lebih cantik karena kau kenakan"


"sayang , Ayo temanin saya menyapa tamu yang di sana " ucap Frans menarik tangan viona


akan ku pasti kan ,aku akan kembali merebut mu Frans dari wanita gembel tersebut , entah dari mana ia berasal gumam Kania


"kau butuh bantuan ku ? untuk merebut kembali dia " tetiba jelika berbisik di telinga Kania


"aku tidak butuh bantuan mu " ucap nya berlalu ke arah Anggita untuk menyapa


"halo Tante , apa kabar " basa basi Kania ke pada Anggita


"saya baik dan sangat bahagia tentunya " jawab Anggita ketus


"saya melihat itu dari wajah Tante, hmmm Tante besok ada waktu ngak besok, kita lunch bareng yok tant" ucap Kania seperti mengamati hati Anggita


"maaf saya tidak punya waktu untuk orang yang asing bagi saya, lagi pula esok saya sangat sibuk bersama menantu saya " jawab Anggita melihat Kania sinis


orang asing? dia mengatakan ku orang asing , kurang ajar ne nenek lampir gumam Kania


mau apa dia? apa mau mengambil hati ku? hmmm apa dia benar benar tidak mengetahui bahwa aku bahkan Frans telah tahu tentang dia , wanita murahan gumam Anggita


"apa Tante menganggap ku orang asing?"


" mmmm orang yang tidak ada hubungan nys dengan saya, bukan kolega apa lagi rekan kerja, saudara juga bukan tentu saya menganggap itu orang asing , lagi pula mohon maaf saya tidak begitu mengenal kamu nona " jawab Anggita melihat Kania


"pergi lah dari sini, dan jangan pernah ganggu kehidupan anak saya dan istri nya, kalau tidak kau akan tahu sendiri akibat nya " ucap Anggita melihat kania dengan sinis

__ADS_1


"ayo Wulan kita kesana, saya akan memperkenalkan kamu dengan ayah mertua saya " ucap Anggita membawa Wulan pergi meninggalkan Kania yang lagi di bakar emosi


__ADS_2