
Pagi telah datang menghampiri , karena tidur terlalu larut Viona sedikit terlambat bangun tidur . Viona perlahan membuka matanya dan melihat langit langit ia tertidur .
" bukanya tadi aku lagi menunggu tuan singa itu? kenapa sekarang ada di kamar? apa aku mengigau hingga berjalan ke kamar ini?, ngak ngak aku ngak ngigau " ucap viona pelan tanpa mengetahui ada tuan singa yang ia maksud ada di samping nya dan sekarang tuan singa itu seperti ingin mencekam viona
"dimana handphone ku? " viona melirik di atas nakas " aku harus menghubungi tuan Frans, kenapa dia ngak ada mengabari ku " ucap viona sambil mencari di dalam laci
"mungkin yang kau cari ada di tangan tuan singa " ucap frans kepada viona
" berikan lah ponsel ku tuan singa" ucap Viona spontan dan melihat ke arah Frans
"tuan singa " oups viona menutup mulut nya karena kecoplosan
"kau mengagetkan ku tuan , kau sudah pulang?"
"tuan yang mana yang membuat mu kaget? tuan singa kah?" ucap Frans melihat viona tajam
"hehehe aku cuma bercanda tuan, maaf " jawab viona cengengesan karena takut Frans marah
"OOO begini cara mu becanda? sampai sampai nama saya di ponsel mu ini *tuan singa dingin" " Frans memperlihatkan nama nya di handphone viona
"memang nya aku kedinginan? jika aku tuan singa berarti kau nyonya singa " ucap Frans memberikan ponsel viona ke tangan nya .
Frans pergi turun dari ranjang dengan wajah marah dan kesal ia menuju balkon kamar. melihat ekspresi Frans yang dingin , viona sedikit merasa bersalah
"apa kau marah sungguhan kali ini dengan ku tuan?" tanya viona namun tak di respon oleh Frans
Viona beranjak dari ranjang dan mendekati Frans karena ia begitu merasa bersalah.
aku lupa apa yang di bilang almarhum ayah, panggilan lah seseorang dengan namanya karena ibu bapak nya menyembelih kambing atas nama tersebut ucap viona menepuk jidat
"dia benar benar marah pada ku" ucap nya makin mendekati Frans berdiri
"tuan aku tahu , aku yang bersalah karena mengganti nama mu dengan tuan singa, maafkan aku ya,. jangan marah lagi dong" Frans tetap diam dalam kebisuan
"marah lah pada ku tapi jangan diamkan aku tuan" ucap viona memegang lengan Frans
emang enak kenak kerjain hihihi kita lihat sampai mana perjuangan mu untuk membujuk ku gumam Frans yang ternyata hanya mengerjai viona
"jadi kau benar benar ngak mau bicara dengan ku lagi tuan" hening Frans tetap diam dengan seribu bahasa
hik hiks hiks viona menangis dan terduduk di lantai "maafkan aku tuan, aku bersalah " ucap viona menangis cegukan . Melihat itu Frans jadi serba salah
"hei kenapa kau yang menangis, bukankah kau pelaku nya , lalu kenapa kau yang malah seperti korban " ucap Frans sedikit kwatir melihat istri nya menangis karena merasa bersalah
hiuaaaaa huuuaaaaa bukanya berhenti viona malah makin menangis kencang
seperti nya tak ada cara lain untuk membujuk nya, terimakasih air mata kau membantuku gumam viona tertawa dalam hati
" sudah sudah jangan nangis, tadi aku cuma bercanda dan ngak bermaksud marah kepada mu " ucap frans mendiam kan viona
__ADS_1
"jadi kau hanya mengerjai ku tuan?" ucap viona mencibir
"iya , jadi berhentilah menangis " ucap Frans menghapus air mata viona
"berarti sama aku juga pura pura nangis " ucap viona tertawa
"apa jadi kau juga mengerjai ku? jadi ini air mata palsu " tanya Frans kesal
"hahha iya sama seperti kau marah palsu"
"kau awas ya " Surya menggelitik viona sampai viona berteriak
"aaaa hahahha ampunn , ngak mau lagi hahahah " ucap viona
" mintak maaf lah dengan baik , jika aku ingin berhenti menggelitik mu " ucap Frans semakin menggelitik viona
"hahahha no no ampun tuan " ucap viona tertidur di atas lantai karena Frans terus menggelitik nya.
"tuan itu apa " ucap viona menunjuk langit mengalihkan perhatian Frans , viona tidak menyia-nyiakan kesempatan itu , yang langsung menggelitik Frans
"hahahha kau mengerjai ku lagi ha' " ucap Frans juga membalas viona hingga keduanya tertidur di lantai balkon . Karena kelelahan mereka berhenti saling menggelitik .
"kenapa kau semalam tidur di dekat jendela? jika pelayan melihat gimana?" ucap Frans kepada viona
"hmmm ?" jawab viona bingung
"pelayan laki laki yang ku maksud "
"bagaimana caranya aku mengabari mu , ponsel ku mati dan semalam hujan lebat dan banjir di jalan raya "
"hmmmm "
"apa kau begitu merindukan ku ha' " tanya Frans
" tidak hanya saja aku ya, sedikit mengingat mu " jawab viona mengelak
" apa aku boleh bertanya sesuatu?"
" tentu "
"apa kau pernah berhubungan seperti pacaran atau teman dekat dengan seseorang di kampung mu dulu?" tanya Frans
"apa tidak cukup jawaban ku saat kita Vidio call?" tanya balik viona
"aku bahkan tidak cukup waktu untuk hidup ku, untuk merawat adik adik ku, bagaimana ceritanya aku ada waktu untuk hal hal seperti itu " jawab viona jujur
kau berbohong viona , kenapa kau tidak jujur jika ada lelaki lain yang sedang menunggu mu dan kalian sudah mengikat janji gumam Frans di dalam hati
"baiklah bersiap lah, hari ini kita akan jalan jalan" ajak Frans kepada viona
__ADS_1
" jalan jalan kemana tuan" tanya viona
"bersiaplah , maka kau akan tahu "
"oke saya mandi dulu" ucap Viona meninggal frans.
.
.
.
"apa?"
"hamil?" ucap Wanda berbicara dengan seseorang
"dan anak saya sekarang berada di rumah perempuan itu"
"iya , Roy yang bilang sendiri kepada Viko suami saya" ucap Regina yang kebetulan juga sahabat dari Wanda dari masa sekolah hingga sekarang
"saya sudah pernah mengingatkan kau Wanda, apa yang kau cari lagi, semuanya sudah kau dapat kan dari Roy?kau sudah terkenal dan ternama di negara ini Wanda "
"aku tahu obsesi mu menjadi wanita karir yang sukses , yang ternama di idolakan banyak orang, memiliki keluarga harmonis di mata orang lain? tapi sekarang kau menghancurkan keluarga mu sendiri Wanda , sudah bertahun-tahun kau seperti tidak memperdulikan suami mu Roy, jadi bukan salah nya jika ia mencari kebahagiaan lain " ucap regina menasihati Wanda
"sudahlah, kau sama saja dengan yang lain" ucap Wanda meninggal kan regina
"Wanda Wanda entah sampai kapan kau seperti ini , kau akan menyesal jika mereka semua sudah meninggal kan mu Wanda, dan hanya keluarga tempat kembali" ucap Regina berbicara sendiri
.
.
.
Frans sudah melaju kan mobil nya ke suatu tempat yang tak di ketahui oleh viona.
"kita kemana tuan?"
"ke tempat wanita suka"
"hmmm tempat apa?" tanya viona penasaran
"tempat apa yang kau suka?"
"kak Dion?"
"apa " ucap frans menginjak rem mendadak ..ciiittttttttt
"kau berani menyebut nama lelaki lain di samping ku? dan kau menyukai nya? kau wanita pembohong viona pembohong"
__ADS_1
"kau bicara apa tuan, aku tidak mengerti, itu Kak Dion Kaka kelas ku, lagi apa dia disana ?" tanya viona turun dari mobil
"kau berani mendekati nya , di depan mata ku " ucap Frans juga turun dengan amarah dan emosi dari mobil nya..