Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 38 Cemburu


__ADS_3

"hallo selamat malam semuanya, terimakasih saya ucapkan kepada semua rekan rekan yang telah menyempatkan hadir di acara spesial bagi keluarga kami ini " ucap kakek Handoko di atas panggung yang sudah di persiapkan


" terutama buat saya , acara ini sangat spesial bukankah begitu sayang " bisik jelika kepada Ervan


"tentu ma, tapi kapan ma? apa masih lama "


"sebentar lagi kau akan menyaksikan , tunggu saja, tapi dimana orang yang tadi saya suruh " ucap nya pelan tapi masih terdengar oleh Ervan


"Perkenalkan cucu menantu saya, istri nya tuan muda Frans Prayoga Aditya , Viona Larasati Prayoga " ucap kakek menunjuk viona


Seketika foto foto viona saat akan menikah dengan Frans terpampang di layar yang cukup besar, tidak hanya foto viona seorang tapi juga fotonya bersama dengan Frans pun ada di layar tersebut.


"ma, kenapa malah foto foto mereka yang muncul , katanya bukti kalau dia anak seorang wanita malam " ucap Ervan bingung


"mama pun juga bingung Ervan, bukan ini file yang mama kasih ke seseorang tadi, mana orang tersebut " ucap jelika celingak-celinguk mencari orang yang di maksud


"hmmm gagal mah "


"jika pun sekarang gagal, mama juga tidak akan tinggal diam , jika tidak saat ini baik lah kita akan menonton file yang mama maksud di kediaman utama Prayoga " ucap jelika sinis


"tapi saat ini mama harus mencari seseorang dulu , seperti nya mama di kerjain , beraninya bermain main dengan jelika, awas kau ya " ucap jelika pergi mencari orang yang di maksud


Jelika pergi hingga suatu ruangan cctv dan pemutaran file atau pun musik , tapi dia kaget ketika di masuk sudah menemui Anggita di sana


"ada keperluan apa kau kemari jelika" tanya Anggita senyum manis dengan maksud tertentu


"saya hanya tersesat "


" seorang jelika mana mungkin tersesat di gedung milik keluarga Prayoga" sinis Anggita


"baiklah saya harus pergi dari sini " jelika memutar badan nya


"tunggu, kau meninggalkan sesuatu " ucap Anggita


"tidak saya tidak meninggalkan sesuatu"


"saya rasa umur mu jauh lebih muda dari saya, tapi kenapa tingkat kepikunan jauh lebih tinggi dari saya ya "


"kau meninggal file mu " ucap Anggita menyerahkan kaset CD ke tangan jelika , tentu jelika kaget karena Anggita mengetahui nya


sial dari mana nenek lampir ini mengetahui rencana saya, pantas saja rencana saya gagal rupanya sudah di ketahui gumam jelika dalam hati


"syukurlah ternyata kakak ipar ku ini sudah mengetahui asal usul menantu mu itu, karena aku yakin kau pasti sudah melihat apa isi file tersebut " jawab jelika angkuh


"apa kau sedih menyesal atau takut jika ayah mengetahui siapa menantu mu itu ?" sambung nya


"hahaha pergilah dari sini secepatnya jika kau tidak ingin kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam sttus mu "


"apa maksudmu?"


"hahah kau terlalu pandai dan lancang untuk ikut campur urusan orang lain ,hingga kau lupa bahwa kau juga punya urusan yang lebih penting dari pada mengurusi keluarga kecil ku, urusi dulu keluarga kecil mu sebelum mengurusi kami "


"apa maksud dari bicara mu? aku tahu kau mencari kata kata untuk menutupi rasa takut mu jika ayah mengetahui nya "

__ADS_1


"hahaha kau sangat polos atau bodoh sih jelika? kau saja hanya seorang menantu dari Handoko dengan gampang nya mendapatkan informasi mengenai menantu ku ?, apa lagi dengan ayah , apa otak mu tidak berfungsi? apa kau tidak pernah berpikir saat Frans memberi tahu akan menikah kepada kakek nya, apa menurutmu ayah akan diam atau tersenyum saja menerima berita tersebut jelika?"


"asal kau tahu , saya lebih dulu tahu siapa viona sebenarnya , informasi yang kau pegang itu sudah basi, sekarang pergi lah " ucap Anggita dengan tenang


mendengar hal itu jelika pergi dengan emosi dan amarah yang memuncak


*sial ternyata Anggita sudah mengetahui semua nya tentang viona, apa ayah juga sudah mengetahui tentang viona


ahhhh sial sial kenapa aku tidak berfikir jika aku mempunyai orang orang untuk ku suruh, tentu mereka punya lebih dari ku* gumam jelika marah


Sedangkan Anggita sedang memegang pelipis nya yang tak sakit


"jika ayah mengetahui asal usul viona, apa ia bisa menerima semuanya, kali ini aku mungkin bisa meyakinkan jelika dengan kata kata ku bahwa ayah juga sudah mengetahui semuanya, tapi cepat atau lambat ayah akan mengetahui nya juga, ahhh Frans kenapa kau memberi mama mu ini bom waktu yang sewaktu waktu akan meledak " gumam Anggita pada dirinya sendiri


Sedang di pesta sedang berlangsung, Viona tak canggung menemui dan bersalaman dengan para tamu karena memang mertua nya telah mengajari nya banyak hal, karena viona yang merupakan wanita yang termasuk cerdas maka ia dengan cepat mencerna dan mempelajari apa apa saja yang di ucapkan oleh mama mertua nya


"Hay Frans " ucap Kania memegang pundak Frans , Frans sedikit terkejut karena tidak menyangka Kania juga hadir di pesta malam ini


Kania dia disini, yah harus nya saya sudah tahu ia pasti akan datang karena link nya lumayan banyak untuk bisa hadir di acara malam ini gumam Frans


"hallo kania, apa kabar mu " jawab Frans santai


"yahh aku baik, aku merindukan mu " ucap Kania spontan memeluk Frans yang berada di samping viona


kau suami ku, tapi kau malah berpelukan di depan ku ucap viona sedih


kenapa aku? kenapa aku harus cemburu sadar lah vio ucap nya kemudian


"apa kau tidak merindukan ku Frans hmm " ucap nya dengan tangan mengalungi leher nya


"maaf Kania, tolong jaga sikap mu , semua orang melihat ke arah kita "


"maaf ini karena aku terlalu merindukan mu " ucap kania tersenyum


"b.t.w dia..."


"iya kau pasti sudah mengetahui nya bukan? dia istri ku viona "


"sayang kenalin ini Kania " ucap Frans merangkul viona


"Viona " ucap viona tersenyum


"Kania kekasih nya Frans " ucap nya sambil bersalaman dengan Kania


"mantan kekasih lebih tepat nya " ucap Frans memperjelas


" mas aku kesana dulu ya, seperti nya itu mbak Wulan (viona melihat ke arah pintu masuk) , kau mengobrol lah terlebih dulu, mungkin banyak hal yang ingin kalian bicarakan aku tidak mau mengganggu "


"terimakasih atas pengertiannya " jawab Kania tersenyum


"tentu " jawab viona melangkah


"sayang jangan pergi disini saja " ucap Frans memegang tangan viona , melihat itu Kania sangat marah dan cemburu tapi ia berusaha mengontrol emosi nya

__ADS_1


"tidak apa apa mas, mas mengobrol lah dengan mbak Kania ini, aku ngak mau menganggu pembicaraan kalian " ucap viona yang sebenarnya sangat sedih dan cemburu tapi ia mengingat kata kata saat Frans menelfon tempo hari yang bilang ia sangat mencintai Kania


"mbak Wulan " ucap viona sambil pergi ke arah Wulan , ia lantas memeluk Wulan dengan kesedihan yang tak bisa ia sembunyikan


"hey kamu kenapa " ucap Wulan berbisik, tapi viona hanya diam dan hanya memeluk Wulan


"aku hanya Merindukan mbak wulan "


"aku tahu kenapa dia bersedih, tenyata gadis ular itu sudah di kota ini, dia Kania gadis yang pernah menolak ajakan frans untuk menikah" ucap Roy kepada Wulan tentu dengan nada yang pelan


"mas akan kesana, kalian berdua silakan mengobrol terlebih dahulu " ucap Roy ke arah Frans


"sayang , ini siapa?" tanya Anggita yang tetiba datang dekat viona dan Wulan


"mama ini mbak Wulan mah, mbak Wulan ini mama mertua vio " ucap viona mengenal kan Wulan dengan mama Anggita


"ooke, Anggita "


"wulan nyonya "


"ahh tidak usah memanggil nyonya, karena kamu seperti dekat dengan menantu saya , panggil saya dengan sebutan Tante saja " ucap Anggita


"baik Tante " hehehe Wulan tertawa


"Wulan udah kenal lama dengan viona " tanya Anggita


"hmmm ngak terlalu lama kok mah"


"kebetulan saya adalah teman kerja nya almarhum mama nya viona Tante " jawab Wulan


temen kerja mama nya viona? berarti Wulan ini adalah ...gumam Anggita


"OOO jadi tadi Wulan sama siapa kesini?" tanya mama anggita


"saya datang bersama pak Roy Tante, saya sekretaris beliau " ucap Wulan, dan vio langsung mengerti dengan arah ucapan Wulan ,yang tak ingin orang lain tahu bahwa ia adalah istri nya om roy


"OOO nak Roy, ckckckc Roy menang tak pernah berubah, dia sangat suka sekertaris yang cantik seperti kamu " ucap Anggita


"tapi sebenarnya dia sangat kasihan , hmmm Wanda selalu menomor dua kan dia dan anak anak nya "


"siapa itu Wanda mah ?" tanya viona penasaran ,tapi tidak dengan Wulan


"istri nya nak Roy sayang, terakhir kali mama ketemu dia di Amsterdam mengurus cabang perusahaan nya disana, hmmm sayang memang " jawab Anggita


"selamat malam nyonya Anggita " sapa seorang dari belakang


"wahhhhh mimpi apa saya kedatangan tamu jauh ini " jawab Anggita melihat siapa yang datang


"apa kabar nak Alex, bagaimana kabar mama dan papa mu "


"saya baik Tante, mama papa pun baik "


"tapi saya jauh lebih baik ketika melihat wanita cantik di samping Tante, apa boleh saya berkenalan dengan nya? " ucap Alex melihat viona , dan Frans melihat semua itu , ia mengempal kan tangan nya karena viona juga tersenyum ke arah Alex .

__ADS_1


__ADS_2