
" Frans , bisa kamu jelaskan ada apa dengan semua ini ?" tanya pak Handi ayah nya Frans
"semua yang papa ketahui dari mama itulah kenyataannya pah " jawab Frans karena ia yakin mama nya sudah memberi tahu semuanya penyelidikan nya terhadap viona
belum semuanya yang mama kasih tahu ke papa mu Frans, masalah pernikahan mu cukup mama yang tahu saat ini gumam Anggita dalam hati
"Viona perempuan baik baik mah, aku mencintai nya semenjak pertama kali melihat nya, dia tak ada hubungannya dengan perkejaan ibu nya , saya menjamin itu " ucap Frans
"papa tahu kamu tidak akan salah mengambil keputusan yang besar ini "
"tapi yang masalah nya sekarang bagaimana jika ayah tahu pah " jawab Anggita
"ayah adalah orang yang bijaksana kamu tidak perlu kwatir " jawab handi
"pah ma seperti aku dan viona akan pindah ke apartemen untuk waktu yang tidak di tentukan "
"tapi Frans " timpal Anggita
"sudah lah ma, Frans sudah menikah biarkan dia mengambil keputusan lagi pula dengan tinggal berdua akan membuat mereka lebih mandiri" jawab Handi
Singkat cerita akhirnya mereka pindah ke apartemen meskipun awal nya Anggita keberatan tapi karena bujuk rayu Frans dan Handi suami nya , dengan terpaksa anggita mengizinkan .
"kau mau kemana?"
"mau ke kamar ku tuan, apa tuan memerlukan sesuatu?"
"kamar itu rusak tak bisa di pakai " jawab Frans
kalau ngak bisa di pakai, aku harus tidur dimana? apa aku harus sekamar lagi dengan nya? gumam viona
"kau kenapa?" sambung Frans
"kalau boleh tahu, yang rusak nya apa tuan? "
"kau tak boleh tahu, bukan urusan mu"
aneh , lagi pula apa nya yang rusak sih , ahhh aku bingung dengan sikap nya gumam viona
"pergi lah ke kamar ku, aku terpaksa membagi kamar ku dengan mu " jawab Frans tanpa melihat viona
"baiklah tuan, terimakasih " jawab viona melangkah masuk kamar Frans
aku harus mengunci kamar yang satu lagi, sebelum ketahuan kalau aku berbohong , lagi pula suami istri satu kamar bukan dua kamar ,kamu sudah benar Frans gumam Frans
Frans meninggal kan viona di apartemen sendirian untuk mengurus pekerjaan nya dengan alex .
.
.
.
di kediaman utama Prayoga
"berhubung semua nya ada disini , saya ingin memberi tahu satu hal yang penting mengenai wanita yang di nikahi Frans " ucap Jelika lantang
"kau mau bicara apa lagi jelika" jawab Defran suami nya
"kau akan terkejut mendengar kebenaran yang akan ku sampai kan mas " jawab jelika
"sudah lah Jelika, saya sudah mengetahui semuanya yang ingin kau sampaikan pada ku" jawab Handoko membuat semua orang yang ada disana terkejut
__ADS_1
"jadi ayah sudah mengetahui jika viona adalah anak dari ..."
"ya aku mendengar semuanya , ini rumah ku tentu aku mengetahui semuanya yang terjadi disini " jawab Handoko sambil membaca koran
"jika ayah tahu kenapa ayah tetap diam? apa ayah tidak malu atas perbuatan cucu ayah ?"
"apa ada yang salah dengan Frans menikahi viona? karena hanya dia anak wanita malam, lagi pula ibu nya juga sudah tiada, apa lagi yang kau permasalahkan "
"kata kata mu memang tidak bisa di pegang ayah, kau selalu bilang ke mereka jika harus menikahi wanita yang baik baik, bukankah itu alasan mu tidak merestui hubungan Frans dan Kania dahulu, karena kau merasa dia bukan wanita baik baik , dan sekarang viona jelas jelas bukan keturunan baik baik tapi kau malah merestui nya , mengapa kau tidak komitmen ayah ? "
"jaga sikap mu bicara dengan ayah, apa kau tidak punya etika beraninya kau bicara seperti itu kepada ayah " jawab Handi merasa kesal
"Tahu apa kau dengan keturunan seseorang Jelika, aku tahu pasti bagaimana Viona , dan mengenai model tersebut , aku tidak hanya asal bicara, karena aku tahu seperti apa wanita itu "
"tapi ayah .."
"sudahlah Jelika, hentikan semua ini kenapa kau terlalu sibuk mengurus yang bukan urusan mu, sekarang kemasi barang barang mu kita akan pindah sekarang juga dari sini "
"tidak aku tidak akan pernah pindah dari rumah ini "
"kalau kau tidak mau pindah dari sini , kenapa kau selalu membuat ulah dan masalah " ucap Defran yang membuat Jelika terdiam
"ayah , mas handi aku akan pindah ke rumah ku "
"ini juga rumah mu " jawab Handi
"kenapa kau harus pindah " sambung nya
"aku harus pindah mas, kalau tidak wanita ini akan selalu mencari jalan untuk membuat keributan di rumah ini , aku sudah bosan Melihat tingkah laku nya " jawab Defran
"sudah ku katakan , aku tidak akan pindah "
"keputusan nya sudah bulat, tidak lah bagus jika suami dan istri tinggal di rumah yang berbeda "
"aku tahu ayah mengusir ku " ucap jelika pergi
"entah sampai kapan ia akan berubah, kalau tidak karena wasiat ayah nya untuk selalu menjaga nya , sudah ku setujui Defran menceraikan nya " ucap Handoko, almarhum ayah Jelika adalah sahabat karib Handoko semenjak masih kecil , itulah yang membuat Handoko tetap melarang anak nya untuk bercerai
.
.
.
Apartemen, Viona sedang sibuk membersihkan semua ruangan tiba tiba ponsel nya berbunyi .
"hmmm nomor baru , siapa ya , apa mungkin dari sekolah Riko dan Reno " ucap viona bersemangat menjawab panggilan masuk
"halo assalamualaikum "
persiapan dirimu , setelah magrib kau akan di jemput Vayo
"ha' tuan apa kah kau?"
siapa lagi kalau bukan aku, istri macam apa kau nomor ponsel suami pun kau tak tahu
" maaf tuan, tapi apa pernah tuan memberi ku nomor ponsel ku ?" tanya viona
apa kau juga pernah memberi ku no ponsel mu jawab Frans di seberang sana
"tidak , apa kau mencuri nomor ponsel ku "
__ADS_1
jaga bicara mu , cepat bersiap jangan sampai terlambat karena ini makan malam penting bersama klien ku ingat itu
"iya tapi .." Tut tut Tut Frans mematikan panggilan nya
"memang tidak sopan "
Ting bunyi pesan masuk ke handphone viona
✉️ "berpakaian yang rapi ingat tidak boleh terbuka , awas saja jika kau memakai pakaian yang terbuka akan ku beri kau pelajaran " pesan dari Frans
✉️ " baiklah tuan muda tampan " jawab viona tanpa sadar ia menulis kalimat tampan
"yahh kenapa ada tulisan tampan, yah terkirim , hapus pesan nya deh sebelum dia membacanya " ucap viona menarik pesan dari aplikasi hijau tersebut
✉️" percuma kau hapus, sudah ku baca, tidak perlu malu aku memang tampan " pesan masuk dari Frans
"lebih baik tidak aku balas saja, aahh malu nya aku , ya ampun kenapa kebablasan mengetik itu " ucap viona memukul kepala nya
.
.
.
Di kantor Frans senyum senyum sendiri sambil melihat layar ponsel nya
"maaf bos apa kau sudah gila ?" tanya vayo namun Frans terlalu sibuk dengan ponselnya hingga tak mendengar ucapan vayo
seperti nya aku tidak perlu melakukan apa apa lagi, untuk membuat nya jatuh cinta kepada viona, tohh dia udah kasmaran duluan gumam Vayo sang asisten
"selamat datang nyonya Viona " ucap vayo dengan suara keras mengejutkan Frans
"viona ?" ucap Frans melihat ke arah Vayo
" kau mengerjai ku ?"
"hmmm aku? tidak?"
"bukan kah kau tadi menyebut nama viona?"
"aku ? kapan ? lagi pula untuk apa aku menyebut nama istri bos ku "
apa aku berhayal ya , masak iya gumam Frans
"apa kau selalu memikirkan dirinya?" sabar bentar lagi bos akan bertemu dengan nya " jawab Vayo meledek Frans
"kau meledek ku?"
"mana berani saya meledek seorang tuan muda " jawaban Vayo
"kau benar-benar ya, sekarang jemputlah dia, dan ingat jangan banyak bicara dengan nya, kau dilarang tersenyum pada nya, jika kau melanggar akan ku potong gaji mu "
"aduhh jangan dong bos, aku tidak akan bicara dengan nya , sekarang aku akan menjemput nya " jawab Vayo ketakutan karena Frans tidak pernah main main dengan omongan nya
aku tak sabar bertemu dan melihat mu? aku penasaran kau memakai gaun warna apa kali ini, awas saja jika ada yang tergoda dengan mu, akan ku beri pelajaran gumam Frans sendiri sambil tersenyum bahagia membayangkan viona ..
Terimakasih telah mampir di novel author yang masih banyak kurang nya..
jangan lupa like vote nya ya semuanya 🥰🥰
sambil menunggu up selanjutnya, silahkan baca novel pertama author yang berjudul "aku di madu saat hamil anak ke tiga"🥰🥰
__ADS_1