Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
bab 44


__ADS_3

Sesampainya di Apertemen Viona masih lelap dengan tidur nya, akhir nya viona juga di gendong bak pengantin baru oleh Frans sampai ke kamar.


"ternyata kau berat juga " ucap Frans sambil menidurkan viona di atas ranjang


"bagaimana ia akan tidur dengan pakaian seperti ini " sambung nya berfikir sejenak " apa harus aku yang mengganti pakaiannya," sambung nya kemudian, memang tidak ada orang selain mereka berdua disana karena Frans hanya memanggil orang sekali seminggu untuk membersihkan apertem nya .


"dengan terpaksa dan senang hati aku yang harus mengganti pakaian nya " Frans masih bergumam sendiri


Awal nya dia melepas sepatu yang di pakai Viona, lalu dengan ragu ragu dia mulai menyentuh pakaian Viona .


"apa aku kuat melakukan nya? aku takut khilaf" ucap nya kemudian "apa aku bangunkan dia saja, tapi kasihan seperti nya dia kelelahan " sambung Frans kemudian


Dengan sedikit gemetaran Frans mulai menarik pelan pelan gaun maroon tersebut ke bawah, Viona bergerak seperti mau bangun tapi nihil dia malah tidur nyenyak kembali.


Frans kembali dengan aksinya , dia menarik dengan pelan dan lembut hingga nyampai di kedua gunung yang begitu indah gaun tersebut agak sulit untuk di tarik karena sedikit nyangkut


"ahh apa ini harus terjadi " ucap Frans sambil memejamkan mata .


stretttt akhirnya gaun tersebut lolos dari dua gunung milik viona yang di balut dengan kain merah ,tentu terlihat sempurna oleh Frans . Tentu hal tersebut menggoda iman Frans , terlihat sempurna ia menelan air liur nya .


"aku ngak bisa , tapi jika aku membangun kan nya , apa yang ia pikir kan jika melihat apa yang terjadi pada dirinya sekarang, pasti dia akan berpikir yang aneh aneh " ucap Frans sendiri .


Frans menutupi badan viona dengan selimut , tentu dengan begitu ia tak melihat tubuh nya viona, tangan Frans terus menarik dengan hati hati hingga perjuangan nya selesai ketika gaun tersebut tertarik sempurna dari tubuh viona , namun karena ketidak hati hati an frans, selimut yang menutupi tubuh viona juga tertarik saat dia menarik gaun di dekat kaki viona.


mata Frans bulat sempurna melihat pemandangan di depan mata nya, tentu sangat menggoda ketika istri nya hanya di tutupi oleh penutup gunung dan penutup lembah . Tanpa sadar Frans berjalan ke arah viona , dan melihat viona dengan jelas dari ujung rambut hingga kaki.


"**** , cantik, sempurna " tiga kata itu lolos begitu saja dari mulut Frans . Ia ingin melakukan sesuatu yang hasrat nya inginkan tapi otak dan hati nya cepat sadar dan di bawah kendali nya, Frans tidak mau mengambil hak nya dengan paksa lagi pula hubungan mereka belum ada kejelasan.


Dengan cepat Frans mengambil piyama dan segera menutupi tubuh istrinya.


Hampir shubuh, Viona terbangun dia merasa sesak dan berat di dada dan paha nya. Setelah membuka mata ia baru mengingat sesuatu


"bukankah semalam saya di pantai, kenapa sekarang berada di kamar ini " viona melihat ke samping , sedikit kaget karena Frans memeluk nya dengan erat "pantas saja aku sesak dan keberatan ternyata kaki dan tangan nya berada di tubuh ku " ucap nya dalam hati

__ADS_1


Dengan pelan pelan viona menyingkirkan tangan beserta kaki Frans dari badan nya. lambat lambat viona turun dari ranjang untuk melaksanakan kewajibannya nya pada Tuhan nya setelah itu ia akan menyiapkan sarapan untuk Frans.


Setelah berdiri ia baru sadar " kenapa aku sekarang memakai piyama ini? apa dia yang mengganti pakai an ku? " viona ternganga " dia Melihat tubuh ku dengan sempurna" sambung nya kemudian


belum hilang shock di hati viona , ia malah di kejutkan dengan suara serak dari tuna muda "kau jangan kwatir, bukan aku yang mengganti pakaian mu, tadi aku meminta tolong pada karyawan perempuan apartemen ini, aku tidak tertarik melihat tubuh mu " jawab Frans namun ia masih menutup mata mu


Mendengar itu viona lega dan sempurna "apa kau sudah bangun " tanya viona "tetapi kenapa mata mu masih tertutup ?" sambung nya kemudian


"aku seorang CEO, seorang tuan muda meskipun aku terlihat tertidur , aku tahu semua kejadian di sekeliling ku, sekarang pergi lah dari sini " jawab Frans tanpa membuka matanya .


tuan yang aneh gumam viona sambil keluar dari kamar.


kenapa bayangan tadi malam masih ada di depan mata ku dan tidak mau hilang ya pikir Frans kemudian


Viona dengan telaten berkutat di dapur tentu untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suami nya.


"masakan mu wangi juga ya , seperti nya enak " jawab Frans keluar sudah rapi


"enak " ucap Frans setelah memasuki satu sendok nasi


tit tut bel berbunyi "siapa itu pagi pagi sudah bertamu" timpal frans kesal


"sebentar saya lihat dulu " jawab viona sambil melangkah


"siapa ?" teriak Frans dari meja makan


"selamat pagi tuan " suara dari belakang Frans


"Alex , kau kenapa pagi pagi sudah datang kesini tak bisa kah kau menunggu ku di kantor" seperti nya Frans tidak menyukai kedatangan Alex


"aku kesini untuk sarapan " jawab Alex tersenyum "apa aku boleh sarapan disini Kaka ipar ?" Alex melihat viona


"tentu boleh , silakan duduk " jawab viona membuat frans tambah kesal

__ADS_1


Viona mengambil kan Alex nasi goreng ,


"kau tidak perlu melayani nya, dia punya tangan untuk mengambil " ucap Frans ketua


"ngak apa tuan, dia tamu harus kita layani dengan ramah " jawab viona ramah " ini lex ", ucap viona memberi sepiring nasi goreng


"Kaka ipar memang terbaik " jawab nya " hmmm nasi goreng nya sangat enak , boleh sering sering makan disini kan Kaka ipar " tanya Alex kemudian


"tidak boleh, memang nya rumah ku tempat makan gratis " jawab Frans sambil melahap sarapan nya


" baiklah kalau begitu, hmm gimanaa kalau sesekali Kaka ipar mau ngak masak in aku nasi goreng yang seperti ini lagi " jawab Alex kemudian


"tidak boleh , dia punya suami yang harus dua layanin lagi pula istri ku bukan tukang masak " jawab Frans


"kau tega sekali tuan "ucap Alex


"biarin, cepat habis kan sarapan ku kita akan berangkat bareng aja " jawab frans kemudian


"Kaka ipar apa tidak makan?" tanya Alex


"nanti saja Alex " jawab vio


"kenapa kau menyuruh istri ku makan ? " Frans melirik Alex dengan tajam


"tuan , kau berlebihan " jawab viona


"tuan? kaka ipar memanggil nya dengan tuan, apa tidak ada panggilan lain? aaaa kau tidak romantis tuan muda " ucap Alex memukul pelan pundak Frans


"itu panggilan sayang ku pada nya Lex, jangan tanya bagaimana romantis nya suami ku, sungguh keromantisan nya hanya aku yang tahu tidak harus di perlihatkan kepada orang lain " jawab viona menyelamatkan harga diri suami nya


mendengar kan tutur kata yang keluar dari mulut viona membuat frans berdecak kagum


"kadang kau jauh lebih dewasa dari umur mu viona " gumam Frans tersenyum..

__ADS_1


__ADS_2