
" bapak yang tadi kemana nak" ucap Laila kepada Alex yang sedari tadi memainkan handphone nya karena kepentingan pekerjaan , Alex melihat sekitar , memang dia tidak lagi melihat bapak yang sedari tadi mereka tunggu
"bentar ya ma, Alex tanya karyawan nya dulu " ucap Alex meninggal kan mama nya .
"maaf mbak, bapak yang tadi kemana ya?" tanya Alex ramah
"bapak bos? " jawab karyawan tersebut
"iya, bapak yang tadi ngobrol sama saya dan mama saya "
"OOO iya itu bapak bos, pemilik toko ini, beliau barusan pergi pak, karena ada keperluan mendadak "
"ha' pergi dari tadi kami menunggu disini beliau tidak ada keluar"
"iya pak, kebetulan bapak bos keluar dari belakang karena buru buru " ucap karyawan tersebut
"ck" ucap Frans kesal , menuju ibu nya
"bapak nya sudah pergi mah, besok kita kesini lagi ya ma "
"ha' pergi, padahal sedikit lagi Kita bisa tahu dimana bibik mu Lex " ucap Laila sedih
" sabar ya ma , ayok kita pulang dulu " ajak Alex kepada Laila
.
.
.
.
" dia sakit keras sayang "
"dugaan ku benar mas, terakhir mbak Wanda kesini , beliau kelihatan pucat dan lemah , Wulan sempat bertanya tapi mbak Wanda hanya jawab karena kecapean " ucap Wulan mendengar ucapan Roy
" mungkin dia tidak mau menyusahkan siapa pun sayang"
" tidak ada yang tersusahkan mas, lagi pula siapa sih yang ingin sakit, ngak ada mas "
" mau gimana lagi sayang, Wanda tidak berterus terang kepada kita "
" maksud mas?";
"iya, mas mengetahui Wanda sakit karena dokter pribadi nya, dokter keluarga kami dulu menelfon mas, dan memberitahu jika Wanda kanker stadium akhir"
"jika alea mengetahui semuanya ini, dia akan hancur mas, tapi bagaimana pun dia harus tahu dan berhak mengetahui , karena mbak Wanda adalah ibu nya alea" ucap Wulan melihat suami nya
"kita akan memberitahu nya sayang " ucap Roy memeluk Wulan
__ADS_1
.
.
.
Di lain tempat, di sebuah rumah sakit swasta ,Wanda terbaring lemah tak berdaya
"sampai kapan kamu akan menyembunyikan semua ini dari mereka" tanya dokter Andi yang merupakan dokter sekalian sahabat nya Wanda
" mereka siapa maksud kamu? aku sudah tidak punya siapa siapa lagi , kamu tahu itu, keegoisan ku di masa lalu membuat mereka meninggal kan ku "
"kamu salah Wanda, mereka tetap peduli dan perhatian kepada mu, terutama alea anak mu dia wajib tahu "
" aku tidak mau menambah luka di hati nya, melihat keadaan ku seperti ini , kamu tahu sendiri bagaimana penderitaan nya selama ini "
" apa kamu pikir, menyembunyikan semua ini tidak membuat nya terluka? bahkan dia lebih akan terluka jika dia terlambat tahu "
" jika alea mengetahui saat aku meninggal ,paling ngak dia tidak melihat bagaimana penderita ku sekarang, itu mungkin jauh lebih baik ndi" ucap Wanda dengan air mata jatuh di atas bantal
.
.
.
.
"tidak menggangu nak, malah ibu senang kamu dan suami mu berkunjung , paling tidak bisa sedikit mengobatinya rasa rindu ibu kepada Tiara jika melihat kamu vi" ucap wanita tua itu sedih dan sendu
"ibu tidak usah kwatir mengenai Tiara dan kak Dion, mereka sehat dan bahagia "
"hmmm apa kamu pernah berjumpa dengan mereka?" tanya ibu Tiara penasaran
"tentu Bu, jadi ibu jangan pernah lagi mengkhawatirkan mereka ya Bu, ini ada titipan dari Dion dan Tiara ya Bu " ucap Viona menyerahkan paper bag
"jangan menangis dan bersedih lagi bu, ada masa nya mereka akan pulang kesini dan bertemu dengan ibu "
"ya nak, sampaikan kepada mereka doa ibu akan selalu bersama dengan mereka, ibu merindukan mereka, dan untuk Dion tidak usah kwartir kuburan ibu nya, akan selalu ibu rawat dan ibu jaga , karena di saat mereka akan pergi , Dion menitip kan dan meminta ibu untuk merawat tempat peristirahatan terakhir ibu nya " ucap perempuan paro baya tersebut
"jika ibu ingin bertemu sekali dengan mereka kenapa tidak ikut kami ke kota " selah Frans di antara obrolan mereka
" tidak nak, jangan biarkan mereka membina rumah tangga mereka terlebih dahulu, sudah banyak derita yang mereka lalui " ucap perempuan tersebut
"Vi, semoga lancar lancar ya hingga lahiran "sambung nya, sambil mengusap perut viona
"ibu tahu viona hamil dari mana? " tanya viona penasaran karena ia tidak pernah memberi tahu sesiapa pun orang kampung ini , lagi pula perut viona masih belum kelihatan
" apa kamu lupa nak , selain ke sawah ibu juga seorang dukun melahirkan " ucap ibu itu tersenyum
__ADS_1
"oo iya maaf Bu, viona lupa hehehe aamminn makasih ya Bu doanya " jawab viona senyum
"sebentar lagi ibu juga akan punya cucu kok Bu " viona tersenyum " iya Bu Tiara juga lagi hamil "
"Alhamdulillah , ibu bahagia nak sangat bahagia " jawab ibu nya tiara bahagia
.
.
.
" semoga dengan ini , Viona menemui keluarga nya " ucap Roy kepada Vayo
" saya juga berharap demikian pak, Semoga saja dengan agenda besar besaran ini , acara dari kantor Handoko kaluarga nyonya viona di temukan " ucap Vayo menjawab ucapan Roy
"bagaimana dengan Alex, beberapa hari terakhir saya sangat jarang berjumpa dengan nya "
"tuan Alex sekarang sedang bingung dan sibuk mencari bibi nya yang hilang kira kira 18-20 tahun yang lalu pak Roy, sedan kan kakek nya tuan Alex sudah sakit sakit dan ingin bertemu dengan anak nya "
"hidup ini aneh bukan , yang satu mencari ibu nya, sedangkan yang satu nya lagi mencari anak nya " ucap Roy menggelengkan kepala
.
.
.
" sayang , sebelum ke kota kita ke rumah Tante Desi dulu? sekalian membesuk sesil, bagaimanapun mereka tetap keluarga kami mas "
"hmmm kenapa hati mu Sangat luas, apa tidak terpikirkan atau teringat sedikit pun tentang apa yang sudah pernah mereka buat terhadap kalian bertiga? hingga Riko Reno pun trauma pulang ke kampung nya sendiri "
" sudah la mas, menyimpan dendam itu tidak lah baik, lagi pula apa mas tadi tidak mendengar jika Riko dan Reno sudah memaafkan mereka bahkan Riko menitip salam kepada Tante Desi" jawab viona
Frans dan viona memang jarang mengunjungi Riko dan Reno apa lagi setelah banyak insisden yang terjadi di keluarga Handoko namun meskipun begitu mereka tidak pernah lupa menelfon atau pun mengirim makanan dan keperluan lainya Riko dan Reno
"baik lah, kita akan pergi sore ini ke rumah Tante Desi, karena esok pagi kita akan ke kota " jawab Frans mengiyakan permintaan viona
"makasih sayang" jawab viona
.
.
.
" Kenapa mommy menyembunyikan semua nya dad?, kenapa?" jawab alea setelah mendengarkan semua penjelasan Wulan dan Roy
"Alea sayang" ucap Wulan melihat Alea terkulai lemah yang hampir jatuh ke lantai jika tidak di pegangi ayah nya
__ADS_1