Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 60


__ADS_3

"tidak apa semua nya sudah pergi, mama juga baik baik saja, sekarang ayok kita pulang " ucap Frans dengan kondisi yang Masih di peluk oleh istri nya


Di dalam mobil Viona masih trauma dengan kejadian barusan , mungkin bagi keluarga Prayoga sudah biasa hal hal seperti tadi di karena kan mereka mempunyai banyak saingan bisnis , dan tentu banyak yang tidak menyukai mereka sebanding dengan orang orang yang senang terhadap mereka.


"sudah tidak apa , kamu sudah aman , saya ada bersama kamu " ucap Frans sambil menggenggam tangan viona yang masih gemetaran


" sayang, tidak apa semuanya sudah baik baik saja, tenang kan diri mu , hal hal seperti tadi itu biasa terjadi nak"


" jadi sering terjadi ya ma?" tanya viona, membuat Anggita yang di samping nya tersenyum


" nak, ketika seseorang memiliki nama , sedikit banyak berpengaruh pada kota ini, pada negara ini maka akan banyak yang menyukai kita yang sebanding dengan mereka yang tidak menyukai kita so kamu harus menguatkan mental dan diri kamu untuk hal hal semacam ini , karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok lusa dan seterusnya , oke sayang" ucap Anggita memeluk viona


karena sepertinya ini bukan yang terakhir untuk kamu nak, entah kenapa mereka mengincar kamu, apa yang mereka inginkan, apa ada hubungannya dengan masa lalu almarhumah ibu nya viona gumam anggita menerka nerka


Mereka telah sampai di kediaman utama, disana sudah ada Jelika yang menunggu kedatangan mereka yang seperti nya juga kwatir


"mbak, viona apa kalian baik baik saja , karena saya dengar kalian di ikuti bahkan di cegat orang orang tak di kenal " tanya nya di depan pintu


"kami baik baik saja Jelika" ucap Wanda tersenyum kepada Jelika " terimakasih telah kembali seperti pertama kali kamu datang ke rumah ini , mbak rindu atas ke kwatir an kamu ini jika sesuatu hal terjadi pada mbak " jawab Anggita terharu melihat perubahan pada diri Jelika


"mbak ,maafkan saya " ucap jelika berpelukan dengan Anggita


"bagaimana bisa kalian di serang oleh orang orang tersebut , apa kamu baik baik saja nak " ucap Handoko , dan menanyakan viona yang masih pucat


" hmm baik kek " jawab viona masih gemetaran


"bik, tolong antar dan teman kan viona ke kamar dulu ya hingga Frans sampai " ucap Anggita kepada pelayan


"baik nyonya " jawab pelayan tersebut "mari nyonya " ajak pelayan kepada viona


" ada apa Anggita seperti nya ada yang mau kau sampai kan " tanya Handoko

__ADS_1


"apa kau baik baik saja mah, apa mereka melukai mu ?" tanya Handi kwatir


"tidak pah, mereka tidak mengincar ku tapi mereka ingin kan viona " jelas Anggita


"apa? bagaimana mungkin mereka menginginkan istri ku ma, apa masalah mereka dengan viona ?" ucap Frans yang masih tidak percaya , karena menurut nya selama ini viona tidak mempunyai musuh apa lagi dia baru di kota ini


"hmm Apa mama yakin? karena viona baru di kota ini, jangan kan musuh teman saja hanya ada beberapa ma " ucap Handi juga masih tidak percaya


"dengarkan dulu istri mu, kita tidak tahu tujuan dan maksud orang orang itu, ingat viona sekarang adalah menantu di rumah ini , orang yang tadi nya hanya membenci kita , sekarang mereka juga membenci viona " jelas handoko


Anggita menceritakan bagaimana kejadiannya, dan anggita juga memanggil sopir tadi karena takut nya Anggita salah dengar atau salah mengerti .


" iya benar tuan besar, mereka ingin nyonya muda Viona , bahkan mereka akan memecahkan kaca dengan batu , namun tidak jadi karena nyonya Anggita keluar mobil " penjelasan supir tersebut


"kau keluar Anggita ?" tanya handoko


"iya yah, saya terpaksa melakukan itu kalau tidak mereka akan melukai viona , syukur nya viona tidak mengetahui hal ini karena dia menutup mata dan menutup telinga nya sambil berdoa " penjelasan Anggita


"tenang kan hati mu , bukan kah ini bukan yang pertama " ucap kakek melihat Frans kwatir


"beri viona bodyguard Frans " timpal Jelika


"Jelika benar " ucap Handi " berjaga jaga lebih baik"


"viona di larang keluar rumah ini, karena saya yakin mereka tidak akan bisa menembus penjagaan ketat rumah ini, saya tidak bisa mengambil resiko untuk tetap mengizinkan nya keluar kemana pun" ucap Frans dengan suara vokal nya


"untuk saat ini kakek setuju, tapi jangan terlalu di kekang, sekarang temui dan tenangkan lah dia " ucap kakek kepada Frans , mendengar itu Frans hanya mengangguk dan permisi untuk ke kamar


" apa mungkin ada hubungannya dengan masa lalu ibu nya Viona" celetuk om Defran yang berdiri dari tadi


"Defran apa kau dari tadi berada disitu?"

__ADS_1


"aku mendengar semuanya ayah " ucap Defran "aku langsung pulang saat mas Handi mengabarkan jika mbak Anggi dan viona di cegat orang tak di kenal " jawab defran


"tadi nya saya juga berfikir seperti itu mas" jawab Anggita


"tidak mungkin mbak, karena setahu saya semua urusan yang berhubungan dengan masa lalu ibu nya viona, sudah di selesaikan oleh Frans sebelum mereka menikah " ucap Jelika


"suruh orang kita menyelidiki siapa mereka, sudah malam beristirahat lah " ucap Handoko " dan kau Defran tidur lah disini malam ini karena besok ayah ingin berbicara dengan kalian berdua " Handoko melihat Defran dan Jelika berbarengan . Mendengar itu defran hanya mengangguk mengiyakan ayah nya.


Di dalam kamar ..


"tidur lah , saya akan menjaga mu , jangan kwatir " ucap Frans di samping viona


"mereka ada beberapa orang tuan, mereka mengejar mobil kami dan menghadang kami , jika tadi ...."


"husss sudah lah, sekarang pejamkan mata mu , ini perintah " ucap Frans mengusap kepala viona , viona hanya mengangguk menyetujui perkataan Frans .


Berapa menit kemudian ,


"tenang saja, tidak akan ada yang terjadi pada mu , saya akan selalu melindungi mu " ucap Frans sambil mengecup kening nya viona sambari membaringkan badan di samping viona


Tak lama kemudian , Frans tertidur lelap mungkin karena letih dan sudah larut.


"katanya mau menemani ku , melindungi ku, tapi malah dia yang duluan tertidur " ucap viona memang masih belum tidur , viona memandang wajah suami nya, menyentuh hidung kelopak mata dan muka Frans


"kamu sangat tampan tuan, tadi nya aku sangat ketakutan , aku senang kamu datang menyelamatkan mama dan aku " ucap Viona berbicara sendiri


" selamat malam, i love you tuan dingin beruang kutub "


cup


"aku mencuri ciuman dari mu tuan, aku juga tak ingin kalah dari mu, mencuri cium ku di saat aku tertidur ehhh pura pura tidur maksud nya " ucap viona tanpa sadar ia juga tertidur dengan kepala tenggelam di dada kekar nya Frans .

__ADS_1


terimakasih telah mampir ya, mintak like vote dan koment nya ya 😍😍😍


__ADS_2