Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 48


__ADS_3

Frans turun dari mobil dan melambaikan tangan ke pada viona yang baru saja keluar dari gedung pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.


"wawww ternyata gadis itu shoping " melihat viona menenteng dua paper bag di tangan nya


"seperti nya kau kelelahan habis tertawa tertiwi dengan teman teman mu " sambung Frans kemudian , namun viona hanya diam tak menjawab


"kenapa dengan nya " sambil membuka pintu mobil


"apa kau sakit?"


"tidak tuan, saya sehat"


"terus kenapa kau?" tanya Frans aneh melihat viona seperti orang bingung


lebih saya menceritakan semuanya di saat sudah di apartemen , dari pada disini yang ada saya di tinggal nya gumam viona


"hei kau kenapa?" tanya Frans lagi


"aku aku hanya rindu Riko Reno tuan " jawab viona tidak bohong karena memang ia sangat merindukan adik Adik nya


"ah kau ini , bagaimana mereka akan jadi pintar dan kuat jika kau saja lemah, baru dua Minggu masak udah kangen" jawab Frans sambil menyetir mobil


.


.


.


"oo jadi mereka sekarang tinggal di apartemen , kerja yang bagus , pergilah " Kania berbicara dengan seseorang


"baiklah Tuan Frans, kau akan menerima sesuatu yang berharga dari ku, kau dan ibu mu menghina ku bukan? akan ku balas kalian dengan air mata kalian " gumam Kania dengan mata jahat nya


" nikmati lah sisa hidup mu perempuan malang sebelum kau bertemu dengan Malaikat pencabut maut mu " sambung Kania bengis


.


.


.


"ayah " Teriak jelika di depan pintu utama ,tentu saja mengejutkan penghuni kediaman utama tersebut


"ayah , ayah "


"kenapa nyonya , tuan besar..."


"diam kau pelayan ,dimana ayah , aku ingin bertemu dengan nya "


"maaf nyonya, saat ini tuan besar bersama kakek dan nyonya Anggita tidak ada di rumah nyonya " jawab pelayan tersebut gemetaran menjelaskan nya kepada jelika


"apa? kemana mereka ?"


"saya kurang tahu nyonya "


"kurang ajar aaaaa " ucap jelika berteriak histeris


"nyonya kenapa? apa nyonya butuh minum ?" tanya pelayan


"pergi kalian, saya tidak butuh kalian , pergi" teriak jelika berlari masuk ke kamar nya


Prannggg prannggg , jelika menghancurkan semua barang yang ada di kamar nya tanpa henti


"kenapa itu " tanya pelayan yang lain


"entahlah, kerjakan pekerjaan kalian , jangan urusi yang lain , fokus pada pekerjaan kalian masing masing, saya akan menelfon nyonya Anggita " ucap kepala pelayan beranjak pergi


.


.


.

__ADS_1


"tuan apa boleh saya berbicara?" tanya viona sesampainya di apartemen


"tentu " ucap frans fokus ke layar ponsel nya


"saya akan melakukan apa pun tapi tuan jangan marah "


"kau melakukan apa hingga aku akan marah ?" tanya Frans melihat viona yang semakin gugup " apa kau berselingkuh di belakang ku?" tanya frans bengis


"ngak ngak bukan tuan "


"terus?"


"tuan saya mohon maaf atas kekurangan ajar saya tuan "


"hmmm kau memang kurang ajar" jawab Frans cuek


"tuan maaf saya telah memakai uang tuan sangat banyak "


"uang?" Frans bertanya balik, akhirnya viona menceritakan semuanya mulai dari dia traktir teman teman nya makan hingga di paksa shopping baju dengan semua warna


mendengar itu Frans tertawa kuat " hahaha kau sangat lucu, ku pikir kau menghabiskan seluruh kekayaan ku, tak masalah dan tenang saja Itu semua memang hak mu sebagai istri ku " tutur Frans


"ada satu lagi tuan " ucap viona


"ya kau beli apa?"


"bukan beli tuan , ini akan membuat tuan sangat terkejut "


"apa sebutkan lah , jangan bikin aku penasaran "


"mereka memaksa ku ikut arisan sebesar 200 juta per bulan , aku sudah menolak tapi mereka maksa , aku sudah bilang tidak ada uang, mereka suruh aku transfer aja nanti, tapi tuan tidak perlu kwatir saya akan keluar dari grup sosialita sekarang, karena bukan tempat saya di berada di antara mereka "


" sudah tahu kenapa tadi maksa untuk pergi " jawab Frans menyakiti hati viona


"iya tuan , maafkan saya " vio beranjak pergi dari posisi nya


"apa aku salah bicara ya , aduh mulut mulut " ucap Frans kemudian


"sudah terlanjur , jangan keluar, saya izinkan kau mengikuti arisan tersebut tapi dengan syarat jangan melupakan kewajiban mu sebagai istri "


"lagi pula setalah 3 bulan nanti, aku bukan lagi istri mu dan dengan apa akan ku bayar "


"tenang saja aku akan membayar hingga selesai , kau tak perlu kwatir , kirimkan no rekening kepada ku "


"tidak usah tuan "


"tidak menerima jawaban, karena ini perintah " ucap Frans keluar dari kamar nya


Viona menghubungi Wulan, dan menceritakan semua kejadian hari ini , tentu membuat wulan tertawa mendengar semuanya yang di alami viona


"kenapa mbak tertawa?"


"karena kamu lucu viona, ikuti saja mau nya, percaya lah vio, dia tidak akan menceraikan mu "


"oohh dan ya mbak mau lihat dong yang kata mu baju kurang bahan yang kau beli tadi "


"bukan kemauan ku mbak, tapi mereka maksa banget "


"iya iya coba kirim ya foto nya "


"oke mbak "


Vio memfoto lingerie tersebut dan mengirim nya ke Wulan


"waw kau harus memakai nya malam ini vio, jika kau ingin pernikahan mu awet? "


"apa mbak?"


"aku malu ?"


"malu ngapaen sama suami sendiri vio, lakukan jika kau ingin mempertahankan pernikahan mu dengan nya "

__ADS_1


"tapi mbak "


"tidak usah tapi tapian vio, mbak ngak mau tau kau harus memakai vio oke"


"sekarang mandi lah dan bersiap untuk nanti malam, jangan lupa bersihkan semua kotoran yang ada di badan mu hahhaah " goda Wulan


"mbakkkkk"


"udah ya , suami mbak udah pulang tu, ingat ya vio "


"oke deh mbak , bye " ucap vio mengakhiri panggilan ponsel nya


.


.


Frans terduduk di sofa kamar nya menunggu viona keluar dari kamar mandi, sudah lebih dari 30 menit ia di dalam entah apa yang ia lakukan


"anak ini, apa ia tertidur di dalam sana " ucap Frans kesal


"eh kau yang di dalam kamar mandi, apa kau tertidur? apa tidak ada tempat selain toilet tempat kau tidur?" teriak Frans keras


di dalam kamar mandi


"apa yang harus aku lakukan? aku memakai baju tetapi tidak seperti pakai baju " ucap viona melihat cermin


tok tok tok bunyi ketukan pintu oleh Frans


"cepat lah sedikit, apa kau begitu nyaman di dalam ha' "


"sebentar lagi tuan " jawab viona dari dalam , dengan kesal Frans kembali duduk di sofa


viona ragu ragu membuka pintu kamar, brakk terbuka , frans lagsung mengada melihat viona seketika ia pun terjatuh dari sofa spontan membuat viona kaget


memakai lingerie berwarna putih yang transparan membuat semua lekukan tubuh viona jelas terlihat .


"tuan apa kau tidak apa? apa kau pusing hingga kau jatuh?" ucap viona melupakan pakaian apa yang ia kenak kan


" iya aku pusing " ucap Frans berlari ke kamar mandi


"kenapa kau lari jika kau pusing tuan?" ucap nya berteriak dari luar


" aa aku tidak apa apa "


"apa kau yakin?"


"iya aku yakin tapi bisakah kau menutup tubuh mu di saat aku keluar? "


"ha' tubuhku " ucap vio sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan nya


" apa karena ini dia terjatuh? , ah malu nya aku "


di dalam kamar mandi


"kenapa dia memakai baju itu, apa ada kaitan nya dengan Doble yang dia bilang tadi siang? "


"tapi itu membuat saya shock dan adik saya bangun " ucap Frans melihat adiknya ke bawah


"sebaiknya sebelum dia keluar , aku tidur saja dan menutupi tubuh ku dengan selimut " ucap viona sambil berbaring dan menutupi tubuh nya dengan selimut


krett pintu kamar terbuka, dan viona memejamkan matanya pura pura tidur


"hemm apa kau sudah tidur?" ucap Frans tapi viona tidak menyahut


lebih baik pura pura tidur , huuu dari pada memalukan diri sendiri ucap viona dalam hati


syukur deh dia sudah tidur kalua tidak adik ku akan sulit untuk di tenangkan ucap Frans dalam hati


Frans berbaring di samping viona, sambil menarik selimut tanpa sadar ia menarik selimut dengan kencang dari tubuh viona.


" ha' lama lama aku bisa stresssss" ucap Frans sambil menutup tubuh viona kembali dan pergi ke balkon

__ADS_1


"tenanglah wahai adik ku, aku tidak mau mempergunakan mu dengan seseorang yang belum bisa mencintai ku, aku tidak ingin memaksa keadaan, jadi bersabar lah sedikit lagi hingga semua nya jelas " ucap frans pelan


"lebih malam ini aku tidur di sofa saja " ucap Frans menidurkan mata nya di sofa.


__ADS_2