Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 36. cantik


__ADS_3

Tok tok tok


"masuk "


"maaf tuan , nyonya besar memanggil nyonya viona " ucap pelayan tersebut


"akan saya sampaikan, sekarang istri saya lagi di kamar mandi ,kau tunggu lah di luar " ucap Frans kepada pelayan tersebut


"baik tuan " ucap nya undur diri


tak lama kemudian, viona keluar dari kamar mandi .


"eh kau di panggil mertua mu" ucap Frans kepada viona


"ibu mertua ku? mama anda?" tanya viona


"memang nya mertua mu berapa orang ha' ? apa ada suami mu selain saya " jawab Frans melihat viona


"sekarang masih satu "


"sekarang masih satu? memang kau ada niat untuk Tambah?" tanya fans melongo


"sekarang belum ada niat"


"OOO berarti ada rencana nambah ya" ucap frans berdiri emosi


"saya hanya berpikir realistis saja tuan, jika sudah sampai waktunya nanti, tidak mungkin dong saya menjanda seumur hidup saya " jawab viona acuh


"kau sekarang sudah pintar menjawab ya, awas kau "


"sudah lah saya tak punya waktu untuk berdebat dengan anda, ibu mertua saya mama nya anda telah menunggu saya "


"bye" sambung viona berlalu meninggalkan frans untuk menemui mertua nya, yang di ikuti oleh pelayan


"wanita kampung itu , sudah terlalu pintar menjawab kau sekarang ya, awas saja nanti " gumam Frans sendiri


Di suatu tempat, Jelika ,Ervan dan beberapa orang suruhannya sedang berbincang-bincang


"apa kau yakin dengan ini semuanya" tanya Anggita


"yakin bos , sangat yakin "


"bagus, hmmmm sangat bagus, sekarang pergi lah " ucap nya mengusir suruhan nya


"hahaha Frans Frans , saudara ku , begitu tidak laku kah kau? hingga menikahi siapa saja yang kau temui " ucap Ervan tertawa sinis


"anak seorang pelacu*, hmmm hahaha bagaimana jika kakek tua berserta kedua orang tua nya mengetahui jika anak kesayangan nya menikahi seorang gadis , anak dari seorang wanita pemuas hidung belang"

__ADS_1


"semoga kakek tersebut tidak jantungan ma hahaha " jawab Ervan bahagia ini


"sekarang apa yang akan kita lakukan selanjutnya mah " sambung Ervan


"nanti malam acara besar nya Prayoga family, memperkenalkan viona, baiklah kita akan membantu kakek mu memperkenalkan wanita tersebut , hmmm dengan memberi tahu asal usul wanita tersebut akan membuat acara semakin meriah " jawab nya tersenyum sinis


Anggita dengan antusias nya mengajari viona tata cara bagaimana untuk menghadiri acara nanti malam. Ia memberi tahu viona bagaimana ia bersikap, berbicara dan selalu tersenyum ke pada tamu undangan yang datang.


"terima kasih ya mah, udah ngajarin aku banyak hal, terimakasih karena mama sudah sayang sama aku, aku beruntung punya ibu mertua seperti mama "jawab viona terharu


"sama sama sayang, mama juga beruntung punya menantu seperti kamu " ucap Anggita memeluk viona


"buat suami mu mencintaimu setiap detik nya hingga ia akan merasa sulit jika tidak melihat wajah mu hingga sesaat, sekarang pergi lah kembali ke kamar mu, karena sebentar lagi akan datang beberapa orang akan membantu mu bersiap " ucap Anggita kepada viona


kenapa mama berbicara seperti tadi ya, seperti ia mengenakan apa yang terjadi di antara aku dan tuan Frans , ya Allah apa jadi nya nanti jika mereka mengetahui kebenaran tentang pernikahan aku dengan anak nya, pasti semuanya akan kecewa gumam viona sambil berjalan ke kamar nya


Sesampainya di kamar, ia tidak menemui suami nya, karena sesuatu hal yang penting ia harus keluar , apa lagi kalau bukan tentang urusan pekerjaan.


"selalu awasi gerak gerik mereka " Anggita berbicara kepada seseorang di dalam ponsel


"....."


"lakukan apa pun yang bisa membuat rencana mereka gagal" ucap Anggita mematikan ponsel nya


"aku tak habis pikir dengan jalan pikiran mu jelika, apa kau tak berpikir jika kau melakukan hal hal tersebut maka sama saja kau mempermalukan keluarga mu sendiri "


Jelika memasuki gendung yang akan di gunakan untuk acara malam nanti , ia menutupi kepala nya seperti pencuri saja.


"hey kau kemari lah " panggil nya kepada seseorang pengurus acara nanti malam


"saya buk?"


"iya kau, kau mau duit ?" jelika melihat kan uang di amplop


" tentu mau buk" jawab seseorang tersebut


" uang ini akan menjadi milik mu, jika kau mau melakukan tugas yang ku berikan "


"tugas apa buk"


"saat nanti pak Handoko memperkenalkan cucu menantu nya, kau harus memutar kan kaset ini "


"hanya itu buk, baiklah saya akan melakukan nya " ucap nya mengambil amplop tersebut


"bagus, tapi ingat tutup mulut mu, Jika semua nya berhasil kau akan mendapatkan tambahan setelah acara nanti malam "


"baik buk" jawab seorang tersebut

__ADS_1


Tek terbayangkan bagaimana jadinya acara nanti malam jika semua orang mengetahui kebenaran wanita itu, terutama kakek tua dan Kaka ipar saya hahahha selamat menyaksikan gumam nya keluar dari gedung tersebut, tanpa ia sadari ia di ikuti oleh seorang sedari tadi yang mengetahui semua yang ia lakukan


di kediaman utama,


karena acara nanti malam tidak hanya untuk memperkenalkan viona tapi kakek Handoko juga ingin acara nya seperti pesta resepsi pernikahan cucu nya Frans, maka viona juga harus di dandanin seperti ratu di acara nanti.


"saya mau semua mata yang memandang nya akan takjub, terutama suami nya " ucap Anggita ke pada make up artist terkenal di kota ini


"baik nyonya " jawab nya


tak butuh waktu lama, mempersiapkan viona yang Sudah Sangat cantik . Viona memakai gaun putih kombinasi dengar warna merah membuat nya semakin cantik.



"nyonya viona sudah di siap tuan " ucap nya kepada Frans yang baru saja pulang


"baik lah, silakan pergi " ucap nya berlalu membuka pintu


Frans ternganga melihat istri nya sudah berubah seperti ratu .


"kau?"


"kenapa tuan?"


"kenapa sangat cantik?"


"saya sudah cantik dari lahir tuan " ucap viona tersenyum


" kau salah mendengar, maksud ku kenapa kau memakai gaun cantik itu "


"viona ngak salah dengar, karena mama juga mendengar kau memujinya Frans " ucap mama Anggita tiba tiba datang


"mama hehehe seperti nya mulut saya yang salah bicara "


"Frans Frans kalau istri cantik ya bilang cantik, kenapa haru malu mengakui istri mu cantik? "


"iya iya cantik"


"hahaha hahah " kedua wanita tersebut tertawa ria


"sekarang bersiap lah frans, sebelum kau terlambat " ucap mama nya


"baik mah "


"sayang kau sangat cantik "


"terima kasih ma, mama juga sangat cantik "

__ADS_1


"baju mu terlalu meriah, tidak cocok untuk mu, sekarang ganti lah " ucap frans sebelum masuk kamar mandi


__ADS_2