
Setelah mendengar kata kata yang di ucapkan Viona, Jelika tak lagi mengurung dirinya di kamar, tapi ia hanya duduk di taman belakang rumah.
"dari pada tante hanya melamun tak jelas , ayok kita masak " ajak viona kepada Jelika
"masak? "
"iya masak"
"jangankan masak, masuk dapur saja ya tidak pernah , lagi pula saya belum bilang menerima kamu sebagai teman saya, ngapain kamu sok ngajak ngajak saya " ucap Jelika tidak melihat ke arah Jelika
Tante tante, entah kenapa saya merasa dia orang baik hanya saja tidak ada yang menuntut dan memberi jalan yang tepat gumam viona
"kalau begitu , tak salah om Defran melakukan semuanya ini kepada tante"
"maksud kamu ? kamu menghina saya ?"
"bukan kah tadi tante bilang ngak mau bercerai? usaha dong jadi yang om mau" ucap viona
" hanya karena ia lebih muda dari saya , maka nya defran memilih untuk menikahi perempuan itu " ucap Jelika menatap kedepan
"tidak tante, bukan karena itu, coba tante ingat ingat kapan terakhir tante membuat kan minuman atau menyiapkan makanan om, kadang sifat lelaki ini sama seperti anak anak tant, ingin di manja dan di perhatikan meskipun ia memiliki banyak harta dan puluhan pelayan, tapi ia akan bahagia jika menyiapkan kebutuhan pribadi nya adalah istri nya " kata kata itu, entah dari mana viona dapatkan , namun bisa lolos begitu saja
saya mengatakan ini, karena saya Melihat bagaimana ibu melayani ayah di masa hidup nya, meskipun itu hanya mengambil kan air putih, senyum di wajah ayah akan terpancar gumam viona mengingat masa lalu yang dulu pernah indah
"Kakek sudah yakin , kau tidak salah menikahi seorang perempuan , dia wanita baik dan luar biasa , hmmm bahkan dia membantu Tante mu dalam kepurukan nya " ucap kakek memegang pundak Frans saat melihat viona dari kejauhan bersama jelika
"iya kek, tak hanya baik dia juga cantik " ucap Frans tanpa sadar menjawab dengan kata kata cantik
"hmm kau sudah menyadari istri mu cantik?" ucap kakek tersenyum meledek
aku kecoplosan gumam Frans
"kakek mau kemana?"
"mau ketemu om mu " ucap lelaki yang sudah tidak muda lagi
"hmm apa aku harus memanggil nya ya? apa dia tidak besar kepala jika saya memanggil nya? tapi saya ingin dia tahu jika suami sudah di rumah " Frans berbicara sendiri
"hemm kau disana " ucap Frans
"hmm tuan sudah pulang? sejak kapan anda berdiri di sana ?"
"barusan "
"ooo baiklah , kau butuh sesuatu tuan? coffe mungkin atau minuman segar lainya " tawar viona
"coffe boleh" ucap frans pergi melangkah ke kamar nya
"baiklah tante, saya ingin ke dapur dulu " ucap viona melangkah
"tunggu, aku ingin menjadi yang dia mau, aku tidak ingin bercerai, tapi aku butuh seseorang , ya aku tahu kamu sibuk , aku akan mencoba nya sendiri " ucap jelika gengsi meminta bantuan viona
"baiklah dengan senang hati saya akan membantu, berarti tante sudah menerima saya jadi teman dong"
"kalau kamu ikhlas membantu saya, tidak harus dengan imbalan dong, membantu saya bukan berarti saya sudah menerima kamu jadi teman saya " ucap Jelika memalingkan wajah sambil sedikit tersenyum
"baiklah tante " ucap viona pergi dari sana
__ADS_1
kamu bukan teman saya, tapi keluarga saya lebih dari teman gumam jelika dengan air mata berlinang terimakasih telah ada di saat saat seperti ini sambung nya kembali
.
.
.
Di kamar
"ini tuan , kopi nya sudah datang "
"terimakasih " ucap Frans
"sama sama tuan"
"seperti nya kamu menyenangi peran mu sebagai adik ipar nya "
"tentu , sebenarnya Kaka ipar saya itu sangat baik hanya saja sedikit salah jalan kemarin hehehe"
"woohhh kau sudah terlalu pintar rupanya ha' " timpal Frans tak percaya istri remaja nya mengeluarkan kata kata yang barusan
"pintar dari kecil sih tuan hehehe "
"hmm aku tahu itu dari Riko Reno "
"hmmm " Viona terdiam karena ia merindukan adik adik nya
"aku tahu kamu sangat rindu mereka, akhir pekan kita akan kesana oke "
"ha' benarkah tuan ?" tanya viona bahagia
"waaahhh makasih tuan, tuan baik bangetttttt , ahhh senang nya " ucap viona memeluk Frans dengan erat
"maaf tuan " ucap viona melepaskan pelukannya
"tak apa, kalau mau tambah lagi juga silakan, gratis " jawab Frans mengangkat satu alis nya menggoda istri nya
"aku harus pergi tuan " ucap viona grogi dan malu
"kemana lagi kau?"
"harus membantu tante jelika memasak "
"suami mu baru pulang, apa harus kau tinggalkan secepatnya ini "
ha' dia berbicara seperti suami yang sesungguhnya saja gumam viona
"siapkan air mandi ku " ucap frans memerintah
"baik tuan " ucap viona menurut
Lima menit kemudian ..
"tuan air mandi nya sudah siap " ucap viona kaget karena melihat Frans hanya memakai handuk yang melilit ke tubuh nya
"tuan kenapa harus berganti baju disini?"
__ADS_1
"saya tak berganti baju, hanya membuka baju karena mau mandi, kenapa? kamu mau ikutan" ucap Frans menggoda kembali
"tidak tidak mandi lah, saya mau kaluar "
"baiklah "
Disaat viona melangkah tanpa sengaja terpeleset oleh baju Frans yang di buang ke sembarangan arah , dengan sigap Frans menangkap viona. Karena tersadar dalam dekapan Frans viona buru buru melepaskan diri tanpa sengaja menarik handuk yang melilit di pinggang Frans .
"aaaaaaaaaaaaaaa" teriak keduanya , viona dengan kecepatan tinggi berhamburan lari ke luar kamar
"ya Allah , benda macam apa itu iiiii ngeri " ucap nya sendiri
"hilangkan lah dari pikiran dan bayangan hamba ya Allah yang barusan saya lihat "
"memang barusan kamu melihat apa sayang? sehingga ketakutan seperti itu " ucap Anggita yang sudah pulang
"eh mama sudah pulang " tutur viona tak menjawab apa yang di tanyakan mama nya
"sudah barusan, lihat apa emang?"
"itu mah ada apa itu , apa nama nya hmm terong ya terong?" ucap viona ngaur
" terong? di dalam rumah ini ? terong apa?"
"terong hidup?" viona kecoplosan sambil menutup mulutnya
" kok bisa ada terong hidup di dalam rumah, dimana? emang pelayan ngak tahu apa?"
"udah viona atasi kok mah "
"emang tadi terong nya dimana? mintak pelayan untuk membuangnya aja Vi "
"ha' buang? jangan jangan ma udah viona singkirkan kok "
"OOO singkirkan dari mana?"
"dari kamar vio ma"
"jadi terong nya dalam kamar kalian?"
"hmmm iya mah, tapi udah ngak ada lagi "
"OOO ya sudah , mama gerah mau mandi , bye " ucap Anggita pergi
"bye mah " ucap viona mengelus dadanya
gimana cerita nya coba , mama menyuruh pelayan membuang terong anak nya aduh aduh vio aja belum nyicip mah hihihihihihi ucap viona tertawa dalam hati
"hmmm kamu bahagia banget bisa bohongi mama mertua mu" ucap jelika dari tadi mendengar semuanya
"Tante, haii ayok kita masak " ucapnya tidak menjawab ucapan sang tante karena malu , dan dia tahu kalau tante nya tahu terong macam apa yang ia bicarakan tadi
"kamu emang masih kaget dengan terong kepemilikan mu ha' " goda jelika
"Tante mau masak ngak ini? kalau ngak vio pergi ini "
"kamu ngancam , ayok deh ke dapur, awas kamu ya kalau nanti mau konsultasi sama saya " jawab jelika kesal
__ADS_1
maaf tante, bukanya saya mengacuhkan apa yang tante bicara kan hanya saja viona belum yakin 100% untuk berbagi cerita dengan tante lagi pula masalah yang tante hadapi sekarang jauh lebih besar dari pada apa yang terjadi antara aku dan Frans yang hanya pernikahan kontrak gumam viona mengekori Jelika ke dapur