Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
Bab 91


__ADS_3

Di dalam kamar


"Sayang , kenapa wangi baju mas rada rada aneh ya?" Frans menciumi semua bajunya , baik di dalam lemari maupun yang ia pakai saat ini


"hmmm biar aku ngak mual mas " jawab viona sibuk dengan novel di tangannya


"jadi?"


"jadi itu yang kamu ciumi dari tadi, parfum aku, wangi kan "


" ha' parfum wanita?"


"memang kenapa kamu ngak suka? ya udah sana cuci aja semua, dan mulai malam ini dan seterusnya aku akan tidur sama mama, mas sama papa aja " ucap viona memonyongkan bibir nya


"ngak kok sayang, mas cuma becanda hehhe mas suka kok wanginya , cupp mmmuuach " jawab frans sambil menciumi istri nya


" beneran, ngak bohong" ucap viona menatap mata frans


"beneran sayang, ngak bohong "


apa pun akan Daddy lakukan nak, supaya mommy mu mau berdekatan dengan Daddy, aahh Daddy rindu kamu, semoga mommy ngebolehin Daddy akan berkunjung malam ini ucap frans bergumam dengan sendirinya sambil mengelus perut viona yang masih rata


"hmmm sayang, kayaknya baby rindu deh sama Daddy nya "


"ngapaen rindu, dari tadi kan mas bersama kami " jawab viona polos


"rindu lainya sayang, sepertinya ia mau di kunjungi"


"gimana cara nya mas, emang mas bisa masuk ke dalam sini ?" tanya viona bingung menunjuk tangan nya


"ya bisa sayang, masak mas kasih tahu lagi caranya, kamu kan udah mahir " ucap frans menggodanya viona dengan berkedip


"apa an sih mas, ngak lucu tahu , ada ada aja masak mau berkunjung dekat baby dalam perut sih"


"aduhh sayang , masak ngak ngerti juga sih , ya udah sini mas ajarkan lagi " ucap frans menidurkan viona di atas kasur


"mau ngapain mas "


"mau mengunjunginya anak kita sayang"


"dengan pedang panjang dan bulat mas " sambung frans membuat viona membulat kan matanya


"apa mas lupa ucapan dr tio"


"mas sangat ingat, jika berkunjung ketuk pintu nya pelan pelan, takut anak kita terkejut karena tendangan maut pedang mas kan " ucap frans sambil bereaksi

__ADS_1


"mas sangat merindukan kamu sayang, apa kamu tahu, semalaman mas ngak bisa tidur tanpa kamu di samping mas " sambung frans meremas dua gunung yang menjulang tinggi milik viona


Berapa menit kemudian hanya ada bunyi kesenangan, kepuasan dan kata cinta di dalam kamar mereka , malam ini di lalui oleh mereka dengan indah , semoga malam malam berikutnya tetap akan sama .


.


.


.


"maaf Jelika aku harus pergi, lani masuk rumah sakit lagi " ucap Def yang baru saja sampai di kediaman mereka


"tapi mas , baru saja sampai " jawab Jelika kecewa


"harus bagaimana lagi je, lani sangatlah membutuhkan ku untuk saat saat seperti ini, dia sedang mengandung anak ku , dan tekanan darahnya selalu bermasalah " jawab Defran bergegas untuk pergi


"sudah hampir 7 bulan, semenjak perempuan itu hamil, semenjak itu juga kamu tidak mempunyai waktu lagi untuk kami " ucap Jelika yang tak lagi di dengar oleh Defran


"lebih baik saya di kediaman utama, untuk apa saya disini sendiri? andai Ervan disini tapi dia malah memilih untuk meninggalkan negara ini dan menetap untuk beberapa lama di Amsterdam , semoga impian kami tercapai nak " sambung Jelika kemudian


.


.


.


"mungkin karena Tiara lagi hamil mas, jadi tingkat kecemasan nya sangat tinggi, bukti nya aku sampai sekarang baik baik saja " jawab viona merapikan dasi nya Frans


"hmmm benarkah, tapi meskipun begitu kita juga tetap waspada sayang, untuk itu mulai hari ini, kemana pun kamu pergi akan ada beberapa orang bodyguard yang akan mengawal kamu " ucap frans


"ha' pengawal? bodyguard? ngak usah deh mas , jangan berlebihan ah " jawab viona keberatan


"tidak ada yang berlebihan sayang, memang itu mestinya , mas memiliki banyak kawan bisnis yang tentunya setara dengan lawas bisnis, tentu kamu paham akan itu sayang, jadi please tidak ada penolakan kali ini " ucap Frans final kepada viona


.


.


.


"Tante je " sapa viona yang baru sampai


"hmmm malam tadi tante balek sini lagi, " ucap Jelika ,karena ia paham viona pasti bertanya-tanya kenapa dirinya ada di kediaman utama


"OOO om "

__ADS_1


"om def tadi malam tidak jadi menginap karena lani masuk rumah sakit" jawab je sakit hati dan kecewa atas apa yang terjadi semalam


mendengar hal itu, semua hanya terdiam tanpa tahu apa yang harus di jawab hingga ponsel Handi berdering


"Def " ucap Handi melihat nama adiknya yang tertera


"ia Def "


"........"


"apa?"


"......"


"baiklah, kuatkan hati mu " Handi menutup telepon nya


"kenapa lagi dengan nya" tanya Handoko yang mengetahui dari jawaban Handi , jika anak nya Def dalam keadaan tidak baik baik saja


Handi menghembuskan nafas panjang "Lani meninggal " jawab nya singkat


"apa?" ucap mereka serentak, termasuk Jelika yang terkejut mendengar hal itu ,karena meskipun ia membenci wanita yang merebut suami nya, tetap saja ia tak mengharapkan semua ini terjadi pada lani.


.


.


sekarang keluarga Prayoga berada di tempat terakhir nya lani. Mereka sengaja datang di saat orang orang sudah pergi kecuali Defran.


"kita akan segera pergi , sebelum awak media mengetahui kita semua disini, jika itu terjadi maka persoalan akan panjang " ucap Handoko


" Jelika mau disini sebentar lagi yah" ucap Jelika


"baiklah, kami akan menunggu mu di mobil " jawab Handoko


" jika semasa hidup saat aku mengetahui semua nya, ada rasa sakit, kecewa, marah dan benci kepada mu , bahkan nama mu saja tidak pernah tersebut kan oleh lidah ku hingga detik ini " ucap Jelika bicara di atas makam Lani yang di temani oleh defran


" saya memaafkan atas apa yang terjadi pada kita, meskipun saya menyalahkan kamu atas semua nya yang terjadi pada saya, saya tahu ada andil saya di dalam nya untuk itu saya meminta maaf atas semua yang pernah saya ucapkan kepada mu Lani " ucap Jelika menetes kan air matanya , mendengar itu Def menyentuh bahu istrinya , dia merasa jika istri yang selama ini menghilang telah datang kembali , merasakan sentuhan itu Jelika melihat frans yang tersenyum


"sudahlah je, lani bahkan sudah lama memaafkan mu, mari kita pulang ada beberapa hal yang belum kamu ketahui " ucap frans yang di ikuti oleh Jelika


"Melihat semua kejadian ini, vio tidak tahu harus bersikap apa ma" ucap vio kepada mama mertuanya Anggita


"kita tidak perlu bersikap apa apa nak, percayalah semua nya sudah takdir yang harus di jalankan oleh kita semua nya, belum lagi Jelika mengetahui jika anak yang di lahir kan lani selamat, apa yang akan dia lakukan selanjutnya " ucap Anggita bingung


"Semoga ada jalan keluar nya, bagaimana pun dia adalah cucu perempuan ku " jawab Handoko yang berdiri di luar mobil

__ADS_1


__ADS_2