Takdir Seorang Gadis Desa

Takdir Seorang Gadis Desa
104


__ADS_3

" apa kamu siap sayang?" tanya Frans kepada istri nya yang sedang bercermin di depan kaca


"apa ini akan berhasil?"


"percayalah sayang, kamu akan bertemu dengan keluarga ibu mu , mas yakin itu"


"entah lah sayang, aku ragu "


"Kaka " sahut Reno dan Riko di luar pintu


"Riko Reno , kalian disini?"


"iya sayang, mama yang suruh jemput , ini adalah acara penting untuk kalian, mama papa bahkan kakek berharap semoga kalian bisa bertemu dengan keluarga ibu kalian malam ini'


"mama, terimakasih untuk semua yang mama lakukan , aku beruntung punya mama mertua seperti mama, bahkan mama seperti bukan ibu mertua ku melain kan ibu kandung ku sendiri " ucap viona memeluk Anggita


"kamu memang menantu mama, tapi mama menyayangi viona beserta adik adik mu Riko dan Reno seperti anak mama sendiri " jawab Anggita


"sudah sudah jangan berpelukan terus, kasihan tu nanti bulu mata nya copot" ledek Handi kepada istri dan menantu nya


"papa pikir bulu mata kami gampang copot? bulu mata mehong ini pap" jawab Anggita menohok


"hahahha kirain mama pake pesong"


"papa , emang pernah apa mama pakai pesong"


"ngak pernah heheh maaf "


"ya sudah ayok kita berangkat " ucap Frans yang sedari tadi geleng geleng kepala melihat candaan papa mama nya


.


.


.


Di lain tempat Laila dan Alex pergi ke suatu tempat dulu sebelum pergi ke tempat acara yang di adakan oleh keluarga Handoko.


.


.


.


"mas benaran kita akan datang ke acara keluarga nya viona?"


"beneran dong masa bohongan " jawab dion kepada Tiara


" nanti kita ngapaen aja disana mas? bukankah disana orang kaya semua mas?" ketakutan Tiara


"ya menikmati acara nya sayang hehehhe bercanda sayang , lagi pula kita bukan melihat atau mau berkenalan dengan orang orang kaya, kita disana melihat viona , lagi pula kita ngak enak kalau ngak datang bukan kah semalam viona dan pak Frans yang mengundang kita langsung "


"iya sih mas, aku berharap viona bertemu dengan keluarga ibu nya mas, kasihan viona sudah banyak derita yang ia alami "


" aaammiin, lagi pula apa kamu tidak mau dengar langsung bagaimana kabar ibu di kampung , dan bagaimana keadaan di kampung kita "


"benar mas, tapi kenapa ibu masih belum juga bisa di hubungi ya mas? kenapa ibu tidak mengaktifkan handphone nya ya mas?"


"sabar sayang, nanti juga kita bisa hubungi ibu " jawab Dion menenangkan Tiara

__ADS_1


.


.


.


"mas, apa ngak sebaik nya aku nemanin Alea aja di rumah ya?"


"hmmm kita cuma sebentar kok sayang'


"tapi kasihan Alea mas, dia butuh teman "


"ngak apa Bu, ibu pergi aja sama Daddy , Alea ngak apa kok , lagi pula kalau Daddy sama ibu izinkan alea mau pergi rumah sakit, dan mungkin akan nginapa disana, boleh ngak Bu" ucap alea depan pintu


mendengar itu Wulan tersenyum " pasti boleh dong sayang, mbak Wanda pasti sangat bahagia dan senang karena di temani anak cantik nya ini , iya kan mas?"


"iya sayang, boleh asalkan jaga diri dan kesehatan "


"dan alea pergi nya ngak sendiri , bawa bibik juga ya biar rame nanti di antarin supir " ucap Wulan


"oke Bu , makasih ya dadd, Bu " ucap alea tersenyum


.


.


.


Tiga puluh menit kemudian, para tamu telah hadir dari berbagai pelosok di negeri ini. Tentu tamu yang hadir bukan sembarangan orang, dari pengusaha hingga pejabat telah berkumpul di ruangan yang sangat luas yang telah di sediakan oleh keluarga Handoko.


"viona "


"mbak Wulan" panggil Riko dan reno mengarah ke tempat viona dan Wulan


"kalian juga datang?"


"iya mbak, tadi kami di jemput sama ibu Anggita" jawab Riko senyum


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sedari tadi melihat mereka berdua. Seseorang itu tersenyum bengis.


"ternyata kalian berdua disini, bahkan kalian seperti Cinderella saja ya, apa yang sudah kalian lakukan hingga kalian berada di tempat orang orang terpilih seperti ini" gumam nya sendiri


"papa bicara apa?" ucap perempuan yang ada di sebelah nya


"hmm ngak ada ma, ayok kita kesana " jawab nya mengalihkan pertanyaan


andai istri ku tidak datang , sudah ku permalukan kalian berdua di depan banyak orang bicara nya dalam hati


Wulan terkejut melihat seorang dari samping


"Vi"


"kenapa mbak?"


"bukan kah itu..." Wulan menunjuk ke arah seseorang yang ia lihat tadi, tapi seseorang tersebut tidak lagi berada di sana


"siapa mbak?"


"hmmm mungkin mbak salah lihat Vi, bukan siapa siapa " jawab Wulan sedikit ragu dengan jawaban nya

__ADS_1


"mbak Wulan , viona " panggil Tiara dari jauh


"Tiara " ucap mereka kompak , tentu setelah nya mereka akan berpelukan seperti biasa


"Riko Reno , ya Allah kalian apa kabar, tambah ganteng aja " ucap Tiara kaget


"hai kak Tiara , bang Dion , kabar kami baik " jawab Riko


"Kaka sama Abang apa kabar?" timbal Reno


"ya seperti yang kalian lihat sekarang, kami baik hehehhe udah lama ya kita ngak ketemu " ujar Tiara


"sayang , ayok mas mau perkenalkan kamu dengan rekan rekan yang lain nya " ujar Frans kepada viona


"baik mas, aku kesana dulu ya mbak, raaa" ujar viona


begitu pun dengan Wulan, Roy mengajak nya keliling serta memperkenalkan Wulan kepada rekan rekan bisnis nya . Sedangkan Tiara dan dion asyik mengobrol dengan Riko dan Reno.


" dimana Alex " tanya Handoko kepada Handi


"seperti nya belum sampai yah " jawab Handi


" tadi mbak Laila sempat berkirim pesan yah, mereka sedikit terlambat karena ada urusan yang ingin mereka selesaikan terlebih dahulu "


"OOO mungkin ini berkaitan dengan shintia, adik nya Laila " jawab Handoko


" Alex kemarin sempat cerita melalui telfon jika ia hampir menemukan bibik nya " timpal Frans


" siapa yang hilang mas?" tanya viona penasaran


" hmmm apa mas belum pernah cerita ya sayang? tentang bibiknya Alex kira kira dua puluh tahun lalu menghilang bersama suami nya " jawab Frans


"hmmm seperti nya mas belum cerita tentang itu deh " jawab viona


"OOO yaa..."


"pak Frans mungkin sudah saat nya kita mulai, para tamu sudah berdatangan bukan?" ucap Roy tiba tiba datang dari Belakang


" hmmm baiklah pak Roy "


"hemm hemm selamat malam tuan Handoko , pak Handi , pak Def dan semua nya " ucap seseorang yang di kenal oleh Wulan dan Viona


mendengar dan melihat ke suara tersebut, membuat viona dan Wulan kaget dengan mata melotot


"om Aryo " ucap Wulan pelan di belakang suami nya


"tenang lah sayang, semua akan baik baik saja "


"mas jangan sampai dia mempermalukan viona" bisik Wulan takut


mendengar itu , Roy sedikit mendekati telinga Frans dan seperti membisikkan sesuatu, yang membuat frans memandang marah akan Aryo .


" Selamat malam juga pak Aryo, sudah lama tidak bertemu" ucap handi senyum


" iya pak Handi , dan di saat bertemu seperti ini saya sedikit terkejut melihat Anggota baru keluarga pak Handi " ucap Aryo senyum sinis melihat ke arah viona


"apa keluarga Handoko tidak cek and ricek terlebih dahulu sebelum membawa Anggota baru ke dalam keluarga nya "


" hmmm tidak usah berbelok belok, langsung saja pada inti pembicaraan mu Aryo, sekarang saya baru paham kenapa kamu sering kalah dalam proyek, itu karena kata kata mu yang terlalu berbelit-belit dan berbelok-belok seperti jalanan saja " ucap Handoko ketus

__ADS_1


mendengar hal itu muka Aryo memerah karena marah dan malu karena suara Handoko yang lantang terdengar oleh tamu tamu yang lain ..


__ADS_2